Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Dalang


__ADS_3

...245πŸ’›...


Lessia memain kan benda ajaib itu dan menekan nomer Mr. Vinsion.


Ia ingin memasti kan jika Mr. Vinsion sudah berhasil membujuk Agara.


Ia tidak ingin acara pertunangan nya hari ini batal karna ia tahu Agara menolak keras pertunangan ini.


Ia juga tidak ingin di permalukan. Bisa- bisa harga diri dan reputasi nya hancur seketika.


"Hallo Lessia...!" Suara sapaan Mr. Vinsion dari ujung telpon.


"Hallo.. Om sudah memasti kan jika Agara mau bertunangan dengan ku kan?. Aku tidak ingin acara pertunangan batal om... Om sudah berjanji pada ku... Jika sampai Agara tidak mau.. Aku pasti kan perusahaan om hilang dari muka bumi..." Ancam Lessia dengan menekan perkataan nya di akhir kalimat.


Ia tidak mau mengambil resiko dan harus malu di acara pertunangan yang di gelar dengan begitu megah.


Sedang kan di ujung telpon, Mr. Vinsion terkekeh mendengar ancaman Lessia yang bagi nya tidak akan terjadi.


Bagaimana bisa terjadi jika ia sudah menemukan cara untuk membuat Agara berlutut di kaki nya.


"Tenang saja calon menantu om yang sangat cantik... Om kan sudah janji akan membawa Agara.. Dan kali ini Agara bersedia untuk bertunangan dengan mu sayang... Ini om akan segera berangkat ke apartemen Agara untuk mengantar kan baju pertunangan nya. Agara pasti akan sangat senang...." Ujar Mr. Vinsion di mana ia sudah mulai membayang kan pundi- pundi uang yang akan mengalir dengan deras ke dalam kantong nya.


"Aku pegang ucapan om... Ingat aku tidak main- main dengan apa yang aku kata kan tadi..."


Tut...


Panggilan telpon tersebut langsung di putus oleh Lessia.


Ia sudah menekan Mr. Vinsion untuk memasti kan jika Agara bersedia bertunagan dengan nya.


Lessia menyungging kan senyum licik nya, lalu meletak kan kembali ponsel nya di atas meja.


Sedang kan Mr. Vinsion mengendik kan bahu nya.


"Dasar bocah pengancam... Seandai nya jika kamu bukan anak mentri sudah ku potong urat nadi mu..." Gumam Mr. Vinsion yang langsung berlalu keluar dari kamar nya.


Saat di ruang tengah sudah ada Azam dan tiga orang pengawal yang sedang membawa baju tunangan Agara.


Hari ini adalah hari yang menyenang kan bagi nya, karna hari ini ia akan resmi menjadi besan dari kelurga Ledgar yang pasti nya kehormatan dan kekuasaan nya akan semakin bertambah.


"Azam bagaimana kenaikan omset kita pada produk makanan keripik itu?" Mr. Vinsion melebar kan bibir nya.


"Kenaikan omset makanan keripik tersebut semakin melejit tuan.. Bahkan keuntungan bulan ini sekitar tiga puluh persen. Dua kali lipat dari omset bulan lalu..." Jawab Azam dengan wajah datar robot nya.

__ADS_1


Wajah tersenyum Mr. Vinsion tertarik ke dalam, karna mendengar laporan omset yang sama sekali tidak membuat nya senang.


"Aku tidak ingin tiga puluh persen Azam.. Aku ingin seratus persen..." Ucap Mr. Vinsion rakus.


Bagi nya omset tiga puluh persen itu sangat sedikit.


Ia ingin lebih banyak lagi.


"Tujuh puluh persen omset makanan keripik itu di salur kan untuk warga desa Angsoyan tuan.."


"Ck... Aku tidak mau.. Kata kan pada Tuan Levi jika aku akan datang ke desa nya. Dan mengadakan pertemuan dengan nya." Seru Mr. Vinsion sebagai perintah mutlak yang tidak bisa di tolak.


