Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Kiara!!


__ADS_3

...330...


Di sisi lain, Dion terlihat berjalan dengan cepat mencari Raehan. Akhirnya setelah selesai dengan tugasnya, ia bisa beristirahat dan menikmati pemandangan puncak. Namun, gadis yang ingin ia ajak untuk menghabiskan moment indah ini malah tidak tampak batang hidungnya.


Matahari bahkan sudah mulai tenggelam, tetapi Raehan tidak kunjung terlihat di area Camp. Rasa khawatir dan tidak terima membuncah di dada Dion, saat ia menyadari jika Agara juga tidak ada.


Sepertinya ia kembali kecolongan oleh pria itu. Ia yakin jika Raehan pasti bersama dengan Agara saat ini. Rasa cemburu yang begitu menyakitkan menghantam Dion. Realita sungguh sangat menyakitkan.


Dion memilih untuk duduk di atas akar pohon besar, sembari menatap pemandangan matahari tenggelam. Sinar kemilau matahari itu sungguh terlihat sangat indah dan menawan walaupun tidak bisa menjadi pelipur sakit di hatinya.


"Mencintai dia yang tidak bisa kuraih, rasanya sangat menyakitkan," gumam Dion bermonolog pada dirinya sendiri.


"Maka lepaskan," sambung suara lirih, yang membuat Dion langsung menoleh. Terlihat Anet sedang berdiri di sampingnya dengan tatapan nanar penuh rasa kasihan.


Anet merebahkan bokongnya di samping Dion. Sementara, Dion lansung membuang wajah ke arah yang berlawanan dengan Anet.


"Lebih baik kamu pergi, biarkan aku sendiri," usir Dion dengan nada dingin dan menusuk. Anet tersenyum getir. Lagi-lagi Dion mengusirnya, tetapi ia tidak akan terpengaruh karena ia sudah biasa diperlakukan seperti ini oleh Dion.


"Setidaknya lihat aku sebagai teman sekaligus patnermu dalam Osis. Aku tahu, kamu tidak ingin aku berharap lebih. Aku sudah melakukan hal itu. Jadi, jangan khawatir aku tidak akan mendekatimu atau pun memaksakan perasaanku," jelas Anet panjang kali lebar. Setidaknya hubungannya denga Dion bisa kembali seperti dulu lagi. Tidak ada kecangguan atau pun sikap dingin Dion.


"Apa kamu melihat Raehan?" tanya Dion menoleh pada Anet yang malah tersenyum kecut.


"Aku tadi melihatnya di dekat hutan dengan Kiara. Aku ingin memanggilnya tapi dia sudah tidak ada di sana."


Dion membulatkan kedua matanya dan segera berdiri. Wajahnya terlihat sangat cemas dan khawatir saat mendengar perkataan Anet jika Raehan terlihat bersama Kiara. Tentu saja, ia sangat tahu kedua gadis itu adalah musuh yang ingin mengalahkan satu sama lain. Apalagi, Kiara gadis itu sangat berbahaya dan sangat membenci Raehan.


Dion menepuk jidatnya sendiri, nafasnya menderu dengan cepat dengan wajah yang dipenuhi dengan kecemasan.


"Sial, aku tidak berpikir sampai di sana," umpat Dion dengan frustasi. Anet yang melihat Dion yang begitu khawatir dan mencemaskan Raehan sangat sakit hati. Ia segera memalingkan wajahnya, ia tidak sanggup melihat pria yang sangat dicintai mencemaskan gadis lain.

__ADS_1


Dion segera berlari ke arah hutan. Namun, langkah kakinya terhenti saat melihat sosok gadis yang ia cari keluar dari dalam hutan bersama dengan rival terberatnya. Dion seketika menelan rasa kecewanya bulat-bulat. Ternyata, dugaaanya memang benar jika Raehan bersama dengan Agara. Namun, Dion segera menepis perasaan kecewa dan sakit hati dalam dirinya. Saat melihat tubuh Raehan yang dipenuhi dengan luka gores.


Dion segera berlari menghambur memeluk Raehan. Hal tersebut sontak membuat Raehan terkejut saat seseorang tiba-tiba memeluk dirinya. Begitupula dengan Agara yang juga sama terkejutnya. Akan tetapi, dalam sekejap keterkejutan itu berubah menjadi kemarahan saat melihat siapa yang memeluk gadisnya.


