Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Raehan 5


__ADS_3

...205💛...


"Raehan Angelina, aku ingin bertanya pada mu. Kau tahu jika tidak seluruh murid yang patuh dengan setiap peraturan di sekolah Milver ini. Banyak sekali siswa maupun siswi yang membangkang dan melanggar aturan di sekolah ini. Mereka seperti parasit namun tidak mungkin untuk di musnah kan... Kadang kala saya mendengar anggota osis mengeluh untuk menghadapi siswa atau pun siswi seperti itu. Di mana siswa san siswi tersebut bahkan tidak takut pada anggota osis.. Bagimana kau akan menyikapi murid seperti itu sedang kau ingin merangkul semua orang untuk mencapai impian Milver High School maju menuju gerbang gemilang.? Dan saya tidak membutuh kan hanya sebatas teori karna kami semua membutuh kami bukti dan aksi. "


Wajah sang guru terlihat begitu merendah kan. Seolah ia yakin jika Raehan tidak akab bisa memberikan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan nya.


Raehan mengangguk- angguk kepala nya, mencerna dengan baik pertanyaan sang guru seram kepada nya.


Lalu menatap sang guru dengan tatapan penuh hormat.


"Sebelum nya saya ingin minta maaf terlebih dahulu, sebelum menjawab pertanyaan bapak.. Karna jika ada dari ucapan saya saat menjawab soal nanti ada kata- kata yang salah, saya berharap bapak tidak tersinggung atau pun memasuk kan nya ke dalam hati..." Ujar Raehan dengan menampil kan wajah tersenyum penuh hormat pada sang guru, di mana wajah sang guru sudah berubah pias.


"Bagi saya jawaban nya terlalu mudah... Bapak memang benar, kita semua tidak memerlukan banyak teori melain kan aksi dan kinerja... Tentu saja karna semua orang tidak memerlukan hal tersebut. Ini lah yang berusaha saya kata kan, jika saya tidak perlu menjanjikan banyak hal yang mungkin belum tentu saya bisa lakukan.. Oleh karna itu saya hanya membuat satu visi dan misi saja. Karna saya bukan tipikal orang yang suka dengan banyak teori.


Bapak juga benar tentang para murid yang sering melanggar aturan di sekolah ini, meski sudah berapa kali di tangani oleh pihak osis namun mereka tetap tuli , dan terus saja melanggar peraturan di sekolah tercinta ini.


Jawaban sangat mudah, bahkan anak sekolah dasar saja tahu apa jawaban nya..."


Sang guru semakin menatap Raehan dengan begitu serius, di mana Raehan sudah berhasil sedikit mencubit harga diri dan ego nya.


"Seharus nya seluruh dewan guru sadar, dengan tidak melimpah kan seluruh tanggung jawab kepada osis. Para dewan guru tahu jika masalah ini adalah masalah yang berkarat di mana tidak mudah untuk di laksanakan karna anggota osis sering mendapat pelajaran... Seharus nya bapak tidak berpangku tangan dan hanya menyaksi kan saja... Ada kala nya seluruh dewan guru turun tangan untuk menyelesai kan masalah yang meresah kan ini.... Bapak merasa masalah ini sangat merugikan tapi bapak hanya diam tanpa melakukan apa pun, padahal bapak tahu jika osis tidak sanggup, oh bukan tidak sanggup tapi sudah berusaha namun belum berhasil." Raut wajah Raehan berubah serius di mana kata- kata nya penuh dengan penekanan.


"Osis bukan budak atau pun pesuruh,,, mereka hanya relawan dengan impian bisa memajukan sekolah ini... Mereka punya banyak tugas mengurus ini dan itu, tapi dewan guru tidak berhak melimpah kan seluruh tanggung jawab pada pundak osis.. para dewan guru juga harus terjun kelapangan untuk mengatasi masalah.. Karna osis bukan organisasi yang sempurna, osis juga membutuh kan bantuan... Jadi menurut saya jawaban tersebut sudah bisa menjelas kan pada bapak terkait dengan pertanyaan tersebut.. Terimakasih..."


