Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
parasit


__ADS_3

...36...


Rasa canggung menyeruak antara Raehan dan Dion, yang kini tengah duduk di sofa.


Raehan sungguh tidak habis pikir, hari ini adalah hari terpanjang bagi nya. Dengan segudang masalah yang menimpa nya.


Dion menjauh menuju meja nakas, membuka laci dan mencari sesuatu.


Raehan menatap nanar punggung Dion, ia masih tidak mengerti dengan perubahan sikap Dion yang persis seperti cuaca. Tidak bisa di tebak.


Dion memegang kotak P3K, lalu duduk di samping Raehan.


Ada rasa sedikit takut di hati Raehan saat diri nya berdekatan dengan Dion, Mungkin efek pertengkaran tadi.


Raehan menggeser tubuh nya sedikit menjauh, yang membuat Dion menaikkan alis nya. Lalu menghembuskan nafas nya pelan.


"Hhhhh... Seperti nya dia masih marah pada ku... " Batin Dion menghembuskan nafas pasrah.


"Sebenar nya apa yang terjadi? kenapa kau berantakan sekali?" Tanya Dion datar.


Ingatan Raehan berkelana kembali, mengingat kejadian yang terjadi antara diri nya, Miya dan Mika.


Ohhh,,, sungguh mengerikan. Ingatan itu masih segar saat Mika memotong tangan nya sendiri dan jatuh di bawah kaki nya.


"Kau tahu pak Tora kan?" Tanya Dion lagi, berjongkok di bawah, untuk mengobati luka di ujung jari Raehan.


"ehmm" Dehem Raehan.


Dion mengangkat pandangan nya sekilas, lalu kembali fokus mengobati luka Raehan.


"Dia dari keamanan sekolah... Ia ingin bertemu dengan mu"


"Hah.." Mulut Raehan terbuka lebar dengan ekspresi terkejut.


Astaga guru killer dan seram itu meminta bertemu dengan nya.


Dion merapikan kotak P3k usai mengobati luka Raehan, lalu duduk di sofa di samping Raehan.


"U... Untuk apa dia ingin bertemu dengan ku?" Jawab Raehan dengan terbata- bata.


Apa diri nya akan mendapat masalah lagi? Pikir nya membatin.


"Untuk menyelesaikan masalah Mika... Hanya kau yang bisa menjelaskan apa yang terjadi..." Papar Dion dengan menyenderkan punggung nya.


"Tidak.. Aku tidak sendiri di sana.. Ada Miya juga..."


"Miya tidak bisa memberi keterangan karna mental nya benar- benar terganggu akan insident itu.. Dan hanya ada kau yang bisa menjelas kan semua nya."


"Baiklah..." Lirih Raehan pasrah. Tidak ada guna nya juga ia menolak, ini sudah prosedur sekolah.


Sebagai siswa yang baik, diri nya harus membantu sekolah menyelesaikan permasalahan ini.


"Lalu kau dan Aga? apa kalian memiliki hubungan sedekat itu?" Tanya Dion kini dengan nada semakin serius.


Deg...


Jantung Raehan seperti terhenti memompa, saat mendengar pertanyaan dari Dion.


Atmosfer di sekitar nya menjadi lebih tipis, memciptakan suasana yang begitu tegang.


Ia rasa nya seperti penjahat yang sedang ketahuan melakukan tindak kriminal.

__ADS_1


Apa diri nya akan mengatakan jika cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan?.


Ohhh tidak, bisa- bisa apa yang akan di pikir kan pria gambreng ini.


Tadi saja dia dengan gampang nya menyebut diri nya gadis murahan, dan sekarang mungkin pria gambreng ini akan menyebut nya pelacur.


Sungguh mengerikan... Teriak Raehan dalam hati. Memikir kan semua itu.


Klek...


Raehan dan Dion mengalihkan pandangan nya bersamaan nya ke arah pintu yang terbuka.


Bukan kah Dion sudah mengunci pintu, lalu kenapa bisa Niel masuk dengan memasang wajah lelah.


"Untung aku punya kunci cadangan..." Sosor Niel dengan memperlihatkan sebuah kunci di tangan nya.


Ia menghempaskan tubuh nya di sofa, yang sudah terasa sangat lelah, karna tugas yang di berikan oleh dewan guru.


