
...229π...
Raehan mengusap puncak kepala Agara dengan lembut, membuat Agara mengangkat wajah nya dan mendongak pada Raehan yang menatap nya lembut.
Tatapan yang selalu membuat diri nya tenang, dan membuat diri nya merasa tidak sendiri di dunia ini.
Perlahan Raehan menurun kan tubuh nya, hingga berjongkok di hadapan Agara.
Raehan menyentuh dagu Agara.
"Jangan menangis..!!" Lirih Raehan dengan suara yang bergetar.
Agara langsung memeluk Raehan erat, menghirup aroma tubuh Raehan yang benar- benar mampu membuat diri nya merasa tenang.
Pelukan yang terasa begitu nyaman dan tulus.
Sofia yang melihat Agara memeluk Raehan dengan begitu agresif, menunduk kan wajah nya.
Rasa nya hati nya begitu sakit, seperti di tumbuk hingga melebur.
"Apa aku salah Rae mengata kan semua itu pada nya.? Hiks... Hiks..." Tanya Agara semakin menenggelam kan wajah nya di ceruk leher Raehan.
Raehan mengelus kepala Agara lembut, ia mengerti perasaan Agara.
Perasaan yang sudah lama membelengu nya dan akhir nya kini bisa tersalur kan.
Hanya sedikit memberi kan nya pengertian pasti Agara akan mengerti semua nya.
"Iya kak Aga tidak salah... Semua yang kak Aga kata kan memang benar... Kak Aga sudah melewati semua nya dengan sulit tanpa kehadiran orang tua di samping mu..."
Agara mengurai pelukan nya, menatap dalam wajah Raehan yang memandang nya penuh dengan kasih sayang.
Raehan selalu berhasil membuat diri nya tenang, apa yang di ucap kan gadis di hadapan nya, seperti sebuah mantra yang mensugesti diri nya.
Ucapan yang selalu mengetuk hati nya yang keras dan dingin, bahkan kini hati nya telah di miliki sepenuh nya oleh Raehan.
Raehan menangkup wajah Agara, menatap lekat pada ke dua bola mata yang penuh dengan kesedihan.
"Dengar kan aku... Orang yang membuat kesalahan juga memiliki sebuah kesempatan.. Jika seseorang meminta maaf dengan begitu tulus dan menyesali semua kesalahan nya, maka dia berhak untuk di beri kesempatan..."
"Apa itu mak--"
"Dengar kan aku..." Raehan memotong ucapan Agara. Ia belum selesai bicara.
"Meminta maaf adalah sesuatu yang mulia.. Tapi memberi kan maaf jauh lebih mulia... Jika kak Aga tidak ingin memaaf kan mama mu tidak apa.. Aku tidak akan memaksa.. Tapi coba tanya kan pada hati kak Aga. Apa permintaan maaf dari mama mu tidak tulus dan hanya sandiwara.? Apa menurut kak Aga dia tidak pantas untuk di maaf kan?.. Sementara dia sudah mempertaruh kan nyawa nya saat melahir kan kak Aga?. Yah dia memang melakukan kesalahan tapi tidak akan pernah menutup kenyataan jika dia adalah mama kak Aga..
Di dunia ini tidak ada ibu yang putus hubungan dengan anak nya di sebut mantan ibu.." Raehan menunjuk dada kiri Agara, di mana tatapan Agara mengikuti gerakan tangan mungil Raehan.
__ADS_1
Agara terdiam, di mana kini ia tengah berperang dengan diri nya sendiri.
Peperangan antara kebencian dan ucapan Raehan yang bagi nya juga benar, namun ia belum bisa melupakan apa yang sudah terjadi.
Raehan menarik kepala Agara masuk dalam dekapan nya. Menyalur kan ketenangan berharap Agara mendengar kan diri nya.
Ia tidak bermaksud untuk memaksa Agara memaaf kan Nyonya Sabrina. Ia hanya ingin yang terbaik untuk pria yang sangat di cintai nya.
