Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Marah..


__ADS_3

...73...


Tampak di lorong sekolah, seorang pria tampan tengah menarik pergelangan tangan seorang gadis kecil.


Beberapa siswa mau pun siswi terlihat heran karna idola sekolah yang tak lain adalah Agara kini sedang menarik seorang gadis pendek.


Ribuan pertanyaan muncul di benak mereka, dengan berbagai macam opini dan spekulasi yang menurut mereka tepat dengan jawaban yang mereka butuh kan.


Di lain sisi, Agara tidak menggubris tatapan dari seluruh siswa atau pun siswi yang di lewati nya.


Saat ini diri nya sangat kesal dengan gadis yang di tarik mengikuti langkah nya.


Gadis pendek ini sudah berani mempermain kan diri nya. Mengajak nya sarapan bersama tapi nyata nya gadis ini malah memberikan sarapan ke pada orang lain.


Raehan adalah teman nya itu arti nya Raehan adalah milik nya. Itu lah yang sempat diri nya baca di internet tentang masalah pertemanan.


Langkah Agara dan Raehan terhenti setelah kini mereka sudah berada di atap sekolah.


Angin kencang menghembus tubuh mereka, begitu terasa kebebasan dan kelegaan.


Beberapa anak rambut Raehan terjatuh karna sapuan halus angin, membuat wajah nya tertutup oleh surai hitam nan halus milik nya.


Raehan mengatur nafas nya yang masih tersenggal- senggal, karna harus berlari mengikuti langkah Agara yang begitu lebar dan cepat.


Diri nya masih tidak habis pikir, kenapa pria itu datang mencari nya.


Setelah mengetahui kabar pertunangan Agara, Raehan berpikir untuk berhenti mengejar Agara. Meski hati nya tak terima dengan keputusan nya.


Tapi kembali lagi pada sebuah kenyataan, jika diri nya bukan lah gadis perampas milik orang lain.


Bagi nya, Mencintai bukan harus memiliki. Tapi mencintai adalah melihat orang yang kamu cintai bahagia, meski bukan bersama diri mu.


Wajah Agara terlihat begitu marah, tidak ada nafas tersenggal- senggal meski ia berjalan cukup jauh.


Untuk naik ke atap sekolah membutuh kan menaiki anak tangga yang cukup banyak. Tapi kamu tidak akan merasa rugi saat sudah sampai di atas.


Karna di sini di sajikan pemandangan yang belum terjamah oleh siapa pun.


Agara meletak kan kotak makan yang sejak tadi berada di tangan nya dengan keras, hingga menimbulkan suara.


Prak...


Raehan langsung langsung menoleh, kini ia benar- benar merasa seperti pencuri yang sedang di hakimi.


Bagaimana tidak, di hadapan nya Agara telah duduk dengan posisi yang begitu terlihat Arogant. Dengan kaki yang di silang kan pada kaki yang lain.


Sementara ke dua mata merah darah itu, menatap Raehan nanar, seolah siap melucuti seluruh tubuh gadis mungil yang masih betah menghirup oksigen dalam.


"Duduk...!!!" Perintah Agara menukik tajam, seolah menjadi perintah final tanpa bantahan sedikit pun.


Tidak ingin membantah, Raehan duduk di hadapan Agara. Bukan nya diri nya kehabisan kata- kata untuk menimpali Agara. Tapi saat ini mood nya sedang buruk.


"Tumben sekali gadis sial ini menurut..." Batin Agara dengan menaikkan satu alis nya heran, lalu sedetik kemudian mengembalikan ekspresi wajah nya seperti semula. Dingin, tajam, dan menusuk.

__ADS_1


"Bukan duduk di sana... Tapi duduk di samping ku..." Agara menepuk bangku di sebelah nya.


Lagi- lagi Raehan menuruti perintah Agara. Hal itu membuat Agara semakin kesal dan jenggel dengan sikap penurut Raehan.


Ini tidak seperti kebiasaan gadis sial itu yang selalu membantah ketika di perintah.


"Bagus lah jika kamu menurut..." Papar Agara dengan helaan nafas.


"Lagi ngak mood aja buat bantah..." Celetuk Raehan sembari menatap kuku- kuku jari nya.


Agara mengerut kan dahi nya, untuk pertama kali nya Raehan berbicara tanpa menatap nya.


