
...192โฃ...
Raehan memarkir kan motor nya, membuka helm lalu meletak kan nya di kaca spion.
Tak lupa ia berkaca dan merapikan poni kuda nya sebelum turun dari motor.
Rasa nya ia ingin melompat dan berjingkrak saat ini juga.
Namun suara dingin langsung menghantam pendengaran Raehan.
"Kau terlihat sangat senang rubah betina..." Seru Dion yang berdiri di samping gerbang.
Ia sengaja berdiri di situ, untuk menunggu kehadiran rubah betina nya. Yah meski pun ia sudah berdiri selama satu jam lama nya.
Namun ia tidak keberatan dengan itu, ia hanya ingin memberi kan dukungan pada Raehan karna hari ini rubah betina nya akan melakukan seleksi ke dua.
Raehan langsung menghenti kan langkah nya, ketika melihat Dion menghampiri diri nya.
Meski di sapa dengan kalimat membosan kan dan menyebal kan itu, tapi tetap saja wajah Raehan berseri karna kebahagian nya mengalah kan rasa kesal nya.
"Tentu saja... Hari ini sangat cerah dan kau juga harus bahagia dengan mengubah panggilan buruk mu itu pada ku..." Sahut Raehan dengan memiring kan bibir nya.
Dion mencebik kan bibir nya.
"Cepat masuk lah... Kau harus melihat hasil seleksi kemarin... Pengumuman nya sudah selesai..."
"Benar kah??" Raehan terlihat antusias.
"Kau kira aku bohong...?" Sinis Dion dengan tatapan tajam menghunus yang membuat Raehan memutar bola mata nya malas.
Sekali saja Dion tidak bersikap sinis pada nya pasti dunia pria itu akan hancur. Batin Raehan kesal, namun wajah nya tetap tersenyum. Meski rasa nya tangan nya sudah gatal ingin mencakar- cakar wajah Dion yang sangat menyebal kan.
"Baik lah.. Aku pergi..." Ujar Raehan melangkah kah kaki nya.
"Tunggu...!"
Raehan menghenti kan langkah nya saat mendengar suara Dion yang mencegah nya.
"Ada apa lagi...?"
Dion berjalan mendekat ke arah Raehan, menatap Raehan dengan lekat.
"Kerja bagus... Lakukan yang terbaik untuk hari ini..." Ujar Dion dengan serius, lalu mengacak rambut rapi Raehan lalu pergi dengan wajah tersenyum.
Raehan mendengus kesal, sambil merapikan rambut nya yang berantakan karna ulah Dion.
Tapi ia cukup senang dengan kata- kata semangat yang di ucap kan Dion.
__ADS_1
Setidak nya hari nya semakin cerah dengan mood yang benar- benar bagus.
"Huhhhh... Kali ini aku memaaf kan mu ... Untung saja kata- kata mu bagus kalau tidak aku pasti kan bokong mu terbelah menjadi dua..." Dumel Raehan sembari menatap punggung Dion yang semakin menjauh dari nya.
Raehan kembali berjalan, kali ini sebelum masuk kelas, ia harus menuju mading untuk melihat hasil seleksi nya.
Ia yakin jika ia pasti akan lulus, apa lagi keyakinan nya semakin bertambah saat Dion mengatakan hal tadi, memberikan nya semangat untuk hari ini.
Raehan menatap area mading yang sudah penuh dengan para peserta yang berkerumun untuk melihat hasil seleksi mereka.
Netra Raehan juga tidak melewat kan penampakan seorang gadis dengan rambut pirang yang tengah tersenyum dan di kelilingi oleh beberapa murid, siapa lagi jika bukan Lessia si nenek sihir hidung panjang.
"Rae...!" Panggil Fir dengan melambai kan tangan ke arah Raehan.
Raehan langsung menoleh dan melambai kan tangan nya juga, lalu berjalan mendekat ke arah Fir yang sedang berdiri tak jauh dari area mading.