Semua dewan guru saling memandang satu sama lain, entah apa yang di rasa kan saat ini. Saat mendengar pukulan telak dari Raehan.


Mungkin kesadaran mereka bangkit, atau malah menyalah kan Raehan?.


Sang guru yang melempar pertanyaan bungkam seketika, dengan kepala menunduk.

__ADS_1


Apa yang di kata kan Raehan memang benar.


Dan hal itu sudah berhasil mengubah sudut pandang nya.


Dion tersenyum bangga pada Raehan.


Tidak salah ia memilih gadis kecil ini untuk ikut seleksi.


Karna dia berhasil membuat semua orang terpukau dengan jawaban nya.


Bahkan dia tidak segan untuk memberikan penegasan yang tegas pada pihak Dewan guru.


Hal yang tidak pernah berani di lakukan oleh peserta seleksi lain, yang bahkan memilih untuk menunduk dengan memuji.


Sedang kan Raehan, gadis yang memberikan jawaban serta penegasan tanpa pandang bulu, kedudukan , dan kekuasaan.


Begitu pula dengan Agara yang sangat bangga dengan kekasih nya.


Sungguh ia merasa beruntung di hadir kan sosok seperti Raehan dalam hidup nya.


Lalu Zack bahkan berdiri untuk Raehan. Ia semakin penasaran dengan Raehan yang ternyata sangat luar biasa.


Jika di banding kan dengan visi misi nya yang sepanjang artikel, tentu visi misi Raehan lebih bagus dari nya.


Bahkan Zack yakin jika Raehan adalah sosok yang tepat untuk memimpin sekolah Milver High School ini.


Sedang kan Miya dan Fir menetes kan mata haru, karna bangga dengan Raehan.


Bibir mereka tak bisa berkata- kata lagi untuk mengekspresikan rasa bangga mereka.

__ADS_1


"Seperti nya tugas saya sudah selesai dengan menjawab pertanyaan terakhir dari dewan guru... Saya ucap kan terimakasih kepada seluruh penonton, dan juga ribuan terimakasih kepada tiga orang yang sudah memberikan pertanyaan kepada saya... Saya undur diri..." Raehan membungkuk kan tubuh nya, sebagai tanda hormat sebelum melangkah turun dari podium.


Di mana sang Mc lagi- lagi melongo ternganga bahkan tidak ingat untuk menutup penampilan Raehan.


Sang Mc langsung terkesiap, saat kesadaran nya kembali seutuh nya.


Wajah nya memerah malu, saat mendengar Raehan menutup penampilan nya sendiri.


Raehan berjalan dengan memijat pelipis nya, lalu kembali duduk di kursi nya semula.


Di mana situasi langsung di ambil oleh sang Mc lagi.


"Waaw Rae kau terlihat sangat keren... Ku pikir kau hanya bercanda untuk mengguncang aula.. Tapi ternyata kamu benar- benar melakukan nya.. Bahkan kau berani menegur para dewan guru hingga mereka melipat wajah nya..." Ujar Zack yang langsung menyambut Raehan dengan cecaran kata- kata nya.


"Kau terlalu berlebihan Zack.. Aku hanya mengata kan sudut pandang ku yang ku anggap benar, untuk apa yang terjadi itu di luar kuasa ku..." Balas Raehan dengan senyum yang terlihat di paksa kan.


Acara terus berlanjut dengan lancar, di mana peserta setelah Raehan terus menampil kan penampilan terbaik mereka.


Raehan hanya menatap kosong tanpa minat, berdoa semoga acara monoton ini cepat berakhir dan selesai.


Karna ia benar- benar sangat gerah berada di dalam aula ini.


Raehan tidak membayang kan jika ia sampai lolos lagi, maka ia akan menghadapi situasi yang lebih sengit lagi. Yaitu adu debat antar kubu.


Di mana semua orang ingin melihat nya kalah dengan cara terhina, khusus nya Lessia.


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2