Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Ternyata juga tertangkap


__ADS_3

...246πŸ’›...


Raehan mendongak kan kepala nya, di mana mata nya yang masih tertutup terasa silau dengan cahaya matahari.


Dengan perlahan Raehan membuka kelopak mata nya, kepala nya masih terasa pusing dan pening.


Di mana penglihatan nya menampil kan hasil gambar sebanyak dua.


Raehan menggeleng kan kepala nya, mengerjap kan ke dua mata nya agar penglihatan nya menjadi jelas


Tubuh nya sedikit merasa sakit, apa lagi di bagian leher.


"Hhhhh...." Dengus Raehan saat menyadari jika ke dua tangan nya terikat ke belakang.


Bahkan bibir nya tidak bisa bergerak karna di lakban.


Apa yang akan terjadi pada nya sekarang?


Apa penculik itu ingin mengambil organ tubuh nya dan menjual nya.?


Tidak- tidak kenapa ia berpikir seseram itu.


Raehan menatap ke samping nya di mana di sekitar nya terlihat remang- remang.


Ia bisa menebak jika pasti ia berada di sebuah bangunan kosong. Karna ia bisa mencium hembusan angin yang membawa butiran debu.


Raehan kembali mengedar kan penglihatan nya.


Hingga ke dua kening nya mengkerut dalam, bersamaan dengan ke dua mata nya yang membola saat melihat siapa yang tengah terikat dengan posisi yang sama di samping nya.


"Kak Dion...!" Batin Raehan kaget melihat Dion ternyata juga di culik.


Apa diri nya tidak salah lihat?


Seingat nya ia hanya bersama Kazuya, lalu Dion kenapa dia juga bisa di culik sama seperti diri nya?


Astaga Kazuya.


Raehan langsung mencondong kan tubuh nya saat ingatan nya mengingat tentang pria yang bersama nya beberapa jam yang lalu.


Dan ternyata Kazuya juga tertangkap dan duduk terikat sama seperti diri nya yang berada di samping Dion.


Raehan menggeram kesal , Kenapa bisa Kazuya sampai tertangkap.


Padahal ia sudah meminta pria itu untuk tetap bersembunyi.


Jika begini diri nya sia- sia sudah mengorban diri nya.


Gagal sudah menjadi superhero sesuai dengan adegan yang ada film- film.


"Emmmm...!" Dion meringgis saat merasa kan bagian dada nya yang terasa sakit.


Ia pasti kan pasti ada bekas lebam pada dada nya yang mulus yang ia dapat kan karna bertengkar barusan.


Dion mengerjap kan ke dua kelopak mata nya dengan perlahan.


Di mana netra nya langsung menangkap ruang kosong dengan pencahayaan yang remang- remang di depan nya.


Dion menggerak kan ke dua tangan nya, namun ternyata ke dua tangan dan kaki nya di ikat dengan sangat kuat.

__ADS_1


Bahkan para penjahat itu melakban bibir nya yang membuat Dion semakin kesal dan marah.


"Sial... Lihat saja jika aku sampai keluar dengan selamat dari sini... Aku akan mematah kan ke dua tangan dan kaki kalian karna sudah berani mengikat ku..." Umpat Dion yang masih menggerak kan ke dua tangan nya agar bisa terlepas dari ikatan yang terasa menguliti kulit tangan nya.


Sedang kan Raehan yang melihat Dion berusaha melepas kan diri dengan memberontak memutar ke dua bola mata nya malas.


"Dasar bodoh.. Percuma kamu berontak itu tali nya kenceng banget..." Batin Raehan merasa bodoh melihat tingkah Dion.


Drak...


Drak...


Drak..


Raehan menggoyang kan kursi yang tengah di duduki nya, hingga menimbul kan suara.


Di mana Dion langsung melihat ke arah nya.


Memang ini yang diri nya mau.


Ke dua mata Dion yang melihat di hadapan nya ternyata juga ada Raehan begitu lega.