"Kamu sengaja mempermain kan ku ya? Mengajak ku sarapan bersama tapi kamu malah memberikan sarapan ku pada orang lain. Apa ini cara mu memperlakukan teman mu...!!" Marah Agara kini dengan bibir mengerucut.


"Tapi kak Aga kan menolak ajakan ku..."


Skakmat.


Agara langsung terdiam, jawaban Raehan langsung bisa membungkam mulut nya.


Memang benar apa yang di katakan gadis sial itu, tapi tadi diri nya hanya ingin tarik ulur saja.


Pagi tadi, Raehan mengajak nya sarapan bersama. Dan diri nya menolak ajakan gadis sial ini. Tapi itu karna diri nya ingin di bujuk dan di rayu oleh gadis sial ini. Tapi nyata nya ekspektasi nya di luar dugaan.


"Lalu kenapa kamu tidak membujuk ku..." Sarkas Agara dengan nada menyalah kan Raehan.


Raehan sedikit heran dengan Agara, ia lalu menatap wajah Agara yang sudah memerah karna kesal.


Astaga , lagi- lagi benteng hati nya runtuh seketika melihat ketampanan pria yang sudah membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Hhh... Sampai kapan aku tidak bisa lari dari kesempurnaan mu kak Aga... Kenapa kamu harus menjadi milik orang lain..." Batin Raehan sedih.


Tanpa di minta, satu buliran bening meluncur dengan bebas di pipi putih Raehan.


Sementara bibir nya terlipat ke dalam, menahan suara serak yang siap keluar.


Agara terbelalak kaget, ketika melihat wajah mungil itu menangis.


Astaga, apa diri nya melakukan kesalahan?


Apa diri nya salah bicara.?


Tanya Agara yang kini terlihat gelagapan. Amarah nya tiba- tiba membumbung hilang entah kemana.


Air mata gadis di depan nya, sungguh mampu membalikkan emosi nya.


"Maaf, aku tidak bermaksud membuat mu menangis..." Sendu Agara yang langsung berinisiatif menghapus air mata Raehan lembut.


Dengan gerakan cepat dan tiba- tiba, Raehan langsung memukul dada bidang Agara dengan ke dua tangan nya.


Ia sangat kesal, kenapa Agara malah bersikap seperti ini saat diri nya ingin pergi dari nya.


Kenapa wajah Agara begitu meluluh kan hati nya?.

__ADS_1


Agara yang mendapat kan pukulan itu hanya diam pasrah, menerima setiap pukulan yang terasa cukup kuat membentur dada nya.


Tapi biar lah, ia bisa menahan rasa sakit itu. Tapi ia tidak bisa melihat gadis di depan nya menangis.


"Hiks... Hiks... Kak Aga jahat,, kenapa kak Aga tidak memberi tahu ku jika diri mu sudah mempunyai tunangan... Hiks.. Hiks..." Tangis Raehan yang pecah, meluap kan rasa patah hati yang sudah beberapa jam ia tahan.


Tubuh Agara terasa dingin, darah nya seakan terasa berhenti mengalir, jadi ini alasan nya mengapa gadis sial nya menangis.


Agara mencekal ke dua tangan Raehan, menghentikan aksi memukul gadis itu, sementara hidung dan mata Raehan memerah karna menangis.


"Hanya itu,? Hal itu yang menjadi alasan kamu marah pada ku?" Ujar Agara dengan tawa yang di tahan.


Raehan mengerucut kan bibir nya ke depan, kepala nya mengangguk pelan.


Tidak perlu lagi menyembunyikan perasaan nya. Diri nya tidak peduli akan bagaimana tanggapan Agara.


Ia sudah tidak bisa menahan semua nya.


...----------------...


...****************...


Maaf telat up😁


Kepala othor lagi buntu belum dapat ide yang pas.. Jadi jangan kecewa ya dengan eps kali ini..😣


Maaf ya jika di sini, konflik nya kurang berat, terkesan ringan gitu.


Tapi kan kisah nya latar belakang anak remaja SMA. Jadi yang othor ambil konflik ringan percintaan anak SMA.


Maaf ya semua jika tidak sesuai ekspektasi kalian🤗


Othor harap semua nya jangan tinggalin Othor.. ya😍


Terimakasih yang sudah setia dengan karya othor dan juga yang sering Like koment dan kasi Gift.. Kalian memang the best😘


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2