
...274π...
Lessia menatap jari manis nya yang kini tersemat sebuah cincin yang begitu indah.
Akhir nya apa yang di ingin kan nya terjadi. Tapi harapan nya sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasi nya.
Apa lagi jika bukan ekspresi Raehan yang di tunggu Lessia akan menangis dan meraung patah hati.
Tapi semua hal itu tidak terjadi, bahkan ia benar- benar terkejut melihat penampilan Raehan yang begitu tragis.
Ia tidak memungkiri jika hati nurani nya merasa kasihan pada Raehan.
Ia tidak pernah sekali pun memikir kan sesuatu yang seburuk itu menimpa Raehan.
Tapi ya sudah, untuk apa diri nya memikir kan gadis yang sudah membuat diri nya kesal dan marah.
"Selamat pagi Lessia...!" Ucap Mr. Vinsion yang langsung duduk di depan Lessia di mana hanya ada meja kaca yang menjadi sekat di antara ke dua nya.
Yah, mereka masih berada di hotel di mana pertunangan Lessia dan Agara di selenggara kan.
Mereka memilih menginap, karna acara tersebut membuat mereka cukup letih.
Azam meletak kan secangkir teh di depan Mr. Vinsion, di mana wajah pria tua paruh baya itu terlihat tersenyum ramah.
Lessia menatap tajam ke dua pria yang ada di hadapan nya.
Ia merasa apa yang terjadi pada Raehan berkaitan dengan Mr. Vinsion.
"Kenapa calon menantu ku menatap ku seperti itu..?" Celetuk Mr. Vinsion dengan menyeruput teh nya.
"Kau ingin minum teh?" Lanjut Mr. Vinsion yang kembali meletak kan cangkir teh nya di atas meja.
"Apa Om yang sudah melakukan hal itu pada Raehan ?" Tanya Lessia to the point karna ia sudah benar - benar sangat penasaran.
Senyum mengembang Mr. Vinsion langsung berkerut ke dalam, saat mendengar pertanyaan Lessia.
"Kenapa kau menanya kan hal itu?" Jawab Mr. Vinsion dengan sebuah pertanyaan.
"Entah, tapi aku rasa tidak ada yang bisa melakukan hal ini selain Om..." Sarkas Lessia dengan nada memvonis.
Mr. Vinsion memiring kan bibir nya, melihat calon menantu sumber kekayaan nya sedang menginterogasi diri nya dengan ketat.
"Tapi sungguh aku tidak melakukan apa pun pada gadis itu.. Siapa tahu saat dia datang ke acara pertunangan mu, di tengah jalan dia di begal oleh perampok hingga mendapat luka tusuk seperti itu..." Bohong Mr. Vinsion dengan memberi kan sebuah alasan yang paling tepat untuk kondisi Raehan.
Lessia menatap Mr. Vinsion semakin tajam , mencari kebohongan dari gerak- gerik pria itu.
Namun ia sama sekali tidak menemukan apa pun.
__ADS_1
Seperti nya apa yang di kata kan oleh calon mertua masa depan nya itu memang masuk akal.
"Tapi aku masih tidak percaya jika Agara menerima pertunangan ini..."
"Aku sudah menjanji kan hal itu bukan pada mu.. Anggap saja pikiran Agara sudah terbuka dan mulai melihat keberadaan mu..." Mr. Vinsion kembali menyeruput teh nya.
Ternyata membodohi gadis manja seperti Lessia bukan lah perkara yang sulit.
Apa yang ia lakukan pada Raehan cukup hanya diri nya yang tahu. Bahkan ia tidak ingin jika Tuan Ledgar yang mengetahui hal itu. Bisa - bisa hancur sudah reputasi menjadi orang baik di mata calon besan nya itu.
Lessia tersenyum lebar saat melihat Agara keluar dari kamar nya.
Namun senyum itu langsung surut, saat melihat penampilan Agara yang benar- benar beranta kan.
