Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Rencana weekend.


__ADS_3

...78...


Bel sekolah berbunyi nyaring, pertanda semua kegiatan mengajar dan belajar selesai.


Seluruh siswa dan sisiwi berhamburan keluar, dengan suara teriakan riang.


Seolah- olah sedang keluar dari penjara yang sudah belasan tahun mengurung mereka.


Tiga sekawan yang tak terpisah kan sedang mengobrol ringan di dalam kelas.


Siapa lagi jika bukan Fir, Miya dan Raehan.


Mereka bertiga sengaja keluar paling terakhir, karna tidak ingin berdesakan dengan murid- murid lain nya.


Fir dan Miya saling melontar kan tatapan sinis, sejak kejadian perampasan sarapan tadi pagi, mereka memutus kan untuk tidak saling berbicara.


Raehan hanya bisa mengembung kan pipi nya melihat pertengkarang dingin di antara ke dua nya.


"Ayo lah berhenti saling mendiam kan satu sama lain... Apa kalian tidak tersiksa terus seperti ini..." Cicit Raehan mencair kan suasana sengit di antara Miya dan Fir.


"Rae kasi tahu sama Fir, jangan terus menyalah kan seseorang... Dia merasa diri nya paling benar saja..." Ujar Miya yang membuat Raehan sebagai perantara penyampai pesan.


Sedang kan Fir langsung terbelalak mendengar hal itu.


"Rae katakan pada nya, jika aku tidak mungkin menyalah kan nya jika tidak salah... Gara- gara dia nasgor yang kamu berikan di gondol sama monyet kampret Agara..." Balas Fir tak mau kalah.


"Rae katakan pada nya, siapa yang bertugas untuk menjaga... Bukan kah itu seorang pria... Dia sangat egois..." Miya.


"Egois?? Rae katakan pada nya jika dia memegang kotak makan dengan erat nasi nya tidak akan bisa di ambil. Tubuh nya saja yang besar tapi dia sangat lemah..." Geram Fir.


"Hentikan...!!!" Teriak Raehan yang sudah pusing mendengar pertengkaran antara ke dua sahabat nya hanya karna masalah nasi goreng itu.


"Hhhhhuhhhh...." Fir dan Miya mendengus kasar, lalu membuang wajah mereka.


"Begini, besok adalah hari libur... Besok datang lah kerumah ku aku akan membuat kan kalian nasi goreng yang lebih enak dari tadi pagi... Untuk itu segera lah berbaikan.. Karna jika tidak aku tidak akan membiar kan kalian masuk ke dalam rumah ku..."


Bagai mendapat jackpot besar, kedua mata sahabat nya berbinar terang, bahkan sampai menyilau kan penglihatan nya.

__ADS_1


"Yang benar?" Tanya Fir memastikan.


"Kamu mengundang kami ke rumah mu dan akan membuat nasi goreng?" Ujar Miya dengan antusias.


"Hmmm..." Dehem Raehan singkat sebagai jawaban.


"Yes ini pasti sangat seru... Kita bisa menghabis kan waktu bertiga......"


"Friend time...!!!" Pekik Fir bersemangat.


"Baikalah, Fir maaf kan aku ya..." Ucap Miya dengan memasang wajah manis.


"Baiklah maaf aku juga Mi..." Balas Fir dengan menampil kan senyum termanis yang ia miliki.


"Hhhh setidak nya mereka sudah baikan... Jika tidak kepala ku bisa meledak karna menjadi perantara pesan umpatan mereka secara tidak langsung..." Dumel Raehan bersyukur dalam hati. Karna ke dua sahabat nya sudah bisa di bujuk hanya dengan nasi goreng.


"Baik lah.. Ayo kita pulang bersama..." Ujar Fir langsung memasang ransel nya.


Wajah Raehan seketika menjadi kaku, rasa nya ia tidak enak untuk membantah ajakan Fir. Tapi diri nya sudah ada janji untuk menemani Agara photoshoot sore ini.


"Rae kok bengong?. Kayak nya kamu mau nginep di sini?" Tanya Miya dengan tampang bodoh.


Miya langsung mengerucut kan bibir nya.


"Maaf tapi aku ada janji..." Balas Raehan dengan senyum lebar.


"Dengan Siapa?" Tanya Fir.


"Gadis sial ayo pergi....!!!" Suara bariton yang khas langsung memanggil Raehan dari arah luar kelas.


"Bersama dia..." Tunjuk Raehan sekilas ke arah pintu. Lalu mengulas senyum perpisahan serta lambaian tangan ke arah Fir dan Miya sebelum beranjak pergi.


Fir dan Miya menatap lekat ke arah pintu, memandangi ke dua orang tersebut menghilang dari pandangan mereka.


"Dia selalu saja mengganggu waktu kita..." Ujar Miya sedikit kesal, melihat sahabat nya di bawa pergi.


"Kamu benar, dia selalu datang dan membawa Raehan pergi... Sudah seperti wewegombel saja... Tapi sayang nya dia laki- laki..." Ucap Fir merasa geli sendiri, ketika membayang kan Agara memakai rambut palsu menjuntai panjang.

__ADS_1


"Seperti nya kita harus mengurus nya..."


"Kamu benar Mi... Sesekali kita harus memberi pangeran hati Raehan pelajaran..."


"Kalau begitu kita harus kerja sama..." Miya mengulur kan tangan nya sebagai tawaran.


"Dengan mu?" Tanya Fir dengan nada mengejek.


"Firr....!!!" Panggil Miya dengan suara meninggi.


"Baiklah aku terima..." Fir menyambut uluran tangan Miya sebagai simbol persetujuan.


"Ya sudah ayo pulang... Aku nebeng ya..." Balas Miya dengan tersenyum lebar, menampakkan deretan gigi nya sembari menatap Fir dengan tatapan memelas.


"Harta aja yang banyak, tapi masih nebeng..." Ejek Fir berjalan lebih dulu.


"Mobil ku lagi di bengkel, kalau tidak mana mau aku nebeng di mobil jelek mu itu..."


"Sekali kali kamu mengatakan nya, aku tinggal kamu di sini..." Sahut Fir dan langsung berlari kencang.


"Sialan...!!!" Pekik Miya lalu segera berlari juga, menyusul Fir yang sudah menjauh dari nya.


...----------------...


...****************...


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit

__ADS_1


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2