
...254π...
Dion masih berusaha melepas kan diri, namun demi apa pun tali yang di pasang untuk mengikat diri nya benar- benar sangat kuat. Bahkan pergelangan tangan nya sampai terluka dan berdarah.
Ia benar- benar takut, penculik itu memasuk kan Raehan ke dalam tabung toran yang berisi air dan menutup nya dengan rapat.
Bagaimana jika Raehan sampai mati tenggelam.?
Tidak...
Tidak...
Ia tidak boleh berfikiran buruk. Yang terpenting sekarang ia harus bebas dan segera menolong Raehan keluar dari toran air itu.
Waktu nya semakin sedikit ia tidak ingin Raehan meregang nyawa di dalan toran air itu.
Kazuya meringgis saat merasa kan kepala nya yang terasa berat dan pening.
Seperti nya ia di bius hingga tidak sadar kan diri.
Kazuya mengerjap kan ke dua mata nya. Di mana dahi nya berkerut dalam saat merasa kan tangan nya yang tidak bisa di gerak kan.
"Aaaccchhh..." Ringgis Kazuya.
Dion yang mendengar suara Kazuya, segera menoleh ke arah pria tersebut.
Akhir nya pria itu sadar juga. Batin Dion.
"Heiii... Kau...!" Bisik Dion berusaha memanggil Kazuya dengan suara yang sangat kecil. Ia tidak ingin para penculik itu mendengar suara nya.
Mendengar bisikan , Kazuya menoleh ke arah Dion.
Ke dua mata Kazuya menatap ngeri ke arah tangan Dion yang berdarah.
"Hei... Kau lihat aku..!" Seru Dion lagi yang hanya melihat Kazuya diam dengan tatapan ngeri.
"Aahhh apa?"
"Sssttttt...." Dion langsung mendesis saat Kazuya merespon dengan suara yang cukup besar.
Kazuya langsung melipat bibir nya. Diri nya memang bodoh kenapa dia berbicara dengan nada cukup keras.
"Dengar kita harus menyelamat kan Raehan.. Raehan saat ini dalam bahaya.. Para penculik itu memasuk kan Raehan dalam toran.. Jika kita tidak segera menyelamat kan nya.. Maka Raehan bisa mati tenggelam..." Jelas Dion dengan raut wajah takut dan khawatir nya.
Kazuya yang mendengar cerita Dion terkejut bukan main.
Di mana Kazuya menatap ke arah depan di mana netra nya menangkap toran air berukuran tiga meter.
"Astaga apa Raehan di masuk kan ke dalam toran itu? sial mereka ingin membunuh Raehan..." Batin Kazuya dengan mengepal kan tangan nya.
Kali ini kemarahan nya sudah sampai ubun- ubun.
Benar apa yang di kata kan Dion. Mereka harus segera lepas untuk menyelamat kan Raehan secepat nya.
Ia tidak ingin gadis sebaik Raehan harus mati di tangan para penjahat itu.
Kazuya mengedar kan pandangan nya di mana sebilah kayu di sebelah nya terlihat meruncing tajam seperti tombak.
Kazuya segera menggeret kursi nya untuk mendekat pada kayu itu.
Ia yakin jika ia menggesek kan tali di tangan nya pada kayu tajam itu. Pasti ia bisa lepas.
__ADS_1
Dion mengerjit bingung sekaligus kesal, melihat Kazuya yang hanya sibuk sendiri dan mengabai kan diri nya.
Padahal situasi nya sangat genting seperti ini.
"Heiiii kau.. !" Panggil Dion namun Kazuya tidak merespon nya sama sekali.
"Sial... Orang ini apa yang di lakukan nya..." Rutuk Dion yang benar- benar kesal dengan Kazuya.
Sadar atau pun tidak , sama- sama tidak berguna. Pikir Dion yang masih berusaha melepas kan diri nya.
"Akhir nya terlepas..." Lirih Kazuya tersenyum melihat tali yang mengikat nya akhir nya terlepas.
Kazuya segera melepas ikatan di kaki nya.
Sementara Dion terdiam melihat Kazuya yang berhasil melepas kan diri dengan sangat mudah.
Sementara diri nya yang sudah bersusah payah untuk melepas kan diri sejak tadi sama sekali tidak berhasil.
Kazuya segera beranjak dan menghampiri Dion yang masih melongo.
