Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Seleksi osis di mulai


__ADS_3

...148❣...


Ciiittt...


"Aaaaaa!!!!" Teriak Lessia sambil ke dua tangan nya menghalangi sinar lampu truk tronton yang hampir menabrak mobil Agara.


Jantung Lessia terasa berhenti berdetak, aliran darah nya terasa berada di ujung kaki nya.


Ia memejam kan mata nya, karna sangat takut.


Bibir nya kelu karna rasa takut yang kini sudah menyelimuti nya.


Rasa nya , nyawa nya di ankat dengan paksa dan hanya meninggal kan raga tak berjiwa.


"Apa sekarang kamu takut ?" Seru Agara dengan amarah yang masih besar dan belum menghilang.


Ia sengaja melakukan hal ekstrim seperti tadi, melaju kan mobil dengan kecepatan tinggi.


Dan melakukan adegan akan menabrak sebuah truk tronton yang berlawanan arah dengan mobil nya.


Tapi ia tidak sebodoh itu untuk membunuh diri nya.


Ia hanya ingin menakuti Lessia, dan lihat sekarang Tubuh gadis itu bergetar dengan hebat serta wajah munafik nya yang pucat pasi.


"Turun...!" Teriak Agara dengan sekali tarikan nafas membuat Lessia terhenyak semakin takut.


Dengan perlahan, ia membuka pintu mobil Agara dan turun dari mobil.


Ia masih belum mencerna apa yang terjadi , karna diri nya saat ini sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Agara.


Nyaris diri nya akan bertabrakan dengan truk tronton yang ukuran nya sangat besar, tapi Agara segera membanting stir mobil.


Jangan kan memikir kan di mana diri nya di turun kan oleh Agara, bahkan saat ini diri nya lupa bagaimana cara bernafas.


Agara menatap sekilas pada Lessia, tanpa iba atau pun kasihan, Agara melajukan mobil nya meninggal kan Lessia di pinggir jalan.


Tubuh Lessia langsung terduduk di tanah, ke dua tungkai nya rasa nya saat ini menjadi lumpuh , hingga tidak bisa menyangga bobot tubuh nya.


"Hiks... Hiks... Hiks...." Tangis Lessia pecah, dengan tubuh yang masih gemetaran.


Ia tidak peduli jika orang lain saat ini melihat nya.


Tapi sungguh air mata dan tangisan nya tak bisa diri nya bendung lagi.


...----------------...

__ADS_1


Waktu bergulir dengan begitu cepat, siang berganti malam, malam berganti pagi.


Seperti hari- hari biasa, terlihat gerbang sekolah Milver kini di lewati oleh ribuan siswa maupun siswi.


Terlihat di lapangan sekolah, seratus murid sedang berbaris dengan rapi.


Hari ini, adalah hari yang paling di tunggu- tunggu , karna hari ini adalah hari di mana seleksi anggota osis baru akan di seleksi.


Sejak tadi Raehan hanya menunduk dengan ke dua tangan yang saling bertautan.


Ia sedikit gugup, karna ternyata seleksi peserta baru osis datang begitu cepat.


Tahap pertama, yaitu menjalani tes tertulis.


Tahap ke dua, penyampain tujuan mengikuti organisasi ini, tentu saja di hadapan seluruh siswa dan dewan guru.


Lalu tahap terakhir atau ketiga, adu debat dengan pasangan calon ketua dan wakil ketua antara empat pasangan calon yang akan terpilih.


Raehan tidak gugup karna masalah seleksi yang terlihat mudah.


Tapi ia gugup dengan hasil nya. Ia gugup karna satu sisi ia tidak ingin mengecewakan Dion, tapi di sisi lain nya hati nya tidak ingin mengikuti organisasi ini.


"Selamat pagi semua...!!" Suara khas seorang pria yang sama, persis seperti suara kepala sekolah yang Raehan dengar pada hari pertama diri nya masuk ke sekolah mewah ini.