"Miya mana?" Tanya Raehan sembari mengedar kan pandangan nya mencari keberadaan sahabat perempuan nya.
"Biasalah dia belum dateng... Oh ya kamu udah lihat hasil seleksi osis mu yang kemarin belum?"
"Belum... Ini mau lihat... Tapi rame banget...." Jawab Raehan sambil melirik ke arah area mading.
Fir melempar pandangan nya ke arah area mading, di mana netra nya menangkap keberadaan Lessia dan Kiara beserta antek- antek laknat nya.
"Rame atau karna ada Lessia di sana. Makak nya kamu ngak mau ke sana...?" Tanya Fir kini dengan senyum mengejek.
Raehan dan Fir berjalan menuju mading, di mana Lessia langsung menyadari kehadiran sang musuh bebuyutan yang sangat di benci nya.
Lessia tersenyum menyeringgai saat melihat Raehan mendekat.
Ia sangat bahagia karna ia akan memberi tahu kepada Raehan bahwa diri nya dan Agara akan bertunangan.
Dan hal itu pasti akan membuat Raehan syok, atau dia akan lari terbirit- birit dengan menangis.
Lessia, Kiara dan juga ke dua antek- antek nya berjalan mendekat ke arah Fir dan Raehan yang baru saja datang.
"Kau tidak perlu melanjut kan langkah kaki mu untuk melihat pengumuman, karna kamu tidak lulus dalam seleksi... Ha... Ha..." Seru Lessia dengan tawa sombong nya.
Apa?
Tidak mungkin nama nya tidak ada bukan?
Pikir Raehan mengerjit bingung.
"Ya kali Raehan ngak lulus.. Kamu kali yang ngak lulus...."Sosor Fir tidak percaya dengan apa yang di katakan Lessia.
Raehan adalah murid yang cukup pintar, tidak mungkin ia tidak lolos.
__ADS_1
"Haduhhh... Kalian ini udah di bilangin masih aja ngeyel... Tuh kuping kayak nya ngak pernah di korek ya..." Sarkas Kiara dengan tatapan menjijik kan.
Raehan menghembus kan nafas nya. Pagi yang cerah ini, kenapa harus bertemu dengan biang rusuh yang selalu membuat hidup nya tidak tenang.
Meski sudah di beri pelajaran tetap saja perusuh- perusuh ini tidak mau berhenti.
"Ohhh.... Aku sangat tersanjung karna seorang Lessia mau membuang - buang waktu untuk melihat hasil seleksi ku di mading... Aku tidak tahu ternyata kamu sangat perhatian...." Seru Raehan dengan kepala terangkat , menunjuk kan jika ia sama sekali tidak merasa terintimidasi dengan tatapan merendah kan dari musuh yang ada di hadapan nya.
Lessia menggeram mendengar perkataan Raehan.
Raehan selalu bisa menyulut kemarahan nya.
Gadis pendek di depan nya sama sekali tidak takut pada nya.
"Sombong banget kamu, padahal nama juga ngak ada di pengumuman... Ternyata hanya menjawab soal saja kamu tidak bisa... Dasar bodoh...!" Teriak Kiara yang kini mengundang banyak perhatian yang kini berubah mengerumuni mereka.
Lagi- lagi mereka harus menjadi pusat perhatian.
"Lalu kenapa jika nama ku tidak ada.. Aku tidak apa- apa.. Kenapa kamu yang sewot..." Kekeh Raehan melihat wajah memerah Kiara.
Beberapa murid yang mengerumuni mereka juga ikut tertawa, karna merasa lucu.
"Dasar sombong... Orang seperti mu memang tidak pantas untuk masuk dalam seleksi selanjut nya..."Pungkas Lessia yang tidak mau kalah adu mulut dengan Raehan.
"Memang nya kamu siapa yang bisa memutus kan peserta yang lain nya lulus atau tidak?" Sarkas suara yang begitu tegas dan tajam yang berasal dari seorang gadis berkaca mata, dengan wajah tegas dan dingin.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???