Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Mau kah kau menjadi kekasih ku?


__ADS_3

...190โฃ...


"Aku mencintai mu... Aku mencintai mu... Aku ingin menjadi milik mu... Aku ingin bersama mu selalu... Kau mendengar nya kan? Aku sangat mencintai mu dan cinta ini semakin bertambah besar hingga detik ini... Kamu gadis pertama yang berhasil menyentuh titik sensitif dalam diri ku, dan kamu berhak memiliki hati ku seutuh nya..." Agara menarik tangan Raehan dan meletak kan tangan Raehan di dada kiri nya.


Raehan bisa merasakan debaran jantung Agara yang berdetak dua kali lebih cepat , sama seperti debaran jantung nya saat ini.


Raehan membeku di tempat, lidah nya terasa kelu.


Ia tidak menyangka jika Agara mengata kan tiga kata legendaris itu malam ini.


Apa lidah Agara sedang konslet karna terlalu di manja kan oleh lezat nya batagor yang baru di makan nya?


Pikir Raehan konyol yang masih terdiam seribu bahasa.


Rasa nya saat ini waktu berhenti untuk Raehan.


Bahkan otak nya terasa berhenti untuk sejenak.


Aliran darah nya rasa nya seperti mengalir dengan lebih cepat.


Namun hati nya kini malah berbunga- bunga dengan getaran gelombang cinta yang meletup- letup.


Ini seperti mimpi untuk diri nya?


Kalimat yang begitu ia ingin dengar dari Agara kini benar- benar terjadi.


Akhir nya Agara mengakui perasaan nya pada diri nya.


Dan perasaan cinta nya kini terbalas, Agara memiliki perasaan yang sama pada nya.


Dan semua yang di kata kan Felix yang sempat menghantui pikiran nya, kini semua itu terbantah kan.


"Mau kah kamu menjadi kekasih ku?" Seru Agara lagi yang semakin membuat Raehan mematung.


Degup jantung nya semakin berdetak dengan sangat keras , bahkan lebih keras dari genderang perang yang bertabuh.


"Ayo katakan ? Apa kamu menerima ku menjadi milik mu?" Tanya Agara lagi yang hanya mendapat respon diam dengan wajah melongo Raehan.


Tidak mungkin kan jika Raehan menolak nya?


Ia sudah mengumpul kan kekuatan dan keberanian dengan susah payah, untuk mengatakan kalimat panjang itu meski tidak terlalu indah untuk di dengar, karna diri nya bukan lah seorang penyair.


Wajah Raehan memerah seketika , rona merah karna malu dan juga sangat bahagia.


Netra Agara semakin menusuk tatapan Raehan, meminta sebuah jawaban yang sangat ingin ia dengar.


"A... Aku....Aaa...." Raehan menghela nafas nya, di mana kata- kata yang keluar dari mulut nya terbata- bata.


Lidah nya benar- benar terasa kelu.


"Kata kan...!" Agara mengangguk kan kepala nya, menyakin kan Raehan untuk bicara.

__ADS_1


Raehan menelan saliva nya paksa , menghirup udara dalam, menyingkir kan kegugupan di dalam diri nya.


"Aku menerima nya...!" Seru Raehan dengan satu kali tarikan nafas bahkan hampir berteriak karna kata- kata itu rasa nya tersangkut dalam kerongkongan nya.


Mendengar jawaban Raehan, membuat gelembung- gelembung bunga dalam dada Agara meledak seketika.


Ia sangat senang.


Dengan satu kali tarikan, Agara membawa tubuh Raehan masuk ke dalam pelukan nya.


Mengecup puncak kepala gadis mungil yang kini sudah menjadi kekasih nya.


Agara semakin mengerat kan pelukan nya, sungguh ia sangat merasa senang mendengar kalimat yang keluar dari bibir Raehan.


Bahkan ia tidak mampu untuk mengekspresi kan hati nya yang bahagia.