Setidak nya Agara bisa merasa kan rasa cinta seorang ibu dalam hidup nya. Meski semua nya sudah terlambat.
"Kak Aga tahu, satu keburukan bisa menutupi semua kebaikan yang di lakukan oleh seseorang... Bagaimana jika kita balik pernyataan itu, Satu keburukan tidak bisa menutupi semua kebaikan yang di lakukan semua orang.. Hmmm..." Bisik Raehan dengan lembut di telinga Agara.
Agara menatap sekilas pada Nyonya Sabrina yang masih menangis sesenggukan. Mencari sebuah kebohongan di wajah pucat pasi itu.
Menelisik jika tangis wanita yang sedang duduk di kursi roda hanya sebuah sandiwara. Namun ia hanya menemukan dan melihat penyesalan.
Agara mendorong perlahan tubuh Raehan, menatap sekilas wajah gadis yang sangat di cintai nya. Lalu beranjak mendekat ke arah Nyonya Sabrina.
Nyonya Sabrina menunduk dalam, ia sungguh tidak sanggup menatap wajah sang putra.
Ia sama sekali tidak memiliki nyali, rasa bersalah yang sudah sejak lama ia pendam membuat diri nya malu untuk memandang wajah Agara.
Wajah dan sorot mata yang menatap nya penuh dengan kebencian dan semua itu adalah akibat dari apa yang sudah ia lakukan di masa lalu.
Sofia menatap khawatir melihat Agara yang mendekat pada Nyonya Sabrina, di mana pikiran nya berpikir jika Agara akan melakukan kekerasan.
Nyonya Sabrina kaget bukan main, bahkan ia tidak bisa berkedip, saat merasa kan tangan hangat Agara menyentuh tangan nya yang kurus. Lalu Agara meletak kan kepala di pangkuan nya.
Ia tidak percaya hal ini.
"Aku merindu kan mu Ma...!" Lirih Agara dengan suara penuh kerinduan.
Lagi- lagi Nyonya Sabrina tidak mampu membendung air mata nya.
Di mana tangis nya kembali tumpah.
"Maafin mama Nak... Hiks... Hiks...." Balas Nyonya Sabrina dengan deraian air mata haru.
Akhir nya setelah sekian lama, ia kembali mendapat kan putra nya.
Ia berhasil mendapat maaf putra satu- satu nya sebelum ia pergi dari dunia ini.
Nyonya Sabrina mengelus rambut Agara dengan penuh kasih sayang, di mana Agara bisa merasa kan usapan hangat dari tangan sang ibu. Yang selama ini selalu ia impikan.
Raehan tersenyum bahagia melihat adegan di depan nya.
Di mana seorang anak dan seorang ibu kini bisa bersatu kembali.
__ADS_1
Bagaimana pun jarak membentang tapi hati seorang anak dan ibu selalu terikat.
Diri nya senang, Agara mendengar kan apa yang ia ucap kan.
Dan diri nya sangat senang bisa memberi kan kasih sayang seorang ibu untuk Agara.
Sofia melempar pandangan nya pada Raehan, di mana ia bisa melihat senyum bahagia di wajah gadis mungil itu.
Ia sangat kagum pada Raehan, karna Raehan bisa melakukan apa yang selama ini tidak bisa ia lakukan.
Gadis yang ia kenal sangat humoris dan periang itu berhasil meluluh kan hati Agara dan menghancur kan benteng kebencian Agara.
Raehan benar- benar gadis yang hebat, dan gadis seperti dia memang pantas untuk Agara.
Rasa yang ia miliki untuk Agara bukan lah apa- apa sekarang. Rasa tidak suka yang sempat timbul untuk gadis mungil itu kini sirna.
Di mata nya, Raehan seperti cahaya yang mampu menyinari hidup kelam Agara.
Wajar jika Agara menyukai gadis hebat seperti Raehan.
Bahkan beberapa pria di sekolah nya pun memperebut kan gadis mungil ini.
Dan diri nya sama sekali tidak kaget akan hal itu.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
__ADS_1