"Rae, kamu dari mana saja? Aku sangat khawatir, apa ini perbuatan Kiara?" cecar Dion dengan pertanyaan beruntun tanpa jeda.


Agara yang sudah terbakar oleh api cemburu, hendak menghempaskan tubuh Dion agar melepas pelukannya. Namun, tangan Agara berhenti di udara saat Raehan menggelengkan kepalanya, memberi isyarat untuk tidak melakukan hal itu. Agara menghempaskan tangannya dengan kasar dengan rahang yang mengetat dengan sempurna. Apa maksud Raehan dengan menghalangi dirinya untuk menyingkirkan Dion?


"Hiks ... Hiks ..., aku sangat takut!" seru Raehan dengan tangis yang pecah dan sesenggukan. Bahkan, ia membalas pelukan Dion, yang membuat Agara terbelalak tidak percaya.


Apa-apaan ini? Kenapa Raehan malah memeluk Dion. Seharusnya dia mendorong pria parasit ini. Batin Agara mengumpat tidak terima.


Dion melerai pelukannya dan menangkup wajah Raehan. Kedua ibu jari Dion menghapus dengan lembut air mata yang mengalir di kedua pipi chuby Raehan.


Rasanya ingin sekali aku potong jempol itu karena sudah berani menyentuh gadisku. Raehan, kamu ingin membuatku mati cemburu rupanya. Batin Agara sembari meregangkan jari-jari tangannya yang sudah sangat gatal ingin memukul dan membanting Dion.


"Katakan! Apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa luka-luka seperti ini?" tanya Dion dengan penuh perhatian.


"Hah?" Dion benar-benar terkejut bukan kepalang mendengar jawaban Raehan. Sungguh ia tidak bisa membayangkan bagaimana rasa takut gadis mungil di depannya ini.


"Iya, Kak. Kiara mendorongku dari atas jurang dan membiarkan aku jatuh. Untung ada Kak Aga yang melihat itu semua dan menyelamatkanku, jika tidak mungkin aku sudah---"


Dion lansung meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Raehan. Ia tidak sanggup mendengar kata yang sangat mengerikan itu.


Wajah Dion yang khawatir dan cemas seketika berubah menjadi marah. Terlihat dari kedua matanya yang memerah seperti banteng yang siap menyerang. Rahangnya mengetat dengan gigi yang bergemelatuk saling bergesekan.


Dengan satu kali gerakan, Dion mengangkat tubuh Raehan masuk ke dalam gendongannya dan berjalan dengan langkah lebar dan cepat.


Agara yang melihat hal itu mengepalkan kedua tangannya. Nafasnya menderu dengan sangat kasar. Rasanya saat ini ia ingin sekali mendorong Dion dengan seluruh tenanganya agar pria itu menyingkir dari Raehan. Agara segera berlari mengejar kemana Dion membawa Raehan.

__ADS_1


"Kiara!" teriak Dion saat ia berada di tengah-tengah area Camp. Ia tidak bisa mentolerir perbuatan Kiara pada Raehan.


"Kiara!" panggil Dion dengan teriakan yang lebih kencang. Raehan yang ada dalam gendokan Dion mengeratkan tangannya pada leher pria itu. Sementara ekspresi wajahnya dibuat ketakutan. Ia sengaja bersandiwara seperti ini, menjadi gadis yang ditindas dan tidak berdaya. Kali ini, Ia akan membuat Kiara pergi jauh dari hidupnya.


Seluruh peserta dan juga Dewan Guru mendekat ke arah Dion dengan bingung. Semuanya bertanya-tanya apa yang terjadi pada Raehan yang terlihat begitu kotor dan kumal. Bahkan, ada banyak luka gores di tubuh gadis itu.


"Ion, Raehan kenapa?" tanya Niel mendekat ke arah Raehan dan Dion.


"Cepat katakan di mana Kiara? Kiara!" teriak Dion lagi dengan kemarahan yang meletup-letup. Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Kiara.


Dari balik kerumunan Kiara melangkah mendekat ke arah Dion. Matanya membulat saat melihat siapa yang sedang digendong oleh pria yang sangat ia sukai.


Raehan? Bagaimana bisa? Bukankah dia sudah jatuh ke jurang? Batin Kiara bingung setengah mati.


...----------------...


...****************...


Nah, Kiara mampus kamu tuh.


Jangan lupa


like


koment


vote


gift

__ADS_1


tips


__ADS_2