Terlihat wajah tunangan nya itu begitu lelah dan letih, ke dua mata Agara menghitam yang menanda kan Agara tidak tidur hingga pagi hari.
Lalu kemeja putih yang di pakai nya sejak kemarin terlihat sangat kusut belum lagi rambut nya yang terlihat acak- acakan.
Agara benar- benar terlihat sangat berbeda.
Lessia langsung bangkit dari duduk nya, ketika mengira Agara akan bergabung bersama diri nya dan Mr. Vinsion.
Namun langkah Agara terus melaju hingga sampai di pintu.
"Aga.. Kamu mau kemana?" Sergah Lessia yang membuat ke dua kaki Agara berhenti.
Lagi- lagi Agara bersikap begitu dingin dan sinis kepada nya, padahal kini mereka sudah bertunangan.
Melihat raut wajah tidak sedap Lessia membuat Mr. Vinsion buka suara.
Putra nya itu tidak pernah membuat diri nya tenang, dan selalu memancing keributan dengan menyinggung sumber kekayaan nya.
"Agara apa begitu cara mu berbicara dengan tunangan mu..?!" Sentak Mr. Vinsion.
Agara memutar tubuh nya di mana tatapan nya terlihat begitu kosong.
"Memang nya kenapa? Apa kau akan mengancam ku lagi..? Dan membuat diri ku tidak berdaya dengan menyakiti orang- orang yang berada di sekitar ku?.. Jika begitu maka lakukan lah.. Sekarang aku punya tunangan yang sangat cantik.. Maka pergunakan dia untuk membuat diri ku tidak berdaya..." Sindir Agara dengan tatapan membunuh yang di layang kan pada Mr. Vinsion.
Ia sudah muak dengan semua hal yang di lakukan Mr. Vinsion.
Pertama pria laknat itu, mengambil masa kecil nya, membuang nya begitu saja.
Lalu sekarang pria itu juga yang membuat diri nya kehilangan Raehan.
Satu- satu nya gadis yang membuat hidup nya berwarna.
Rahang Mr. Vinsion mengeras di mana amarah nya kembali tersulut.
__ADS_1
Ternyata apa yang di lakukan kemarin, sama sekali tidak membuat Agara menurut pada nya.
Sementara Lessia sudah menatap Mr. Vinsion dengan tatapan bingung.
Ia sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Agara.
"Semakin hari tingkah mu semakin kurang ajar.. Ingat kamu sedang berbicara dengan ayah mu sendiri.. Yang sudah membuat mu hadir di dunia ini..." Teriak Mr. Vinsion dengan tatapan nyalang.
Namun bukan nya takut, Agara malah tersenyum mengejek.
"Aku tidak pernah meminta untuk di lahir kan ke dunia ini... Kenapa kamu tidak membunuh ku di saat aku lahir.? Jadi kamu tidak perlu mempunyai anak yang durhaka seperti ku.. Tapi rasa nya sikap ku pada mu sudah sangat benar, karna penjilat dan pemeras seperti mu hanya sampah masyarkat yang nasib nya hanya di injak - injak...."
"Agara....!" Bentak Tuan Ledgar yang tiba- tiba datang.
Di mana wajah tegas pria tersebut semakin mengeras. Karna tidak suka dengan kekurang ajaran calon menantu nya itu.
"Papa...!" Lirih Lessia yang langsung mendekat pada sang ayah, di mana tangan nya sudah mengelus lengan Tuan Ledgar.
Lessia tahu ayah nya sangat tidak suka melihat seorang anak melawan orang tua nya.
"Bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu. pada papa mu...? Seharus nya kamu menghormati nya dan menyayangi nya.. Aku sungguh tidak menduga akan melihat sifat kurang ajar mu yang begitu lantang menghina papa mu sendiri..." Tuan Ledgar menekan setiap perkataan nya. Seperti sebuah kecaman untuk Agara.
...----------------...
...****************...
Maaf Typo bertebaran... π
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
.
__ADS_1