Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Akan ku hancur kan kencan kalian.


__ADS_3

...131โฃ...


Lessia melesat dengan cepat ke arah Raehan, Agara, serta beberapa orang yang tidak ia kenal.


Tanpa merasa ragu, ia langsung mengamit lengan indah Agara dan bergelayut dengan manja.


Krak....


Hati Raehan pecah seketika, melihat Lessia dengan berani nya menyentuh pria idaman nya.


Bahkan yang lebih menyakit kan lagi, Agara malah membiar kan nenek sihir itu bergelayut manja di lengan indah nya.


Ia tidak terima....! Teriak Raehan dengan wajah berubah masam.


Lessia sangat senang melihat ekspresi kesal Raehan. Ia pun semakin mengerat kan pelukan nya.


Agara yang merasa tidak nyaman dengan aksi Lessia merasa sebal dengan tingkah genit gadis di samping nya.


Ingin sekali rasa nya, ia mengirim gadis dengan spesies cacing ini pergi ke planet pluto.


Agara menghentak tangan Lessia dari lengan nya, namun bukan nya malah lepas, pelukan gadis itu semakin erat.


Hal itu membuat Agara semakin kesal dan tidak nyaman.


"Ternyata kamu juga di sini ya Rae..." Cicit Lessia dengan tatapan bersahabat, seolah- olah tidak menyadari jika Raehan menatap nya tidak suka. Tentu saja ia hanya berpura- pura.


Sekarang ia memeran kan peran sebagai gadis lugu dan baik, tentu saja untuk menarik perhatian Agara. Lagi pula Agara tidak tahu tentang permusuhan antara diri nya dan Raehan.


Raehan menatap tajam dengan wajah masam ke arah Lessia.


Saat ini ia sedang terbakar api cemburu.


Tapi lihat lah, sang nenek sihir sudah menunjukkan drama sampah nya.


Melihat wajah kesal Raehan, Tiba-tiba sebuah ide licik merasuki otak Agara. Entah rasa apa yang memacu nya untuk membuat Raehan kesal dan cemburu. Karna ia tahu saat ini gadis sial di hadapan nya menatap Lessia tidak suka karna berani menyentuh diri nya.


"Wow. Seperti nya buaya betina ini bisa berguna untuk ku. Wajah jelek gadis sial ini seperti nya bisa menghibur ku. Anggap saja sebagai balasan karna telah meneror ku dengan bayangan wajah nya itu." Batin Agara dengan seringgai nya, yang tentu saja tidak di sadari oleh semua orang.


"Iya aku ada sini.. Dan kalian kenapa bisa bersama ?" Tanya Raehan dengan sinis, dengan tatapan tertuju pada tangan Agara yang kini memegang tangan Lessia juga.


Demi tuhan saat ini ia ingin menghancur kan dunia. Batin Raehan yang semakin terbakar cemburu melihat Agara memegang bahkan mengelus punggung tangan Lessia.


Bahkan saat bersama nya, Agara tidak pernah melakukan hal itu.


Pria tampan itu selalu menolak nya, mengusir nya, bahkan membentak diri nya.


Agara juga mengatakan jika ia dan Lessia bukan apa- apa. Lalu apa ini?


Kenapa mereka berdua terlihat begitu dekat di depan mata nya.

__ADS_1


Apa semua yang di katakan Agara waktu itu hanya bohong, untuk menghenti kan tangisan nya kala itu?.


"Hmmm... Kita sedang berkencan Rae.. Iya kan sayang.?" Kini Lessia melempar pertanyaan nya pada Agara.


Berharap jika Agara tidak menghancur kan rencana nya untuk membuat Raehan sakit hati dan kebakaran jenggot karna cemburu.


"Tentu..." Jawab Agara dengan menyungging kan senyum manis menatap Lessia.


Jleb..


Krak..


Lagi- lagi hati Raehan pecah seketika, bahkan kini hancur hingga berkeping - keping.


Jawaban macam apa itu, pasti ini semua hanya sandiwara Agara untuk menjauh kan ia dari nya.


Sampai kapan pun ia tidak akan terima jika Agara bersama dengan Lessia yang seperti nenek sihir paling jelek sedunia.


Meski ia tahu ada kabar jika mereka adalah sepasang tunangan.


Tapi janur kuning masih belum melengkung , itu artinya ia masih bisa menikung.


Lessia juga ikut terkejut , mendengar jawaban singkat Agara.