Kazuya dengan cepat melepas kan ikatan yang pasti nya sudah sangat menyakiti tangan Dion.
"Bagaimana kamu bisa melepas kan diri?" Tanya Dion heran.
"Jangan pikir kan hal itu... Kita harus segera menyelamat kan Raehan..." Jawab Kazuya datar, lalu membantu Dion melepas ikatan di kaki nya.
"Bukan kah kaki mu sedang sakit ? lebih baik kami duduk diam di sini..." Ucap Dion saat diri nya akhir nya terlepas.
"Kali ini aku tidak akan diam saja... Aku harus membantu Raehan..." Jawab Kazuya mantap.
Ia tidak ingin lagi berpangku tangan, bagaimana pun Raehan sangat baik pada nya.
Krakkkk....
Tutup toran tiba- tiba terbuka.
Ketiga penculik yang sedang tertawa senang, seketika terkejut saat tutup toran terbuka.
"Sial... Dia gadis macam apa, dia bisa membuka toran nya...!!" Seru salah satu penculik yang terlihat panik.
Ia segera menaiki tangga untuk menutup kembali toran air tersebut.
Namun tiba- tiba tubuh nya di tarik dengan sangat keras lalu di hempas kan hingga membentur tembok.
Bammmm....
Panggilan vidio yang tengah menayang kan penyiksaan Raehan segera di matikan oleh Mr. Vinsion. Saat ia melihat ada kejadian yang aneh.
Agara yang melihat panggilan vidio tersebut di matikan dengan tiba- tian oleh Mr. Vinsion berteriak histeris.
"Kenapa panggilan nya di matikan?!!!"
"Sudah cukup untuk mu melihat Raehan... Cepat putus kan apa pilihan mu..." Bentak Mr. Vinsion yang sudah cukup muak dengan drama pencintaan anak muda seperti ini.
"Cepat apa pilihan mu Agara? Tiga menit lagi kekasih kecil mu itu berada di dalam toran air itu... Maka aku jamin dia akan keluar menjadi mayat... Bertunangan lah dengan Lessia maka dia akan selamat... Kamu lihat dengan sangat jelas anak buah ku memasuk kan nya ke dalam toran air itu..." Mr. Vinsion mendesak Agara untuk mengambil keputusan.
Meracuni pikiran Agara untuk memilih bertunangan dengan Lessia.
Dan memang hanya satu pilihan itu yang harus di pilih oleh Agara.
Pikiran Agara semakin kalut, di mana kepala nya terasa ingin pecah.
__ADS_1
Apa yang harus ia lakukan ?
Nyawa Raehan berada dalam bahaya.
Ia tidak ingin Raehan sampai meninggal.
Tapi bagaimana dengan janji nya yang baru saja ia berikan untuk Raehan.?
Harus kah ia mengingkari nya?
Mr. Vinsion yang sudah kehabisan kesabaran menghadapi Agara menepuk jidat nya sendiri.
"Apa janji lebih penting dari nyawa Raehan?" Ujar Mr. Vinsion menghempas kan tubuh nya kembali di sofa.
"Lepas kan dia... Keluar kan dia dari dalan toran itu.. Kamu benar- benar pria jahat....!!!" Pekik Agara dengan mengeluar kan semua amarah nya yang sama sekali tidak berguna saat ini.
"Hhhh baik lah... Jika begitu biar kan saja dia mati tenggelam.." Dengus Mr. Vinsion.
"Tidak... Tidak... Jangan lakukan itu.. Aku tidak akan pernah bisa melihat nya mati.. Aku mohon lepas kan dia.. Dia sama sekali tidak bersalah... Hiks... Hiks..." Agara merendah kan suara nya.
"Apa itu arti nya kamu setuju untuk bertunangan dengan Lessia?"
Agara mengangguk pelan.
"Maaf kan aku Rae.. Tapi aku tidak bisa melihat mu mati di depan mata ku sendiri..." Batin Agara di mana hati nya terasa di tusuk ribuan pedang.
"Tapi,, Aku punya syarat..." Beo Agara lagi kini menatap Mr. Vinsion tajam.
"Apa?"
"Pasti kan jika Raehan di bebas kan dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu apa pun..."
"Baik lah.. Itu syarat yang mudah..." Mr. Vinsion tersenyum penuh kemenangan.
Akhir nya Agara menurut kepada nya. Ia tahu jika rencana nya ini pasti akan berhasil.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
.
__ADS_1