
...118❣...
Lessia masuk ke dalam toilet dan menutup pintu dengan keras, bahkan hingga menimbul kan suara.
Brak...
Ia menatap pantulan diri nya di depan cermin, memperlihat kan ke dua mata yang melotot merah berair, dengan ketegangan yang terlihat pada raut wajah cantik nya.
"Aaaaaa...!!!!" Teriak Lessia histeris, mengeluar kan kekesalan dalam hati nya, yang tidak dapat di salur kan pada gadis yang paling di benci nya.
Ia berjalan mendekat ke arah cermin yang membuat pantulan tubuh nya semakin jelas.
Tangan nya mengepal dengan kuat, hingga urat- urat tangan nya menonjol dengan jelas.
"Sial... Wanita boncel,,,, wanita kurang ajar,,, wanita bodoh,,, wanita persetan,, wanita keparat....!!!!" Teriak Lessia dengan sumpah serapah nya yang memantul - mantul di toilet.
Untung saja toilet tersebut kedap suara, hingga suara teriakan Lessia tidak terdengar ke luar.
Hati Lessia benar- benar sakit, ia tidak terima dengan penghinaan yang di berikan Raehan.
Kenapa tadi ia bisa selemah itu di hadapan gadis kecil itu.?
Dia adalah Lessia dan kekalahan tidak ada dalam kamus nya.
Tit..
Tit...
Tit..
Suara arloji pada pergelangan tangan Lessia berbunyi, membuat Lessia mengalih kan pandangan nya pada arloji di tangan nya.
Waktu pelajaran mapel olahraga telah tiba, ia tidak bisa berlama- lama lagi , atau tidak dia akan mendapat kesialan lagi dengan di hukum guru olahraga.
Lessia menyalakan kran air, menangkap air dengan ke dua telapak tangan nya, lalu membasuh wajah nya.
Membuat kulit wajah nya yang mulus merasa segar seketika.
Tidak ingin berlama- lama, Lessia langsung berganti pakaian. Dan segera menuju kembali ke area lapangan basket.
Seperti nama lapangan yang di tempati, pelajaran kali ini adalah bermain basket.
...----------------...
Raehan, Miya , dan Fir tampak asik mengupas kulit kacang, dan memakan biji kacang.
Tatapan mereka terfokus pada area tengah lapangan yang semakin ramai dengan murid kelas XIIA yang kembali setelah berganti pakaian.
Mereka bertiga tidak sabar menuju pertunjukan yang akan di sajikan Lessia.
Bahkan Fir sudah menyiap kan ponsel nya pada aplikasi vidio.
Tentu saja untuk memvidiokan apa yang akan terjadi. Pasti nya hal itu akan membuat media sosial nya menjadi peringkat pertama dalam tingkat viral informasi sekolah.
Fir semakin menajam kan penglihatan nya, saat melihat wajah dingin yang sempat ia lihat tadi pagi.
Wajah tirus dengan tahi lalat di dagu, lalu kaca mata yang berukuran sedang bertengger di hidung nya.
__ADS_1
Tampak gadis itu sedang melakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga.
Rasa tertarik untuk memperhati kan gadis itu lebih lekat lagi, terbit di hati Fir.
Entah rasa apa yang kini membuat nya merasakan hal itu. Namun yang pasti nya rasa ini adalah rasa penasaran untuk mengenal kepribadian gadis dingin berkaca mata di tengah lapangan.
Tanpa sadar, biji kacang yang di genggam Fir perlahan berserakan jatuh di lantai.
"Firr....!!!" Teriak Miya dan Raehan, dengan mata melotot.
"Iii.. Iya..." Jawab Fir tergagap dengan jantung yang terpompa cepat karna rasa terkejut.
"Itu kacang nya jatuh..." Seru Miya kesal sambil menunjuk ke arah bawah kaki Fir.
Fir melihat ke arah kaki nya, dan ternyata benar banyak kacang yang berserakan di lantai.
Astaga apa yang sedang terjadi pada nya?
Ini semua karna gadis berkaca mata itu.
Tapi apa salah nya?
Pikiran nya terasa kosong saat menatap lekat pada gadis berkaca mata itu. Seperti terhipnotis sejenak dengan wajah dingin dan tatapan tajam yang terkesan indah.
