Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Rendah..


__ADS_3

...34...


Dion terus menarik pergelangan tangan Raehan, tanpa memperdulikan ringgisan Raehan yang kesakitan karna cekalan tangan nya.


Dion terus menyeret tubuh mungil Raehan, dan menghempaskan nya masuk ke dalan ruang privat nya.


Nafas nya memburu, dengan bau gosong yang keluar.


Raehan menyetabilkan tubuh nya agar tidak terjatuh. Memperbaiki posisi nya berdiri dan mengatur nafas nya yang tersenggal- senggal.


Karna ulah Dion yang membuat nya berlari, mengikuti langkah panjang Dion.


Raehan mengelus pergelangan tangan nya yang memerah karna cekalan kuat dari Dion.


Untung saja tangan nya tidak putus karna terus di tarik Dion.


Ia juga tidak mengerti, kenapa pria menyebalkan ini sebegitu marah nya.


Sampai- sampai ia terus mondar- mandir, sesekali menuangkan air ke dalam gelas lalu meneguk nya habis.


Wajah Dion terlihat begitu gelisah, dengan api kemarahan yang membuat wajah nya memerah sempurna. Persis seperti cabai yang matang.


Dion menghempas kan tubuh nya ke sofa, memejam kan ke dua mata nya sejenak, sambil tangan nya memijat pelipis nya.


"Rubah betina ini benar- benar sangat mempengaruhi ku..." Rutuk Dion membatin.


Emosi nya benar- benar meledak, hanya karna melihat rubah betina nya tertawa tanpa beban bersama pria lain, bahkan Raehan tersenyum begitu manis pada pria lain, yang semakin membuat hati nya memanas.


Gadis itu bahkan tidak pernah tersenyum semanis itu pada nya. Iri dan kecewa serta kemarahan menyatu menjadi satu.


Ingin rasa nya ia saat ini, menghajar wajah tampan Agara hingga rusak dan berubah menjadi buruk rupa.


"Kak Dion apa- apaan sih... Asal tarik aku ke sini..." Ketus Raehan menatap tajam Dion dari sudut mata nya.


Gara- gara pria menyebalkan ini, moment berharga nya hilang seketika.


Padahal moment tadi sangat pas untuk menyatakan perasaan nya pada Agara.


Tapi entah dari mana parasit ini datang mengganggu.


Dion menghentikan pijatan pada pelipis nya, mata nya terbuka perlahan.


Belum selesai kemarahan nya, Raehan malah semakin menyulut kesabaran nya.


Apa gadis ini tidak ada takut- takut nya saat melihat diri nya marah?


Ya ampun, pekik Dion dalam hati.

__ADS_1


"Kau sedang apa bersama Agara?" Tanya Dion dengan wajah menyelidik, menatap Raehan seolah- olah gadis di depan nya sudah melakukan hal tidak- tidak bersama Agara.


Api kemarahan mengukus dari atas kepala Raehan. Melihat cara Dion menatap nya.


Seolah- olah ia telah melakukan tindak asusila bersama seorang pria.


Berani sekali dia..! Teriak Raehan dalam hati.


"Kak Dion hentikan!! pikiran mu sungguh sangat menjijik kan!!" Teriak Raehan dengan ke dua mata berkaca- kaca. Ia sudah tidak bisa memendung emosi nya lagi.


Dengan Cepat Dion bangkit dari duduk nya, mencengkram dagu Raehan, dan mendorong tubuh mungil itu hingga membentur tembok.


Dion menghimpit tubuh Raehan, dengan mata yang sudah memerah dengan kemarahan yang berkumpul dengan jelas di sana.


Kemarahan yang siap di ledak kan.


Tapi hal itu tidak membuat Raehan takut, bahkan ia berani menatap Dion dengan tatapan jijik.


Meski tangan besar itu, menyakiti rahang nya yang di cengkram dengan kuat.


"Menghentikan pikiran ku hhhh??... Apa yang akan di pikir kan orang, ketika melihat dua orang berlainan jenis tengah bersama, dan pria nya tidak memakai baju sama sekali... Katakan apa yang mereka pikir kan...!!" Ujar Dion dengan suara tinggi, hingga memantul dalam ruangan.