Karna ia bisa melihat Raehan masih hidup dan bernafas.


Meski penampilan rubah betina nya terlihat sangat berantakan.


"Hmmmm... Emmmm..." Cicit Raehan yang berusaha berbicara, namun yang keluar adalah suara deheman absurd yang sama sekali tidak di mengerti oleh Dion.


"Dia bilang apa?" Tanya Dion dalam hati. Karna sama sekali diri nya tidak mengerti apa yang berusaha di kata kan oleh Raehan.


"Emmmm... Hmmmmm...." Timpal Dion yang juga ingin berbicara namun terhalang oleh lakban sialan.


Mereka sama- sama tidak mengerti apa yang di ucap kan satu sama lain.


Membuat Raehan memutar otak untuk mencari cara melepas kan diri.


Mereka harus segera kabur dari tempat ini.


Krreeetttt...


Suara pintu terbuka langsung mengalih kan perhatian Raehan dan Dion.


Di mana dari arah pintu yang terlihat gelap dan tidak jelas masuk tiga orang dengan pakain hitam.


Raehan bisa menebak jika ke tiga orang itu bukan lah orang yang sama yang menculik diri nya tadi.


"Hmmm kalian sudah bangun bocah tengik... Ha... Ha...." Seru mereka denga tertawa jahat.


"Emmmm... Emmmmm....." Cicit Raehan sambil menggoyang kan tubuh nya, untuk menarik perhatian para penculik.


Ketiga penculik itu tertawa nyaring saat melihat tingkah gadis mungil yang terlihat begitu garang dan bahkan menatap mereka begitu tajam.


"Seperti nya dia ingin berbicara..." Seru salah seorang dari mereka bertiga.


"Dia terlihat menarik jika kita bermain- main sebentar dengan nya..." Timpal rekan yang lain nya.


"Emmmm... Hmmmm...!!" Teriak Dion marah saat mendengar ucapan penculik itu yang ingin menganggu Raehan.


Dion menarik tangan nya, agar tali di pergelangan tangan nya terlepas tapi seperti nya itu hanya sia- sia.

__ADS_1


Srak...


"Auuuuu.....!"


Dalam satu kali tarikan keras, lakban yang ada di mulut Raehan di lepas dengan sangat kasar.


Di mana Raehan meringgis kesakitan karna rasa nya bulu kumis tidak terlihat di sudut bibir nya terasa tercabut semua.


Brengsek...


"Ha... Ha... Ha... ternyata dia imut sekali seperti anak anjing..." Tawa lucu ketiga penculik itu menatap Raehan penuh ejekan dan ledekan.


Ke dua tangan Dion mengepal dengan sangat erat, hingga buku- buku tangan nya memutih dengan sempurna.


Demi apa pun ia tidak terima ketiga pria brengsek itu mempermain kan Raehan.


"Lihat saja ketika tali ini lepas, aku pasti kan kalian bertiga akan ku gantung dengan tali yang sama yang sudah mengikat kami..." Umpat Dion yang hanya bisa menyuara kan kemarahan nya dalam hati.


Raehan menghembus kan nafas nya dari mulut. Lalu menatap satu persatu penculik yang ada di hadapan nya.


"Siapa kalian sebenar nya?. Kenapa kalian menculik kami?" Teriak Raehan dengan lantang dan menekan.


Bahkan ke tiga tawa penculik itu langsung mereda karna merasa kan aura membunuh yang di layang kan kepada mereka.


Ketiga penculik itu saling menatap satu sama lain.


Di mana salah satu dari mereka mendekat ke arah Raehan.


Srak....


Penculik itu mengcengkram dagu Raehan dengan kuat, di mana Raehan merasa rahang nya sedang di hancur kan.


Namun ia tidak akan terlihat kesakitan. Ia tidak mau para penculik itu merasa diri nya lemah.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.

__ADS_1


__ADS_2