Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Berkelahi.


__ADS_3

...116❣...


Di sisi lain, Miya menghempas kan tubuh Lessia hingga tubuh ramping Lessia terjungkal karna kuat nya tenaga Miya.


Kini mereka berada cukup jauh dari toilet, tepat nya di koridor belakang dengan penghuni yang minim.


Glek.


Miya menelan saliva nya paksa. Saat merasakan punggung nya berdenyut nyeri.


Apa lagi dengan tatapan tajam Lessia yang penuh emosi, yang siap mencincang tubuh nya menjadi butiran debu detik ini juga.


Miya merutuki nasib nya, kenapa ia menarik Lessia ke tempat sepi seperti ini, tapi diri nya tidak mungkin juga menarik Lessia ke tempat yang ramai. Bisa- bisa ia menjadi bulanan para murid penggemar model di depan nya.


Miya sedikit takut , saat ke dua netra nya menubruk mata Lessia yang sudah berubah merah.


Astaga kenapa model secantik Lessia bisa berubah semengerikan ini. Batin Miya mematung dengan otak nge hank seketika.


Sumpah demi apa pun, apa yang harus ia lakukan sekarang.? Teriak Miya frustasi dalam hati.


"Berani sekali kau menarik ku ... Dasar kurang ajar..." Bentak Lessia mendorong tubuh Miya dengan keras, hingga tersungkur ke lantai.


Miya menatap ngeri kemarahan Lessia yang lebih mengerikan dari iblis sekali pun.


Bokong nya terasa sakit, saat benda kenyal tersebut membentur lantai.


Kabur..


Satu kata yang terpikir kan di otak kecil Miya saat ini yaitu kabur.


Ia tidak ingin berurusan dengan Lessia.


Miya segera bangkit dan bersiap memasang ancang- ancang untuk berlari, namun kepala nya langsung tertarik ke belakang, bersamaan dengan rasa sakit yang menerjang di area kulit kepala nya.


Saat melihat Miya yang akan kabur, dengan sigap Lessia mencengkram rambut Miya dan menarik nya ke belakang membuat Miya berteriak kesakitan, tapi membuat Lessia tersenyum senang.


"Auuuu lepas kan...!!" Pekik Miya yang mencoba meraih tangan Lessia, bahkan mencubit tangan sang model untuk melepas kan rambut nya. Dimana kepala nya terasa botak karna tarikan Lessia.


Namun seperti nya, tangan Lessia seperti besi yang tak bergeming atau bergerak sedikit pun.


Malah tarikan di kepala Miya semakin terasa, karna Lessia menambah kekuatan tarikan nya.


"Lepas kan.. Kepala ku sakit..." Ringgis Miya yang hampir menangis.


"Ini adalah pelajaran karna kamu sudah membuat ku kesal.. Apa kamu tidak tahu siapa aku? Hhh " Lessia menjeda ucapan nya dan menarik lagi rambut Miya, hingga wajah Miya bertatapan dengan wajah nya yang sudah merah padam karna emosi.

__ADS_1


"Kamu pikir diri mu akan lepas setelah membuat telinga ku sakit karna gedoran mu tadi?. Tidak bodoh.. Lihat sekarang aku akan membuat rambut indah mu ini terlepas dari kepala bodoh mu ini, yang berani menganggu seorang Lessia..."


Lessia mencengkram rambut Miya dengan kuat bersiap untuk memberikan tarikan kuat yang pasti nya akan merontok kan rambut gadis yang sudah berani menganggu nya.


Miya memejam kan mata nya, apa yang harus ia lakukan sekarang.


Lessia akan membuat kepala nya botak, di mana Raehan.


"Rae... tolong aku gadis iblis ini ingin membuat ku botak..." Batin Miya dengan harapan jika saat membuka mata Raehan sudah datang dan membantu nya menyingkirkan tangan sialan Lessia dari rambut nya.


"Lessia.. Lepas kan.. Jika tidak teman aku akan datang dan membuat mu menerima sesuatu yang pasti akan kamu sesali..." Ancam Miya berharap ucapan nya mampu membuat nyali Lessia menciut.


