
...228π...
"Akhir nya aku bisa bertemu dengan mu Agara.. Maaf kan mama... Hiks... Hiks.." Rasa sesak dan bersalah membuat Nyonya Sabrina menangis pilu.
Ia menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya.
"Apa menurut mu dengan meminta maaf maka semua kesalahan mu akan terhapus...? Apa kau pikir aku akan memaaf kan mu...?" Bentak Agara dengan kebencian dan kemarahan yang selama ini ia pendam.
Tangis Nyonya Sabrina semakin mengencang dengan suara yang tercekat.
Seakan suara yang berusaha ia keluar kan, di halangi oleh sesuatu yang membuat kerongkongan nya terasa di pelintir keras.
"Kau tahu kau adalah ibu yang paling buruk di dunia ini...!" Ke dua mata Agara mulai berkaca- kaca, di mana cairan bening itu bermuara pada ke dua bola mata Agara.
Di mata nya terlihat kilatan amarah dan rasa benci yang begitu besar.
Di mana hati nya benar- benar sakit. Setelah semua yang telah ia alami dan lewati dengan gamblang nya wanita yang tengah menangis sesegukan di hadapan nya mengucap kan kata maaf.
Dia pikir kata maaf yang keluar dari bibir nya bisa merubah semua nya?.
Bisa merubah hidup nya di masa lalu, atau setidak nya apa bisa memutar waktu?.
Tentu saja jawaban nya tidak.
Kata maaf tidak ia butuh kan saat ini.
"Hiks... Hiks... Mama tahu mama salah, tapi percaya lah Aga mama menyesal...!" Pinta Nyonya Sabrina dengan suara tersendat karna isakan tangis nya.
Ia benar- benar sangat menyesal sudah meninggal kan Agara demi mengejar karir nya.
Ia menyesal telah menelantar kan anak nya begitu saja.
Ia menyesal dengan diri nya sendiri, mengapa ia menjelma menjadi ibu yang sangat buruk. Bahkan kata ibu tak pantas tersemat pada diri nya.
"Menyesal? He.. He.. " Agara tertawa kecut.
Wanita di depan nya benar- benar lucu, ia merasa sedang di permain kan.
"Kamu pikir dengan menyesal bisa mengembali kan masa kecil ku yang kau rebut?. kau tahu aku melewati semua nya sendiri. Aku hanya ingin keluarga ku utuh seperti teman- teman ku.. Tapi karna kalian begitu serakah akan harta kalian menelantar kan aku.. Bahkan kehadiran ku pun tidak kalian ingin kan... Sekarang kata kan alasan apa yang membuat ku bisa memaaf kan mu?.. Katakan...!" Teriak Agara bahkan menyapu meja di mana makanan Nyonya Sabrina berada.
Prang...
Membuat makanan tersebut kini berpindah tempat ke lantai bahkan berserakan tak berbentuk lagi.
Nyonya Sabrina memejam kan mata nya. Ia tidak bisa mengata kan apa pun lagi.
__ADS_1
Wajar jika Agara begitu marah, karna putra nya sudah melewati masa yang begitu sulit.
Sofia dan Raehan yang menyaksi kan kebrutalan Agara menutup mulut nya.
Ke dua nya tidak berani berkutik. Sementara wajah Sofia sudah di banjiri oleh Air mata.
Lutut Agara rasa nya melemas, di mana tungkai nya terasa melebur sehingga tidak bisa menahan bobot tubuh nya.
Bruk...
Tubuh Agara jatuh di lantai begitu saja. Dada nya terasa begitu sesak, seakan sebuah batu besar menindih dada nya.
Rasa nya begitu sakit, bahkan untuk bernafas rasa nya diri nya merasa kesulitan.
Kebencian dan amarah yang selama ini di pendam seakan meledak.
"Kau tahu.. Bahkan aku sedikit pun tidak ingin di lahir kan oleh mu.. Jika bisa memilih aku lebih baik memilih untuk tidak di lahir kan ke dunia ini... Kata kan apa salah ku sehingga kau menghancur kan masa kecil ku..? Apa salah ku lahir di dunia ini melewati rahim mu? " Air mata yang di tahan Agara, kini meluncur dengan bebas.
Air mata benci dan amarah, yang selalu tertahan dan tidak bisa di salur kan.
Nyonya Sabrina hanya bisa menggeleng kan kepala nya.
Ia bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan Agara.
"Kalian meninggal kan aku saat aku masih sangat kecil..." Agara memperagakan dengan tangan nya.
"Aku seperti sampah bagi kalian, tidak berarti sama sekali... Sedikit pun kalian tidak memikir kan hidup ku... Aku melewati semua nya sendiri... Aku mencari makan dengan tangan ku sendiri.. Lalu di mana kalian? Kalian tidak memikir kan diri ku sedikit pun..." Agara mengeluar kan unek- unek di dalam hati nya. Membuat hati nya terasa plong.
Agara menarik lutut nya dan mendekap nya dalam.
Menenggelam kan kepala nya di ke dua lutut nya, dan menangis dalam diam. Mengeluar kan semua rasa yang selama ini membelengu diri nya.
Semua rasa dan pertanyaan yang selama ini selalu ingin diri nya tanya kan pada dua orang yang sudah menyebab kan diri nya hadir di dunia ini.
Nyonya Sabrina semakin menangis penuh penyesalan , melihat kepedihan dan penderitaan Agara yang di sebab kan oleh diri nya.
Begitu pula dengan Sofia yang menangis menahan suara nya, melihat Agara yang begitu rapuh dan tidak berdaya.
Ini adalah pertama kali nya diri nya melihat sisi rapuh Agara, selama tiga tahun ini ia hanya melihat sikap dingin dan cuek Agara.
Sedikit pun ia tak pernah menduga jika rasa sakit Agara begitu dalam, bahkan setelah bertahun- tahun Agara masih memendam luka nya sendiri.
Suasana di balkon tersebut terasa menyedih kan. Di mana yang terdengar adalah suara isak tangis.
Raehan yang masih diam di tempat nya karna cukup terpaku melihat apa yang tengah terjadi di hadapan nya.
__ADS_1
Ia ingin mengasihani Nyonya Sabrina. Tapi apa yang sudah di perbuat wanita itu memang tidak benar dan sebuah kesalahan besar.
Lalu Agara yang menyuara kan rasa amarah nya juga tidak benar, karna bagaimana pun Nyonya Sabrina adalah ibu nya.
Wanita yang sudah membuat dia hadir di dunia ini.
Tapi melihat Agara yang rapuh, membuat Raehan tersiksa.
Ia sudah sering melihat sisi rapuh Agara selama ini. Dan diri nya tidak bisa hanya diam dan menyaksi kan semua ini.
Raehan menelan saliva nya paksa, di mana ia melangkah kan kaki nya secara perlahan mendekat pada Agara yang masih meringkuk menenggelam kan wajah nya yang menangis.
Raehan mengusap puncak kepala Agara dengan lembut, membuat Agara mengangkat wajah nya dan mendongak pada Raehan yang menatap nya sendu.
Tatapan yang selalu membuat diri nya tenang, dan membuat diri nya merasa tidak sendiri di dunia ini.
Perlahan Raehan menurun kan tubuh nya, hingga berjongkok di hadapan Agara.
Tangan mungil nya mengusap air mata yang mengalir di wajah kekasih nya.
Wajah yang sudah sangat sembab dengan ke dua mata yang membengkak dan hidung yang memerah.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
__ADS_1