
...208π...
Raehan merogoh saku baju nya mengeluar kan ponsel butut yang selalu menempel di tangan nya.
Menyala kan benda pipih itu dan meletak kan nya di atas meja.
"Kalian saja deh liat sendiri, aku sama sekali tidak bermimpi atau gila... Aku dan kak Aga emang udah jadian kemarin malam, ini foto kami..."
Fir dan Miya melebar kan ke dua mata nya, saat melihat foto Raehan dan Agara yang tengah tersenyum dengan manis di sebuah taman dengan pencahayaan temaram.
Mereka berdua tidak menyangka jika apa yang di kata kan Raehan memang benar.
Ternyata perjuangan Raehan selama ini tidak sia- sia.
"Sumpah aku masih tidak percaya..." Cicit Fir dengan menggeleng - geleng kan kepala nya.
Lalu menatap ke arah Raehan dengan tatapan menyelidik.
"Yah.. Tapi itu lah kenyataan nya... Kami baru jadian tadi malam, dan yah semua nya berjalan dengan begitu indah..." Kata Raehan dengan tersenyum manis, di mana bayangan Agara yang menyata kan perasaan nya kembali teringat di kepala nya.
Sungguh sangat romantis.
"Kalau begitu pajak jadian ku mana Rae?." Pekik Miya dengan wajah antusias berbeda dengan wajah yang di tunjuk kan Fir.
"Kapan- kapan nanti aku teraktir kalian deh.. Tapi tidak pulang sekolah ya... Aku udah ngak jomblo lagi, kalian kapan nih mau punya pacar.." Goda Raehan dengan mengerling kan salah satu mata nya ke arah Fir.
"Yah, tapi selamat buat mu Rae... Perjuangan mu untuk Agara akhir nya membuah kan hasil.. Tapi kata kan pada Agara jika sampai dia membuat mu menangis atau terluka , akan ku pasti kan dia berhadapan dengan ku..." Ucap Fir kini dengan senyum tulus nya sambil mengacak- ngacak rambut Raehan.
Bagaimana pun ia tahu dan tidak ingin menutup mata jika Raehan sangat menyukai Agara, walau pun Agara melukai dan bersikap kasar pada Raehan. Namun tetap saja Raehan kekeh untuk terus memperjuang kan Agara.
Ia turut senang jika sekarang Raehan mendapat kan apa yang di ingin kan.
Begitu pula dengan Miya, ia sangat senang karna akhir nya Agara menerima Raehan. Meski sebelum nya ia sempat marah pada pria tampan itu karna telah membuat sahabat nya menangis karna kejadian di mall waktu itu.
"Terimakasih Fir.. Tapi aku juga berharap jika kau dan si muka tembok maksud ku kak Jessi segera menyusul.."Sahut Raehan menggoda Fir yang langsung memasang wajah datar.
"Jessi?" Tanya Miya yang belum tahu apa- apa.
Seperti nya ia sudah ketinggalan satu info. Pikir nya kini dengan menurun naik kan alis nya, meminta jawaban pada ke dua orang di hadapan nya.
"Tutup mulut mu Rae.. Jangan sebut nama gadis judes itu..." Sosor Fir sebelum Raehan membuka mulut.
Mengingat pertemuan nya dengan Jessi kemarin membuat diri nya jadi kesal karna perkataan Jessi yang bahkan belum bisa ia lupa kan sama sekali.
Bahkan yang lebih mengesal kan lagi, wajah dingin berkaca mata Jessi selalu saja menghantui pikiran Fir belakangan ini, sehingga membuat diri nya susah tidur di malam hari.
"Kata kan Rae siapa Jessi.. Aku juga penasaran?" Desak Miya.
"Jessi itu kakak tingkat kita Mi.. Tapi seperti nya Fir menyukai nya..." Jelas Raehan dengan nada antusias saat bercerita.
"Rae jangan sok tahu..." Potong Fir.
__ADS_1
"Iya... Iya Aku diam..." Balas Raehan akhir nya mengalah.