"Ha... Ha... dimana teman mu hah... ??? bahkan jika sekali pun dia ada sini aku akan membuat nya bernasib sama dengan mu..."


"Teman nya ada di sini, tepat di belakang mu..." Gemuruh suara bak petir menyambar pendengaran Lessia. Bahkan ucapan nya terpotong karna keras nya gertakan dari belakang punggung nya.


Miya langsung membuka cepat ke dua mata nya saat mendengar suara yang begitu familiar tapi begitu menyeram kan. Bahkan membuat bulu kuduk nya berdiri.


Lessia memutar tubuh nya ke belakang, melihat siapa pemilik suara yang sudah berani menghenti kan nya memberikan pelajaran kepada gadis yang sudah berani membuat nya kesal.


Dan betapa terkejut nya Lessia, saat melihat seorang gadis mungil yang berdiri dengan berkacak pinggang sedang menatap nya penuh aura membunuh. Bahkan atmosfer di sekitar nya menjadi berat dan dingin.


Gadis yang sama yang begitu sangat di benci nya, yang penuh dengan arrogant bahkan kesombongan yang membuat Lessia ingin menghancur kan nya hingga hancur sehancur- hancur nya.


Kekesalan dan kemarahan Lessia semakin membesar saat melihat Raehan di hadapan nya.


Sedang kan Miya langsung menyingkir dari sisi Lessia, merapikan rambut nya yang berantakan karna ulah nenek sihir yang lebih cocok di panggil iblis betina. Setidak nya nenek sihir lebih cantik dari pada Lessia. Batin Miya mengumpat dalam hati nya.


Untung saja sahabat kecil nya datang, jika tidak mungkin kepala nya sudah botak karna Lessia.


Tapi Miya menatap aneh bahkan ngeri pada Raehan.


Sungguh Aura Raehan yang biasa nya ceria dan ramah saat berada di dekat nya. Kini berubah menjadi mengerikan.


Mata menyala, rahang mengeras dengan aura membunuh yang siap melahap ludes musuh di depan nya.


Percaya tidak percaya. Tapi Raehan benar- benar bukan Raehan yang diri nya kenal seperti biasa nya.


Seperti Raehan memiliki dua sosok yang berbeda dalam tubuh nya.


"Cih,, pantas saja dia berani kurang ajar.. Ternyata dia adalah teman mu gadis boncel..." Ejek Lessia dengan seringgai mengolok.


"Berani sekali kamu menyakiti teman ku nenek sihir... Seperti nya kamu sangat suka bermain dengan rambut orang lain..." Balas Raehan mendekat dengan perlahan dan berhenti tepat di hadapan Lessia.


"Ternyata kamu tidak berubah sama sekali-"

__ADS_1


"Kenapa aku harus berubah?, seharus nya kamu yang berubah karna itu lebih cocok untuk mu..." Potong Raehan cepat yang membuat darah Lessia semakin mendidih.


"Seperti nya kamu sudah bosan untuk bersekolah di sini boncel...!"


"Cih, kamu hanya bisa mengancam dengan kekuasaan ayah mu.. Sangat menjijik kan dan lucu. Seperti nya kamu anak papa yang selalu bersembunyi di ketek ayah mu itu..." Ledek Raehan menampilkan deretan gigi nya yang mungil.


"Kau..." Lessia langsung mendorong tubuh mungil Raehan dengan keras hingga terjunggal ke belakang.


Ke dua tangan Raehan mengepal dengan erat, hingga buku- buku tangan nya memutih dengan sempurna.


Seperti nya cara baik- baik tidak berguna jika melawan gadis ular seperti Lessia.


Raehan mengangkat pandangan nya menatap ke arah Lessia. Dan dengan cepat Raehan mencengkram leher Lessia dengan kuat dan mendorong nya dengan keras ke dinding.


Bruk...


Punggung Lessia terasa sakit saat tulang punggung cantik nya membentur tembok dengan keras.


Namun kini yang lebih parah nya, ia tidak bisa bernafas karna cekikan dari tangan mungil Raehan yang menempel dengan kuat di leher jenjang dan putih Lessia.


...----------------...


...****************...


Koment yuk... othor lagi butuh semangat😭


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


__ADS_2