Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Hinaan 2


__ADS_3

...218πŸ’›...


"Ya om.. Anda memang tidak berbicara dengan ku, tapi aku ada di sini. Orang yang kau hina ada di depan mu.. Jika anda tidak ingin saya berbicara , maka jangan menyinggung orang tersebut... Anda mempertanya kan karakter saya, memvonis saya dengan begitu kejam... Umur anda jelas jauh lebih tua dari saya, jadi tentu anda tahu tentang tata krama dan kesopanan yang baik,, Anda mengatakan jika saya adalah gadis yang kurang ajar. Lalu bagaimana dengan anda? Tuan rumah yang kurang ajar? Karna tidak memperlakukan tamu dengan baik... Lalu untuk tuduhan anda pada saya, di mana sifat buruk Agara berasal dari saya.. Jelas itu bukan hal yang benar.. Coba lah anda bercermin, siapa tahu Agara belajar dari sifat buruk anda.. Karna darah tetap jauh lebih kental dari air..." Balas Raehan menyahuti penghinaan Mr. Vinsion dengan nada yang begitu sopan, namun mampu membuat harga diri seorang Vinsion terkoyak.


Mr. Vinsion bungkam , lidah nya kelu untuk membalas semua perkataan Raehan.


Gadis di depan nya menjelas kan semua nya dengan begitu rinci, tanpa meninggal kan celah untuk diri nya menyerang.


Agara tersenyum miring melihat sikap berani Raehan, meski ia tahu sebesar apa rasa gugup yang tengah gadis nya rasa kan, ia bisa merasa kan hal itu, dari keringat di telapak tangan Raehan.


Namun ia juga sangat salut dan bangga pada Raehan, karna kekasih nya bisa membungkam mulut busuk Mr. Vinsion tanpa mengurangi rasa hormat atau pun menghina pri paruh baya itu.


Raehan menarik nafas nya dalam, meraup oksigen sebanyak mungkin, untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.


Ternyata apa yang ia bayang kan tak semulus ekspektasi nya.


Ternyata saat ini ia tengah menghadapi seseorang yang haus akan kekuasaan.


Dan ia bisa menilai hal itu, dari setiap perkataan yang di ucap kan Mr. Vinsion.


"Kedatangan saya saat ini hanya untuk berbicara kepada Anda tentang masalah pertunangan kak Aga..." Celetuk Raehan kini dengan menatap Mr. Vinsion serius.


Ini lah alasan nya kemari, untuk membicara kan masalah pertunangan Agara. Meminta dengan hormat untuk Mr. Vinsion membatal kan pertunangan tersebut.


Agara mengerut kan dahi nya, ia tidak percaya jika Raehan mengajak nya kemari untuk membicara kan masalah pertunangan sialan nya bersama dengan Lessia.


Sementara Mr. Vinsion melebar kan ke dua netra nya, mendengar perkataan lantang gadis pendek di depan nya. Bahkan di wajah gadis itu tidak ada raut takut sedikit pun.


"Kau juga ingin ikut campur dengan urusan pertunangan putra ku?... Kau sangat kurang ajar dan lancang..." Seru Mr. Vinsion dengan nada mengejek.


"Iya saya ingin membahas itu semua dengan anda... Kenapa saya tidak bisa ikut campur jika itu berkaitan dengan kekasih saya sendiri... Di sini anda yang lancang, karna anda memaksa kak Aga untuk bertunangan dengan gadis yang tidak dia sukai.. "

__ADS_1


Mr. Vinsion mengeram dengan sanggahan Raehan yang benar - benar memancing amarah nya.


Gadis di depan nya sangat pandai bermain kata, dengan seenak nya ia mengembali kan setiap ucapan nya.


Bahkan penghinaan yang ia tuju kan pada gadis itu sama sekali tidak melukai sedikit pun ego atau pun harga diri nya.


Bahkan di sini ia yang lebih dulu terbakar karna ucapan gadis itu.


