Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Siasat !


__ADS_3

...91...


Sebuah mobil mewah berwarna hitam, berhenti tepat di pekarangan sebuah rumah yang begitu mewah.


Berhiaskan tanaman hias dengan harga fantastis, di baluti dengan sinar lampu gantung raksasa yang berada tepat di atas teras.


Tumbuhan- tumbuhan tertata begitu rapi, dengan pekarangan rumah yang begitu luas.


Agara mengerjap beberapa kali, memori nya melayang beberapa tahun silam.


Rumah besar dan mewah yang tengah di pandangi nya dulu pernah menjadi istana dengan tawa kebahagian.


Rumah di mana kaki - kaki kecil nya berlarian ke sana kemari di iringi dengan suara derapan kaki para pelayan yang mengejar nya.


Sampai semua ilusi kebahagian itu berakhir , bersamaan dengan hubungan ke dua orang tua nya yang berakhir dan memilih jalan masing- masing.


Sedang kan diri nya, tidak ada yang memikir kan nasib nya.


Tidak ada yang memikir kan perasaan serta tumbuh kembang nya.


Ke dua orang tua nya, pergi begitu saja meraih keegoisan mereka.


Sudut bibir Agara berkedut, dengan kilatan kebencian yang terlihat jelas pada manik mata merah milik Agara.


"Tuan muda Silah kan..." Ujar salah satu pria anak buah Mr. Vinson, lalu merentang kan tangan nya mempersilah kan Agara, yang sebelum nya membukakan pintu untuk Agara.


Agara melangkah keluar dari mobil, aura kebencian begitu terpancar dari tubuh nya.


Membuat ketiga pria yang tengah mengiringi Agara sedikit bergidik ngeri, dengan tatapan amarah dan benci yang begitu besar terkumpul di dalam nya.


Pintu utama langsung terbuka dengan lebar, menampil kan ruangan utama yang luas dengan perabot mahal dari belahan dunia.


Ini adalah pertama kali nya Agara menginjak kan kaki nya di rumah ini, setelah memutus kan pergi dari rumah besar ini.


"Si tua bangka itu sudah merombak semua nya. Tapi selera nya masih sangat buruk..." Batin Agara memasang wajah dingin mencekam.


"Putra ku...!!" Sorak Mr. Vinsion melihat tubuh Agara memasuki ruang keluarga tempat diri nya dan Lessia saat ini.


Mr. Vinsion langsung bergerak cepat ke arah Agara, sembari merentang kan tangan nya lebar ingin memeluk putra semata wayang nya.


Agara menampil kan smirk di bibir nya, saat menyaksi kan reaksi Mr. Vinsion.


Agara tahu, jika pria tua bangka itu tengah mempermain kan drama bahagia antara putra dan ayah di depan gadis yang sangat menyebal kan bagi nya.


"Ingin bermain, mari lakukan.. Sekali aku masuk ke rumah ini aku tidak akan keluar dengan tangan kosong..." Batin Agara yang langsung mengembang kan bibir nya. Menampil kan senyum termanis yang ia miliki.

__ADS_1


Mr. Vinsion langsung memeluk tubuh Agara, dan tanpa ia sangka dengan hangat Agara membalas pelukan nya.


Mr. Vinsion sedikit terkejut dengan reaksi Agara, pasal nya selama ini putra nya tidak pernah bersikap hangat seperti ini setelah belasan tahun lama nya.


Tapi sekarang, Agara malah memeluk nya dengan hangat, ada rasa senang. Namun juga ada rasa curiga yang bersarang di hati nya.


"Pa.. Aku merindukan mu..." Ujar Agara sambil melirik ke arah Lessia yang langsung menunduk malu.


"Tentu saja nak..." Balas Mr. Vinsion dengan wajah sedikit berkerut, di iringi dengan dua tepukan di bahu Agara.


Mr. Vinsion mengurai pelukan nya, lalu secepat mungkin memasang wajah ceria seperti sedia kala.


Agara melangkah menuju sofa di mana di ujung lain nya terdapat Lessia yang tersenyum manis ke arah nya.


"Malam Ga.." Sapa bibir seksi Lessia.


"Hmmm malam..." Jawab Agara singkat.


