Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Memilih untuk melawan


__ADS_3

...241πŸ’›...


Tap...


Tap...


Tap...


Suara derap langkah kaki itu semakin mendekat.


Di mana Raehan bisa melihat bayangan di ujung jalan yang semakin membesar.


"Itu pasti mereka... Astaga apa yang harus aku lakukan?... Aku tidak mungkin meninggal kan Kazuya sendiri dan di temukan oleh para penculik itu.... Bagaimana jika para penculik itu membunuh Kazuya?. Tidak... Tidak... Aku harus mencari cara untuk kabur..." Batin Raehan yang semakin takut dan kalut kala mendengar suara derap langkah kaki para penculik yang semakin dekat.


Kazuya yang sama khawatir dan kalut nya dengan Raehan benar- benar kali ini tidak berdaya.


Ia tidak akan membiar kan para penculik itu menangkap Raehan.


Gadis itu sangat baik, bahkan hari ini gadis itu sudah sangat membantu nya.


Membuat diri nya merasa di hargai oleh semua orang meski diri nya hanya sebagai pengamen jalanan.


Ia tidak peduli dengan diri nya, meski pun ia harus mati di tangan para penculik itu. Tapi ia tidak akan membiar kan Raehan terluka.


"Pergi lah Rae.. Mereka semakin dekat... Jangan peduli kan aku...!" Ucap Kazuya sembari mendorong tangan Raehan untuk melepas kan diri nya.


"Tidak.. Tidak.. Aku tidak akan meninggal kan mu... Kazuya.. Bagaimana mungkin aku meninggal kan mu..." Seru Raehan keras kepala.


"Dengar Rae.. Mereka mengingin kan mu.. Mereka tidak mengingin kan diri ku.. Aku yakin aku akan baik - baik saja..." Wajah Kazuya memelas.


Ia berharap Raehan mau mendengar kan diri nya.


"Diam lah Kazuya... Aku akan mencari cara untuk kita bisa kabur dari mereka.. Kita datang bersama bukan, jadi kita akan kabur bersama... Meninggal kan mu adalah sebuah kemustahilan untuk ku..." Kekeh Raehan.


Raehan menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya.


Apa yang harus ia lakukan sekarang?


Rasa nya otak cerdas nya sama sekali tidak berfungsi.


Raehan menggigit bibir bawah nya. Ia merogoh saku sekolah nya namun ia tidak menemukan ponsel nya.


Ia meninggal kan ponsel nya di dalam ransel nya yang ada di dalam jok motor nya.


Jika begini ia tidak bisa memanggil bantuan.


"Sudah lah Rae... Jangan berpikir lagi lari lah sekarang.. Mereka semakin dekat..." Bujuk Kazuya lagi.


Raehan benar- benar sangat keras kepala.


"Aku sudah bilang aku tidak akan meninggal kan mu.. Jika kita harus tertangkap maka kita akan tertangkap bersama..." Tegas Raehan dengan menangkup wajah Kazuya yang terlihat Khawatir.


Ke dua tatapan mereka saling bertubrukan.


"Tapi nyawa mu lebih penting dari ku Rae..." Cicit Kazuya lagi dengan ke dua mata nya yang sudah berkaca- kaca.


"Nyawa mu dan nyawa ku sama- sama berharga.. Berhenti lah untuk menyuruh ku pergi... Aku akan melakukan sesuatu..." Ucap Raehan menyakin kan Kazuya.

__ADS_1


Kazuya mendengus kesal, Raehan sama sekali tidak mau mendengar kan diri nya. Namun di saat yang bersamaan juga ia salut dan kagum pada Raehan.


Ia benar- benar merasa kan mempunyai teman sejati.


Raehan mengedar kan pandangan nya ke seluruh jalan yang terlihat sepi.


Di mana ia semakin melihat tubuh para penculik yang sudah semakin mendekat ke arah nya.


Raehan terus memperhati kan sekitar nya, dan menemu kan sepotong balok kayu yang tergeletak di seberang jalan.


Dengan cepat Raehan berlari dan mengambil balok kayu itu.


Ia akan mengguna kan balok kayu ini untuk berjaga- jaga jika para penculik itu menyerang diri nya dan Kazuya.


Raehan sangat berharap jika ada seseorang yang akan membantu nya.


Kazuya yang melihat Raehan membawa balok kayu menggeleng kan kepala nya.