"Luar biasa, apresiasi kalian dalam mengikuti seleksi ini untuk bisa menjadi tokoh penting untuk sekolah kita tercinta ini.. Saya sangat bangga atas kalian semua.. Saya berharap siapa pun nanti yang terpilih menjadi pasangan calon ketua dan wakil ketua osis adalah murid yang pantas dan tepat.." Kepala sekolah menjeda kalimat nya.


"Seleksi osis tahun ini terdiri dari tiga tahap, pertama tes tertulis, ke dua penyampaian tujuan kalian ingin masuk ke dalam organisasi ini dan terkahir adalah tes debat... Seleksi atau tes nya tidak lah sulit jadi saya yakin kalian bisa melewati tes- tes tersebut... Untuk itu saya meresmikan pembukaan seleksi pemilihan kandidat calon anggota baru osis pagi ini....!" Pekik kepala sekolah dengan semangat yang menggebu- ngebu di akhir kalimat nya.


Yang langsung di sambut dengan tepuk tangan dari peserta seleksi maupun dewan guru yang menghadiri acara peresmian pembukaan seleksi hari ini.


Tak berselang lama, Dion sang ketua osis sudah berdiri di atas podium dengan memakai jas almamater kebanggaan seorang ketua osis.


Dion terlihat begitu berwibawa dengan kharisma yang menguar dari dalam diri nya.


Aura kepimpinan nya begitu terasa, bahkan ketampanan nya pun kali ini terlihat sempurna.


Dion mengedar kan pandangan nya, dan tatapan nya jatuh pada gadis pendek yang tengah menunduk gugup.


Bahkan sedikit pun gadis itu tidak memandang diri nya.


"Dasar aneh, padahal aku sudah berdandan dengan tampan untuk menarik perhatian nya.. Tapi dia malah menunduk kan kepala nya... Dia memang sangat menyebal kan..." Geram Dion dalam hati karna sedikit kecewa.


Dion menormal kan raut wajah nya , senyum lebar tersungging di bibir nya, membuat siswi yang menatap nya langsung pingsan karna melihat ketampanan Dion yang menghipnotis.


"Sebelum kita beranjak untuk memulai tes pertama dalam seleksi ini, sebelum nya saya ingin mengucap kan terimakasih pada semua peserta karna sudah mau ikut berpartisipasi dan tentu saja ingin menjadi anggota baru dalam organisasi utama yaitu osis.

__ADS_1


Saya sangat senang, bisa bertatap wajah dengan orang - orang terpilih dari sekian banyak nya murid yang bersekolah di Milver High School.


Saya berharap kalian mengikuti seleksi dengan sepenuh hati..." Dion menutup pidato nya , berharap apa yang di kata kan tadi akan menjadi sebuah alarm untuk Raehan agar menjalan kan semua seleksi ini dengan baik.


Karna diri nya sangat tahu , bagaimana sikap pembangkang Raehan, yang sangat sulit di atur.


"Selamat pagi semua...." Suara bariton yang sangat familiar menyentuh gendang telinga Raehan.


"Suara kak Aga..." Lirih Raehan yang langsung mengangkat wajah nya menatap pada Agara yang sudah berdiri di atas podium di mana di samping nya terdapat gadis yang sangat ia benci , yaitu Lessia.


"Wuaaahhhh Model kita..."


"Dewa dan dewi sekolah kita, lihat mereka sangat serasi... Yang satu tampan dan yang satu nya lagi sangat cantik..."


Suara gemuruh pujian langsung terlontar dari setiap bibir para murid.


Raehan memaling kan wajah nya, mata nya tidak sanggup untuk melihat keserasian dua orang yang tengah berpidato di atas podium.


Tentu saja mereka akan menyampai kan kata- kata sambutan, karna mereka adalah model dari brosur osis. Yang dengan kehadiran mereka bisa memicu banyak minat murid untuk ikut berpartisipasi dalam organisasi ini.


...----------------...


...****************...


Maaf kurang memuas kan, tapi kali ini badan author lagi pegal2 jadi mohon dukungan nya ya semua dengan like komen and vote and gift biar pegel author terhempas πŸ˜­πŸ˜‚


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


__ADS_2