Mr. Vinsion langsung menyusul duduk di hadapan Agara, dengan senyum seolah- olah ia sangat bahagia akan kedatangan Agara.


Tapi sejujur nya, diri nya merasa was- was dan curiga. Ada rasa tidak aman saat melihat sikap Agara yang berubah hangat ke pada nya.


"Pelayan cepat buat kan minuman untuk tuan muda.." Titah Mr. Vinsion pada kepala pelayan di rumah nya.


"Jadi untuk apa papa meminta ku untuk kemari.?" Tanya Agara dengan santai.


"Cih.. Menjijik kan, harta sudah membuat nya menjadi penjilat sejati..." Batin Agara.


"Tapi, papa juga ingin membahas tentang masalah pertunangan mu dengan Lessia.." Lanjut Mr. Vinsion lagi.


"Jadi dia mengadu pada mu..?" Ejek Agara dengan melontar kan pandangan nya ke arah Lessia sekilas. Lalu menyilang kan kaki nya dengan aura sombong.


Lessia menelan ludah nya paksa, emosi nya benar- benar di uji oleh Agara.


"Hmmm bukan begitu Aga..." Sosor Mr. Vinsion cepat.


"Papa hanya ingin kamu memperlakukan Nona Lessia dengan baik.... Nona Lessia hanya ingin kamu mengakui jika kalian adalah sepasang tunangan.. Dan papa janji jika kamu menerima pertunangan ini. Pesta pertunagan kalian akan di adakan dengan sangat besar..."


"Tapi sayang nya aku sama sekali tidak berminat dengan tawaran mu pa.. Itu terlalu umum. Ayo lah aku putra mu satu- satu nya apa pertunangan ku akan sesederhana itu..?"


Mr. Vinsion mengerjit mendengar jawaban Agar. Cih, seperti nya ia tahu ke arah mana pembicaraan Agara.


"Lalu apa yang kau ingin kan Aga..?" Tanya Mr. Vinsion berusaha menjaga ekspresi wajah nya.


Jika saja Lessia tidak ada di sini, ia pastikan sudah menendang keluar putra kurang ajar yang sedang tersenyum penuh ejekan kepada nya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin meminta apa pun. Aku ingin meminta hadiah dari mu papa.." Agara terdiam sejenak, sebelum melanjut kan ucapan nya.


"Aku ingin satu pabrik makanan ringan yang ada di kota O. Aku yakin papa akan memberikan nya karna itu hanya pabrik kecil..."


Jederrrrr....


Bagai di sambar petir, tubuh Mr. Vinsion langsung kesemutan mendengar permintaan Agara.


Sial, pria yang notabene nya adalah putra nya meminta satu pabrik milik nya. Apa lagi Agara mengatakan pabrik itu dengan embel- embel pabrik kecil. Tapi pabrik yang di ingin kan Agara sedang mencapai puncak kejayaan dengan nominal pesanan yang begitu melimpah.


"Papa akan memberikan nya kan?" Tegas Agara dengan aura mengancam yang di tujukan kepada Mr. Vinsion.


Mr. Vinsion terdiam membisu, tentu saja ia tidak rela memberikan pabrik makanan ringan itu pada Agara. Karna ia tahu pabrik itu adalah bisnis yang sangat menjanjikan untuk nya.


"Om, kenapa diam, berikan saja pada Agara. Supaya Agara menerima pertunangan ini.. Lagi pula itu hanya pabrik kecil.." Ujar Lessia yang kini menyuarakan renggekan nya yang manja. Namun terdengar seperti renggekan keledai di telingan Agara.


"*Gadis bodoh... pabrik itu sangat menjanjikan untuk ku.. Cih anak kurang ajar ini sangat keterlaluan. Ia berani meminta pada situasi yang menguntung kan. Jika seperti ini aku sangat bodoh sudah mengundang ular masuk ke dalam rumah ku.." Umpat Mr. Vinsion menatap dingin ke arah Agara.


"Buah tidak pernah jatuh jauh dari pohon nya papa.." Batin Agara seolah- olah membalas kata hati Mr. Vinsion tentu saja di ikuti oleh tatapan dingin*.


Terlihat jelas, jika ada aliran listrik yang saling beradu dari tatapan dingin ke dua pria tersebut.


"Om...!!" Pekik Lessia memanggil Mr. Vinsion.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2