Malam ini adalah malam bersejarah dan sangat indah bagi nya, di temani oleh bintang dan bulan yang menjadi saksi cinta nya dan Raehan.


Sementara Raehan, membalas pelukan erat Agara yang rasa nya begitu hangat dan nyaman.


Dalam pelukan Agara ia merasa sangat damai dan terlindungi.


Semua keraguan tentang perasaan Agara akhir nya menghilang karna pernyataan cinta Agara yang begitu romantis.


Cinta memang luar biasa, kebahagian yang kau rasa kan berlipat ganda saat ada cinta di dalam nya.


Ke dua anak manusia yang tengah di mabuk asmara menikmati malam yang cukup dingin dengan membagi kehangatan dalam sebuah pelukan penuh cinta.


...----------------...


Raehan menatap pantulan diri nya di depan cermin.


Senyum di bibir nya masih belum luntur sejak kejadian semalam , di mana Agara mengungkap kan perasaan nya di bawah sinar rembulan dan juga bintang yang bertabur di langit.


"Jadi seperti ini rasa nya di tembak.. Dorrr...." Raehan mengarah kan jari telunjuk dan jempol yang di buka seperti bentuk pistol ke arah dada kiri nya.


"Astaga rasa nya seperti ledakan gunung api asmara... Seperti kamu memakan kue mocy dengan coklat yang meletup di dalam mulut mu...." Seru Raehan dengan wajah yang tak pernah berhenti merona.


Raehan meraih ponsel butut nya, sudah berapa lama diri nya tidak memain kan alat ajaib itu.


Karna saking asik nya menghabis kan waktu dengan Agara ia sampai tidak pernah menyala kan ponsel nya.


Raehan menatap layar ponsel nya dengan sebuah senyum lebar khas pepsodent di bibir nya.


Saat melihat foto diri nya yang tersenyum dengan Agara yang di ambil tadi malam.


Hhhuhhhh melihat nya saja membuat jantung Raehan lagi- lagi berdegup.


Tapi seperti nya ia harus menghenti kan halu nya dulu, karna jam sudah menunjuk kan jam tujuh tiga puluh yang arti nya ia harus segera berangkat ke sekolah.


Hari ini semangat nya benar- benar bagus dan berkobar - kobar seperti api yang menyala.

__ADS_1


Raehan sekali lagi melirik pantulan diri nya yang di baluti dengan seragam Milver High School.


Lalu seperti biasa dengan bandana di atas kepala nya namun kali ini dengan bentuk panda berwarna hitam putih.


Raehan tersenyum melihat penampilan diri nya yang terlihat begitu menggemas kan.


"Sangat manis..." Cicit Raehan memuji diri nya di mana kekehan lucu lansung keluar setelah ia mengatakan kalimat tersebut.


Raehan langsung melenggos keluar dari kamar, dan menuju halaman depan di mana vespa orange yang selalu mengantar nya ke sekolah sudah terparkir.


Raehan mengunci pintu kontrakan nya sebelum menaiki vespa orange nya.


Lagi- lagi senyum Raehan mengembang saat ingatan nya kembali membentur kejadian tadi malam.


Di mana motor mini milik nya menjadi saksi betapa romantis nya kencan dadakan nya dengan Agara.


Astaga ingatan tentang semalam terus saja menghantui pikiran nya.


Raehan menekan stater motor , dan langsung menjalan kan motor nya keluar dari pekarangan kontrakan nya dan berbaur bersama pengguna motor yang lain nya.


"Hari ini memang sangat indah dan cerah, seperti hati ku yang sedang berbunga - bunga... Seperti nya hari ini langit pun turut senang...!!" Teriak Raehan melampias kan rasa senang yang benar- benar tidak bisa terbendung lagi.


Ia tidak peduli jika pengguna jalan lain nya menatap nya aneh.


Setidak nya ia sudah membagi suka nya pada semua orang meski ia mungkin di kata kan orang gila.


Raehan tertawa senang, dengan hembusan angin yang menerpa wajah nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2