Atau jika tidak bisa- bisa Fir marah dan tidak mau berbicara pada nya.
Tapi mata nya dan Miya saling berkedip memberi isyarat di mana hanya mereka berdua yang tahu.
...----------------...
Usai makan siang di kantin. Fir , Miya dan Raehan kembali ke kelas.
Menjalani dan mengikuti pelajaran yang berlangsung.
Namun saat di tengah pelajaran, entah kenapa virus kantuk mendera Raehan.
Membuat diri nya terganggu dan tidak fokus.
"Rae mending kamu izin ke toilet dulu deh, kamu udah nguap tiga kali lo.. Bahkan hampir ketiduran.. Kek nya kamu ngak tidur nyenyak ya tadi malam...?" Tegur Miya dengan nada sedikit khawatir.
"Iya Mi.. Gara- gara bikin visi misi dan ngerjain tugas aku ngak tidur sampe jam empat pagi..." Jawab Raehan dengan suara rendah agar sang guru yang sedang mengajar tidak mendengar obrolan mereka.
"Ya udah kamu ke toilet gih, atau perlu aku temenin?" Tawar Miya.
Raehan menggeleng kan kepala nya menolak, di mana lagi- lagi ia menguap dengan ke dua mata yang berair.
"Ngak usah biar aku sendiri aja Mi..."
Raehan bangkit dari duduk nya.
"Iya Rae?" Timpal nya dengan lembut.
" Saya izin ke toilet ya bu, mau izin cuci muka bentar..."
"Ya udah cepetan ya..."
Raehan mengangguk lalu berjalan keluar dari ruang kelas.
Melangkah kan kaki nya menuju toilet yang tak jauh dari kelas nya, hanya melewati dua belokan maka ia sudah sampai di toilet.
Raehan masuk ke dalam salah satu toilet, menyalakan kran air, lalu membasuh wajah nya tiga kali.
Dingin nya air langsung menyapa kulit wajah Raehan.
Membuat rileks wajah letih Raehan dengan kesegaran yang Raehan bisa rasa kan meski tidak sepenuh nya membuat rasa kantuk yang sedang bersarang di pelupuk mata nya menghilang.
Raehan mengusap wajah nya, membersih kan sisa- sisa air yang masih menetes.
Lalu menatap arloji nya yang hanya tinggal satu jam lagi maka bel pulang akan segera berbunyi.
Raehan merogoh saku seragam nya, mengeluar kan benda panjang sejari kelingking dengan tulisan lipbam.
Lalu mengoles nya benda pich itu ke bibir mungil nya.
__ADS_1
Merapikan seragam nya sebelum keluar dari toilet.
Setelah merasa kan jika rasa kantuk nya lumayan mereda, Raehan memutus kan untuk kembali ke kelas.
Ia berjalan keluar dari toilet, melangkah kan kaki nya menuju kelas.
Namun saat melewati belokan pertama, tubuh Raehan melayang di tarik dengan kencang oleh seseorang.
Srak....
Bugh...
Tubuh kecil Raehan di hempas kan, dan langsung terpelanting membentur tembok.
Di mana punggung nya merasa sangat sakit saat mengenai tembok besar dan keras.
"Aaahhhh...." Ringgis Raehan memegangi bahu nya.
Raehan dapat memastikan jika tulang punggung nya pasti memar karna benturan keras itu.
Tapi siapa yang berani menarik diri nya?.
"Aku sangat senang melihat mu kesakitan.. Gadis cebol...!" Sentak suara sinis yang begitu Familiar di telinga Raehan.
"Kita harus memberikan pelajaran yang tidak akan pernah dia lupa kan... Tangan ku sudah sangat gatal untuk memukul wajah nya yang sok imut..." Tambah suara seseorang lagi.
Raehan menatap empat kaki yang sedang berdiri di depan nya, mengangkat wajah nya untuk melihat siapa yang berani melakukan ini pada nya.
Dan tentu saja Raehan sudah menduga jika dia adalah Lessia dan juga Kiara yang sedang menatap nya memangsa.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???