"Omong kosong apa yang kamu kata kan?? Putra ku tidak akan pernah memacari seorang gadis yang tidak sempurna seperti mu.. Putra ku tampan dan juga nyaris sempurna, bagaimana bisa dia memacari gadis pendek, bahkam wajah mu saja tidak cantik, lebih terkesan jelek...." Gertak Mr. Vinsion yang masih berusaha menahan emosi nya, meski rasa nya ia sudah ingin terbakar saat ini.


Agara mengerat kan genggaman nya, kemarahan nya benar- benar tersulut dengan penghinaan Mr. Vinsion pada kekasih nya.


Namun lagi- lagi belum sempat bibir nya bergerak, Raehan sudah mendahului diri nya.


"Tidak sempurna.? bagaimana bisa anda menyimpulkan hal yang salah. Saya pikir penglihatan anda masih sehat. Namun seperti nya anda membutuh kan sebuah kaca mata. Sempurna tidak di standari karna tinggi atau pun pendek nya manusia.. Lihat,, saya masih punya dua tangan, punya dua kaki , bahkan anggota tubuh saya masih lengkap... Saya bingung dengan orang seperti anda yang menstandari kesempurnaan seseorang... Padahal anda juga tidak sesempurna yang anda pikir kan... "


"Cukup... Hentikan bibir murahan mu itu untuk bicara....!" Teriak Mr. Vinsion yang sudah tidak tahan lagi mendengar ocehan Raehan yang sudah seperti ribuan tombak yang menusuk habis harga diri dan kehormatan nya.


"Mr. Vinsion.. Anda tidak perlu sampai marah seperti itu.. Karna mendengar kenyataan dan fakta yang cukup pahit... Benar kan sayang...?" Kini Raehan melempar pandangan nya pada Agara yang hanya bisa menonton aksi Raehan yang lagi- lagi membuat ia kagum.


Agara mengangguk, di mana Raehan memeluk manja lengan Agara.


Membuat Mr. Vinsion semakin terbakar amarah melihat wajah tertawa Raehan.


Sebenar nya rencana Raehan ingin menjadi gadis yang baik- baik dan penurut , namun kini malah ia berulah menjadi gadis pembangkang di depan sang calon mertua.


Tapi apa lah daya nya, saat menghadapi penghinaan Mr. Vinsion.


"Dengar Mr. Vinsion, saya hanya ingin anda membatal kan pertunangan ini.. Saya ingin anda tisak memaksa kak Aga untuk melakukan pertunangan ini..." Ujar Raehan dengan suara nya yang melembut dan terkesan memohon, berharap Mr. Vinsion mau mengabul kan permintaan nya. Meski semua itu terlihat mustahil, karna perdebatan yang sudah terjadi di antara mereka. Yang bahkan membuat Mr. Vinsion marah.


Namun tidak ada salah nya jika mencoba bukan?

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah membatal kan pertunangan Agara dengan Lessia... Pertunagan itu akan tetap terjadi dan akan terlaksa besok malam... " Sahut Mr. Vinsion mutlak.


"Aku tidak mau...!!" Teriak Agara, yang sudah muak melihat sikap Mr. Vinsion.


"Sudah aku kata kan.. Aku tidak mau bertunagan dengan Lessia.. Apa telinga mu sudah berhenti berfungsi..." Geram Agara yang rasa nya ingin menghajar wajah Mr. Vinsion.


"Mau atau pun tidak.. Kau akan tetap bertunangan dan aku akan memastikan jika kau akan bertunagan dengan Lessia... Sekarang lebih baik kau pergi dari rumah ku.. Dan bawa gadis kampungan ini pergi dari hadapan ku...!" Sentak Mr. Vinsion dengan marah.


"Aku pun sudah muak berada di rumah busuk mu ini...!" Sarkas Agara, yang langsung menarik tangan Raehan keluar dari ruangan Mr. Vinsion.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2