Ia tidak percaya jika Agara akan menjawab seperti itu.


Bahkan setuju jika mereka memang berkencan.


Tapi sekarang bahkan Agara tersenyum manis ke arah nya.


Sungguh sikap dan prilaku Agara tidak bisa ia tebak sama sekali.


Namun di sini yang lebih penting, adalah membuat Raehan semakin marah dan cemburu, untuk menunjukkan pada gadis pendek itu jika ia tidak bisa bersanding atau pun memiliki Agara.


Lessia semakin bersemangat, melancar kan rencana nya untuk membalas semua yang sudah Raehan perbuat pada nya.


"Rasakan gadis boncel cemburu kesumat yang membara... Sok mengatakan bersaing secara sehat untuk mendapat kan Agara. Mari lakukan, kamu gadis terbodoh yang masih punya keberanian untuk menantang gadis sempurna seperti ku.." Batin Lessia dengan salah satu alis nya terangkat ke atas.


Di sisi lain, Agara semakin terpacu ardenalin dalam diri nya untuk membuat Raehan semakin marah.


Mungkin dengan cara ini, melihat diri nya dan Lessia dekat maka gadis sial ini akan menjauh dari sekitar nya. Dan ia bisa hidup dengan damai seperti hari- hari sebelum nya.


"Nona.. Raehan, saya permisi dulu..." Cicit Kazuya dengan nada kikuk , saat menyadari ada aura canggung di antara tiga orang di depan nya.


Kazuya menarik pergelangan tangan Jiya , yang langsung tersentak kaget karna sejak tadi ia megagumi ketampanan Agara secara diam- diam.


"Ehhh... Iya sekali lagi terima kasih Kazuya , aku harap lain kali kita bisa bertemu kembali..." Balas Raehan dengan ramah, sembari melambai kan tangan nya ke arah Kazuya dan Jiya yang berlalu pergi.


Agara lagi- lagi berdecak kesal melihat sikap ramah Raehan untuk orang lain.

__ADS_1


"Sayang... Ayo pergi aku belum membeli barang- barang lain nya..." Celetuk Lessia yang langsung di angguki oleh Agara.


"Baik lah Raehan kami permisi dulu, kami ingin menghabis kan waktu berdua dengan berjalan- jalan di mall ini..." Lanjut Lessia dengan seringgai mengejek, yang tentu saja langsung di tangkap oleh Raehan.


Ingin rasa nya saat ini Raehan meremas dan menghancur kan wajah nenek sihir itu.


Agara dan Lessia berjalan beriringan meninggal kan Raehan dengan kepala yang sudah terbakar karna cemburu.


Lessia kembali menoleh ke belakang ke arah Raehan yang masih setia memandangi diri nya dan Agara.


Lessia melempar kan satu kedipan manja ke arah Raehan yang semakin membuat Raehan ingim mencakar- cakar wajah nya.


"Sial,,, mantra apa yang di gunakan nenek sihir itu pada kak Agara. Kak Aga juga malah doyan di pegang- pegang nenek sihir itu. Tidak, tidak aku tidak bisa membiar kan nya. Aku harus menganggu kencan mereka. Akan ku hancur kan kencan mereka.." Pekik Raehan dengan tekad menggebu- ngebu dan tatapan tak ingin kalah.


Ia berjalan dengan cepat, hampir berlari hingga suara panggilan Fir dan Miya menghenti kan langkah nya.


"Rae....!!!" Fir dan Miya langsung mendekat ke arah Raehan.


Keempat mata itu menelisik, setiap inci tubuh Raehan memastikan jika tubuh kecil itu tidak terluka.


"Kamu ngak papa kan?" Tanya Miya dengan wajah khawatir.


"Tidak... Aku tidak apa - apa. Tapi hati ku sedang tidak baik- baik saja. Sebelum mereka semakin jauh aku harus menghancur kan kencan mereka.. Sampai kapan pun aku tidak akan terima. Fir pegang ini, aku harus pergi..." Ujar Raehan dengan cepat mengalah kan pembalap motor GP, tanpa menunggu respon dari Fir dan Miya, Raehan langsung berlari mengejar Agara dan Lessia.


"Tapi Rae.." Suara Fir mengambang di udara, karna Raehan sudah pergi dengan meninggal kan beberapa paper bag belanjaan pada nya.


Masalah hati dan obsesi Raehan pada Agara, sampai kapan pun ia tidak akan bisa menghenti kan nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2