"Aku pikir, kau begitu naif Raehan Angelina. Ternyata wajah polos mu itu hanya sebagai tameng untuk menipu orang lain... Kau sama saja seperti ular yang hanya bisa menipu orang..."


Dion mengeratkan cengkraman nya, membuat air mata bening Raehan merembes mengenai tangan nya.


"Aku katakan pada mu, sampah seperti mu yang mengejar Agara jauh lebih cantik dari wajah lugu mu ini. tubuh mereka Jauh lebih seksi dari pada tubuh pendek mu ini. Mereka Jauh lebih kaya dari kemiskinan mu..."


"Untuk itu Agara tidak akan pernah melihat mu...!!"


Hati Raehan terasa di remas ribuan kali. Kenyataan terasa menampar diri nya berulang kali.


Hinaan Dion menusuk hingga ke relung hati nya terdalam. Menyayat hati nya hingga berkeping- keping.


Bisakah Pria di depan nya ini menyaring sedikit ucaoan nya yang terlalu jujur?.


Bisakah pria di depan nya ini, tidak mengatakan semua kekurangan diri nya dengan sangat mendetail, hingga mematah kan kepercayaan nya yang selama ini selalu ia jaga.?


Tidak...


"Aku tidak boleh terlihat terpengaruh dengan apa yang dia ucap kan.. Jika tidak ia akan semakin menekan ku..." Batin Raehan menelan saliva nya paksa.


Rahang nya terasa hancur dengan cekalan Dion, tapi ini bukan saat ia memperlihat kan rasa sakit nya, jika tidak laki- laki ini akan semakin menatap nya rendah.


Raehan mengangkat tangan nya, menarik paksa tangan Dion untuk lepas dari dagu nya.


Menatap Dion dengan tatapan jijik.

__ADS_1


"Jika kau ingin mengatakan itu semua pada ku, maka bercermin lah dulu. Lihat lah diri mu apa dengan mengatakan itu semua kau menjadi lebih suci dan mulia dari ku?."


Air mata Raehan mengalir dengan deras, namun mata nya menyiratkan amarah yang tak kalah besar dari Dion.


Bisa- bisa nya Dion menuduh nya melakukan hal tidak- tidak dengan Agara.


Harga diri nya terluka, itu sama saja Dion mengatakan jika diri nya adalah gadis murahan, yang merayu pria dengan menyerahkan tubuh nya.


"Tidak... Malah kau membuktikan jika kau jauh lebih murahan dari ku... Aku tidak peduli dengan aoa yang di katakan orang tentang ku dan kak Aga. Tapi yang jelas mereka tahu jika kami tidak melakukan hal kotor yang kau katakan..."


Raehan mengusap air mata nya kasar.


"Kau adalah ketua osis di sekolah ini. Seharus nya kau berpikir dengan kritis, bukan malah menuduh ku melakukan hal kotor seperti itu.... Sekarang katakan pada ku siapa yang lebih rendah, menuduh dan memfitnah seseorang dengan tuduhan kotor seperti itu, Atau seorang gadis yang hanya tertawa bersama seorang pria yang membantu nya..?"


Raehan menghela nafas nya panjang. Mungkin memang ia harus mengeluarkan semua unek- unek yang ada dalam hati nya sejak tadi.


"Dan yang perlu kau tahu kak Dion, aku tidak peduli jika kak Aga tidak akan pernah melihat ku... Karna aku adalah gadis dengan seribu kekurangan... Tapi aku pastikan, ia tidak akan menemukan cinta tulus yang ku miliki untuk nya... Ia tidak akan menemukan satu pun gadis di seluruh dunia ini... Yang menatap nya dengan penuh kasih sayang. Dan menghormati nya selayak nya seorang pria sejati. Serta mengistimewakan diri nya selayak nya berlian yang paling berharga...."


"Aku bukan orang yang mundur sebelum peperangan di mulai... Tapi aku adalah orang yang akan berjuang hingga darah penghabisan... Meski aku tahu untuk mencapai nya, aku harus menerima banyak sabetan luka."


"Aku sangat mencintai Agara... Dan aku mencintai nya setulus hati ku..."


Tekan Raehan di setiap kalimat yang keluar dari mulut nya.


Kedua matanya memerah dengan selapis cairan bening yang bersarang di ke dua mata jernih nya.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??

__ADS_1


__ADS_2