Ternyata gadis kecil itu memilih untuk melawan. Ia sungguh merasa menjadi pria yang tidak berguna.


Seharus nya diri nya yang melindungi Raehan. Bukan Raehan yang melindungi diri nya.


"Tidak ada pilihan lain... Aku seperti nya harus melawan mereka... Yakin pada diri mu sendiri Rae..."Gumam Raehan menyemangati diri nya sendiri.


Saat ini ia tidak boleh takut, ada satu nyawa yang sedang bersama nya.


Tapi diri nya tidak mungkin menghadang ke dua penculik itu. Ia harus membuat strategi dan menyerang mereka ketika mereka lengah.


Raehan kembali mengedar kan pandangan nya dan berhenti pada gang sempit di samping Kazuya.


"Kazuya kita harus sembunyi...!" Raehan menarik tubuh Kazuya untuk masuk ke dalam gang sempit dan gelap di samping mereka.


Gelap nya cahaya gang mampu membuat keberadaan mereka tertutupi.


"Rae.. kamu jangan ceroboh.. Mereka pria dan kamu hanya perempuan.. Bukan pilihan yang tepat untuk melawan mereka Rae.. Dengan kan aku pergilah dari sini aku mohon..." Kini Kazuya merengkuh ke dua tangan Raehan. Meminta dengan sangat untuk gadis kecil itu pergi.


"Tidak Kazuya... Berhenti menyuruh ku pergi.. Dengar aku bukan tipe teman yang meninggal kan teman nya sendiri. Bagi ku nyawa mu jauh lebih berharga... Jangan khawatir kan aku.. Apa pun yang terjadi berjanji lah pada ku kamu tidak akan keluar dari gang ini sampai para penculik itu pergi..." Ucap Raehan mencoba meroboh kan kekhawatiran Kazuya. Meski ia tidak tahu apakah diri nya akan berhasil atau pun tidak.


"Ta--"


"Jika kamu sampai keluar dari gang ini... Aku bersumpah Kazuya aku tidak akan mau melihat wajah mu lagi.. Atau pun bicara pada mu lagi.. Aku akan sangat marah pada mu... Berjanji lah pada ku Kazuya..."


Kazuya membekap mulut nya. Di mana tangis nya pecah seketika.


Raehan sangat peduli pada nya, hal itu membuat diri nya semakin merasa tidak berguna.


"Dengar jika aku sampai kenapa- kenapa kamu harus mencari bantuan untuk ku.. Untuk itu kamu tidak boleh keluar..." Pinta Raehan lagi yang di angguki oleh Kazuya.


Para penculik itu akhir nya tiba di depan gang.


Mereka melihat bercak darah yang mereka yakini adalah darah pria yang bersama gadis itu.


"Mereka ada di sekitar sini...!"


"Hiya......"


Bugh...

__ADS_1


Dugh...


Bruk...


Raehan menerjang ke dua penculik itu, dan memukul salah satu penculik yang paling dekat jarak nya dengan gang yang ia jadi kan sebagai persembunyian.


Tubuh penculik itu seketika ambruk dengan darah yang mengucur dari kepala nya.


Raehan sengaja memposisi kan balok itu mengenai kepala karna ia yakin hanya sekali pukulan orang itu akan tumbang.


Penculik yang masih tersisa menatap nanar pada teman nya yang sudah tumbang.


Tidak terima, penculik itu langung menyerang Raehan.


Dengan cekatan Raehan menangklis serangan penculik itu dengan merentang kan balok di depan wajah nya yang membuat tangan penculik itu terhenti tepat di depan mata nya.


Dengan gerakan cepat, Raehan menendang alat vital pecundang itu dengan keras. Hingga penculik itu mengaum kesakitan.


"Brengsek....!"


Tidak ingin menyia - nyia kan kesempatan. Raehan menghantam kepala penculik itu dengan balok yang ada di tangan nya.


Bruk...


Tubuh penculik itu ambruk seketika.


Raehan menghela nafas nya lega, di mana ia membuang balok yang ada di tangan nya.


Bugh...


"Aaaauuuu..." Pekik Raehan saat merasa kan ada seseorang yang memukul nya.


Tubuh Raehan ambruk seketika saat seorang pria berpakain hitam memukul tengkuk leher nya dari belakang.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


__ADS_2