"Lagi liatin siapa sih?" Cicit Raehan yang memergoki arah tatapan Fir sebelum nya. Sembari Raehan mengedar kan pandangan nya ke arah murid- murid kelas XIIA yang mulai berbaris.
Namun saat netra nya berpapasan dengan Dion, Raehan langsung melempar tatapan nya dengan ujung mata sinis. Membuat Dion yang menyaksikan nya terkikik geli dan semakin ingin menggangu gadis kecil nya.
Tentu saja Dion tahu, kenapa Raehan ada di sini. Ia tahu gadis kecil itu akan mencari nya dan pasti akan memarahi nya dengan kecerewetan serta omelan yang panjang nya mengalah kan kereta api.
Jika Raehan tahu, pasti Raehan akan meledeki nya dan terus merecoki nya. Lalu mengatakan hal- hal yang menggeli kan bahkan membuat Fir muntah dengan kalimat godaan yang akan terus terlontar dari bibir kecil berwarna pich itu.
Sungguh mengerikan, ia tidak akan membiar kan hal itu.
"Pemeran utama sudah tiba...!!" Seru Raehan dengan tawa lebar, bahkan ia berdiri saat melihat Lessia yang memasuki lapangan dengan gaya tidak nyaman.
Terlihat Lessia sedikit risih dengan baju yang sedang ia pakai.
Entah mengapa, setelah memakai seragam olahraga. Kulit Lessia terasa sedikit gatal.
Lessia menggaruk area belakang leher nya karna rasa gatal yang mulai tidak bisa di kondisi kan.
"Baik lah semua.. Silah kan semua nya berbaris dengan rapi..." Ujar sang guru yang langsung merentang kan ke dua tangan nya sebagai arahan, lalu meniup peluit yang selalu menggantung di leher nya, yang selalu menjadi ciri khas seorang guru olahraga.
Prrriiittt...
Priiitttt...
Prrriiittt..
Semua murid langsung merapikan barisan nya, namun berbeda dengan Lessia yang diam di tempat dengan menggaruk- garuk seluruh tubuh nya yang terasa gatal.
"Astaga, kenapa tubuh ku gatal- gatal semua?... Astaga gatal sekali..." Batin Lessia yang semakin menjadi- jadi menggaruk- garuk seluruh tubuh nya.
"Ssshhhh gatel banget..." Cicit Lessia dengan nada rendah, karna tingkat rasa gatal di tubuh nya semakin meningkat. Padahal ia sudah menggaruk nya, namun semakin di garuk semakin rasa gatal nya menjadi.
Tubuh Lessia yang meliuk- liuk seperti sebuah tarian lucu yang langsung mengundang perhatian bingung dari murid- murid lain nya.
__ADS_1
Namun tidak dengan tiga sekawan yang menyungging kan senyum yang siap meledak menjadi sebuah tawa membahana.
Karna mereka tahu jika Lessia merasa gatal karna bedak gatal yang di tabur kan Raehan pada seragam Lessia.
"Rae.. bubuk ajaib mu bereaksi..." Celetuk Miya yang sudah mulai cekikan.
"Raehan gitu loh..." Seru Raehan dengan bangga karna rencana nya berhasil.
Guru olahraga yang melihat tingkah Lessia yang aneh, mengerjit bingung.
"Lessia kamu kenapa?" Tanya sang guru.
"Saya tidak tahu pak.. Tapi badan saya semua nya gatal..." Seru Lessia yang terus menggaruk tubuh nya, hingga menimbul kan gerakan yang mirip topeng monyet.
Bahkan kini beberapa murid mulai menertawakan Lessia yang terus meliuk- liuk kan badan nya karna gatal.
"Ha... Ha.. Si Lessia kenapa?"
"Apa dia tidak pernah mandi makak nya dia ke gatelan..."
"Astaga ternyata model juga ngak mandi ya.. jorok banget.. Ha.. Ha..."
"Atau baju nya yang ngak pernah di cuci.?."
"Gila ini moment harus di abadikan..."
"Udah kayak pertunjukan topeng monyet..."
"Ha...Ha... garuk pantat nya donk neng..."
"Ha... ha... ha..."
...----------------...
...****************...
Koment yuk... othor lagi butuh semangat😭
Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???
__ADS_1