"Baik Tuan.. Saya akan segera mengatur jadwal pertemuan tuan dengan tuan Levi..." Timpal Azam.


"Bagus.. Lalu bagaimana dengan gadis tengik itu? Apa kamu sudah melaksana kan rencana kita?." Mr. Vinsion menyilang kan kaki nya pada kaki yang lain nya.


Azam langsung merogoh ponsel yang ada di saku jas nya. Mengotak - atik benda pipih itu lalu menyerah kan nya pada Mr. Vinsion.


Ke dua netra Mr. Vinsion melebar, di mana sudut bibir nya tertarik ke atas saat melihat panggilan live yang sedang ia saksikan di ponsel asisten kepercayaan nya.


Di mana seorang gadis remaja yang wajah nya sangat familiar bagi Mr. Vinsion sedang terduduk di kursi kayu dengan tangan dan kaki yang di ikat, lalu mulut nya di perban.


Ke dua mata gadis itu terpejam dengan rapat.


Tapi wajah Mr. Vinsion berkerut saat melihat dua pria remaja yang juga di ikat di samping gadis yang tak bukan adalah Raehan.


Pikir Mr. Vinsion yang ingat ia tidak sama sekali menyuruh anak buah nya untuk menculik remaja pria.


"Azam siapa dua bocah laki- laki ini?" Tanya Mr. Vinsion tanpa mengalih kan pandangan nya.


"Mereka adalah teman Raehan Tuan... Awal nya anak buah saya hanya membawa Raehan seperti yang kita rencana kan..Tapi seperti nya ke dua bocah laki- laki itu berhasil menyusul dan menemukan tempat sandera Raehan. Jadi saya meminta anak buah saya untuk menangkap ketiga nya.. Karna akan sangat berbahaya jika membiar kan salah satu lolos dan melapor pada polisi..." Jelas Azam dengan begitu rinci. Dan tentu saja hal itu adalah kabar yang baik untuk Mr. Vinsion.


Kunci untuk membuat Agara putra kurang ajar nya itu menurut sudah ada di tangan nya.


Ia tidak menduga jika semua nya berjalan sesuai dengan rencana nya.


"Baik lah kalau begitu kita pergi ke apartemen Agara.. Kalian jaga baik- baik baju pertunangan putra ku.. Jangan sampai lecet sedikit pun atau kepala kalian yang menjadi taruhan nya.." Ujar Mr. Vinsion yang langsung beranjak dari duduk nya dan melangkah di mana Azam dan ketiga pengawal yang membawa baju Agara mengekor di belakang nya.


.


Di gedung kosong, terlihat lima belas orang sedang berjaga- jaga.


Lima orang di tugas kan untuk berjaga di bagian depan.

__ADS_1


Lima orang lain nya di tugas kan untuk menjaga pintu belakang.


Dan sisa nya bertugas menjaga tiga remaja yang tengah berada di lantai atas gedung.


Gedung kosong tersebut terdiri dari dua lantai.


Dan para penculik itu memilih untuk meletak kan tiga sandera mereka di lantai atas sesuai dengan perintah bos pusat.


Sinar matahari yang menembus langit- langit beton bangunan yang bolong, menyinari tiga tubuh yang kini sama- sama tidak sadar kan diri.


Sebuah pergerakan terjadi pada gadis mungil dengan penampilan yang berantakan.


Di mana seragam nya terlihat kotor dan kumuh.


Raehan mendongak kan kepala nya, di mana mata nya yang masih tertutup terasa silau dengan cahaya matahari.


Dengan perlahan Raehan membuka kelopak mata nya, kepala nya masih terasa pusing dan pening.


Di mana penglihatan nya menampil kan hasil gambar sebanyak dua.


Raehan menggeleng kan kepala nya, mengerjap kan ke dua mata nya agar penglihatan nya menjadi jelas


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.


__ADS_2