Dion merotasi mata nya malas, Niel benar- benar menjadi penganggu, pikir nya kesal dengan sahabat nya yang tidak tahu waktu ini.


Tatapan Niel membeku, saat bertemu dengan sorot mata membunuh Dion, lalu perlahan menatap Raehan.


"Astaga seperti nya aku salah masuk... Ohhh tidak Dion pasti akan menghajar ku sampai babak belur..." Batin Niel yang menerima tatapan kilat dari Dion.


Ia sungguh tadi tidak tahu jika Raehan ada di dalam ruangan. Jika diri nya tahu, tidak mungkin ia masuk ke sarang buaya.


"He.. He..." Kekeh Niel memaksakan , dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Hai Rae..." Ujar nya lagi, sambil melambaikan tangan nya ke arah Raehan.


Raehan menarik sudut bibir nya kaku, untung saja Niel datang. Jadi ia bisa segera pergi dari ruangan ini. Batin Raehan lega.


Raehan mengangguk cepat.


Sementara Dion membuang pandangan, karna kesal dengan Niel.


"Kak Niel,, aku harus pergi dulu.. Permisi..." Celetuk Raehan dengan berdiri dengan cepat, lalu segera keluar dari ruangan Dion, dengan langkah yang sedikit tertatih.


Dion hendak menahan Raehan, namun ia mengurungkan niat nya.


Ia tidak ingin memaksa gadis itu, atau gadis itu akan tertekan karna nya.


"Peace..." Pekik Niel dengan mengangkat dua jari nya membentuk huruf V.


Dion hanya menatap kesal pria di depan nya. tidak bisakah diri nya menikmati waktu berdua bersama Raehan.


Baru saja dia akan tahu, sedekat apa hubungan rubah betina nya dengan Agara.


Tapi di lubuk hati nya, ia berharap jika Agara tidak memiliki perasaan apa pun pada Raehan. Jika itu sampai terjadi kisah nya akan kandas sebelum di putar.


"Bagaimana? apa kau sudah tahu apa yang terjadi dengan insident Mika?" Tanya Niel mencoba mengalihkan kekesalan Dion.


Dion menggeleng pelan, menarik nafas berat sebelum menjawab pertanyaan Niel.


"Aku tidak bisa menanyai nya di saat kondisi nya seperti itu... Aku benar- benar kecolongan oleh Agara..." Timpal Dion mendengus kecewa.


Kerutan di kening Niel bertambah banyak, mendengar jawaban Dion.


"Agara?" Niel terlihat bingung.


Dion bangkit dari duduk nya, dan merebahkan diri di kasur King Size milik nya. Memikirkan Raehan dan Agara membuat tenaga nya terkuras habis.

__ADS_1


"Hmmm,,, Raehan jatuh cinta pada Agara..."


"Hmmmm Hua... Ha... Ha.... ha...." Tawa Niel membahana, mendengar penuturan Dion.


Astaga, sahabat nya telah kalah sebelum turun ke medan perang.


Kasihan sekali.. Teriak nya dalam hati.


Bugh...


Satu lemparan bantal, mengenai wajah Niel.


Bisa- bisa nya Niel menertawakan diri nya di saat hati nya sedang hancur.


Sungguh sahabat tidak beretika. Kesal Dion.


"Ya baguslah jika begitu..." Ujar Niel dengan ekspresi bahagia.


Yang langsung membuat Dion melotot ngeri.


"Apa maksud mu bagus..?" Ketus Dion.


"Ya bagus.. Raehan jatuh cinta dengan Agara lalu apa salah nya."


"Tentu saja salah... Dia tidak boleh jatuh cinta pada pria lain..."


"Apa hak mu mengatur nya..."


Dion langsung bungkam. Perkataan Niel menskakmat diri nya.


Otak nya terasa tidak berfungsi untuk menyangkal perkataan Niel.


"Lagi pula kau tidak menyukai Raehan kan.. Lalu untuk apa kau kesal seperti itu.." Ujar Niel berpura- pura memancing Dion.


Ia ingin sahabat nya itu mengakui perasaan nya.


"Ck... Ahhh... Mending kau keluar dari ruangan ku.. Aku ingin istirahat...!!" Bentak Dion dengan memunggungi Niel.


Niel mencebikkan bibir nya, dasar keras kepala. Pekik nya dalam hati.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??

__ADS_1


__ADS_2