Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Terimakasih untuk rasa sakit ini


__ADS_3

...267πŸ’›...


Raehan mengusap wajah nya yang di basahi air hujan.


Seluruh tubuh nya sudah basah kuyup, di mana air hujan yang menetes ke lantai bercampur dengan darah nya.


Raehan menguat kan hati nya, apa pun yang nanti nya yang akan ia lihat di dalam.


Ia tidak akan menangis atau pun membuat onar.


Langkah kaki Raehan langsung terhenti saat sebuah tangan terentang di depan dada nya.


Penjaga tersebut memperhati kan penampilan Raehan dari atas hingga bawah, di mana tatapan nya berhenti pada pinggang Raehan yang tertusuk pisau.


Wajah penjaga itu menegang, begitu pula dengan penjaga yang lain nya.


"Maaf anda tidak bisa masuk..." Ujar penjaga itu dengan suara yang sedikit ngeri.


Bagaimana bisa ada seorang gadis yang sedang terluka, bahkan pisau yang membuat nya terluka masih menempel di tubuh nya datang ke acara pertunangan ini ?


Apa gadis kecil ini salah alamat?. Seharus nya ia pergi ke rumah sakit bukan malah datang ke acara seperti ini.


Begitu lah pikiran semua orang yang menatap Raehan bingung sekaligus ngeri.


Raehan memejam kan ke dua mata nya sejenak, menahan rasa sakit yang mulai menyerang tubuh nya.


Ia tidak bisa menyerah sekarang. Tinggal satu langkah lagi maka ia akan masuk dalam ruangan itu.


"Aku adalah tamu undangan di sini... Nama ku Raehan Angelina.. Nona mu pasti mengenal ku.. Bahkan mungkin sekarang dia sedang menunggu kedatangan ku... Tapi masalah nya sekarang.. Aku tidak membawa kartu undangan ku..." Jawab Raehan dengan meringgis di sela- sela perkataan nya.


"Maaf Nona.. Jika anda tidak membawa atau memiliki kartu undangan acara. Maka anda tidak bisa masuk ke dalam..." Jawab penjaga tersebut dengan tegas.


Raehan memejam kan ke dua mata nya dengan rapat. Sekarang bagaimana ia bisa masuk.


"Undangan itu ada di dalam ransel ku.. Aku tidak mungkin pergi mengambil nya dan kembali lagi ke sini... Tapi sekarang bagaimana? aku tidak akan bisa masuk tanpa undangan..." Rutuk Raehan yang kecewa dan semakin kalut.


.


Sementara di dalam hotel , Agara dan Lessia sudah saling berhadapan satu sama lain.


Di mana kini mereka sudah memegang, cincin masing- masing yang akan mereka semat kan pada jari satu sama lain nya.


Semua tamu undangan sudah menunggu memont inti ini.


Di mana seluruh wajah tersenyum senang, namun tidak dengan dua remaja yang masih setia berdiri dengan tatapan penuh amarah mereka yang tersorot pada Agara.


"Silah kan kalian bertukar cincin.. Dan setelah itu hubungan kalian telah di resmi kan.." Ucap Mc yang memberi aba- aba dengan nada bicara nya yang sangat senang.


Lessia mengedar kan pandangan nya, mencari sosok Raehan yang harus melihat jika kini Agara akan benar- benar menjadi tunangan nya.


Ia ingin melihat wajah Raehan yang menangis , dan hati gadis yang sangat di benci nya itu hancur.

__ADS_1


Lessia ingin Raehan melihat ini semua, dan mengakui jika diri nya memang lebih dari segala nya di banding kan dengan diri nya.


"Ck.. Kenapa dia belun datang?. Apa dia sengaja tidak datang karna tidak sanggup melihat Agara yang akan menjadi milik ku...?" Rutuk Lessia dalam hati yang begitu mengharap kan kehadiran Raehan.


Sementara Agara menatap sekilas pada Mr. Vinsion, yang mengangguk kan kepala pelan.


"Maaf kan aku Rae... Aku melakukan hal ini bukan berarti aku tidak mencintai mu.. Tapi aku tidak bisa membiar kan diri mu di lukai oleh Ayah durhaka ku... Aku bisa melakukan segala nya untuk mu... Tapi aku tidak bisa melihat kamu di siksa... Aku mencintai mu Raehan Angelina.. " Batin Agara di mana ia mengehela nafas nya dalam, lalu mulai memasang kan cincin pada jari manis Lessia.


Tap..


Tap..


Tap..


Suara langkah derap kaki seseorang yang terdengar di seret berhenti dengan tatapan ke dua mata nya lurus pada pemandangan di depan.


Di mana Agara memasang kan cincin pertunangan hingha tersemat dengan indah di jari Lessia.


Lalu Lessia melakukan hal yang sama dengan bibir tersenyum indah.


Duar...


Prang...


Raehan memejam kan ke dua mata nya, saat bibir Agara menyungging kan senyum pada Lessia.


Hati nya terasa hancur berkeping- keping, seperti sebuah piring yang sengaja di pecah kan.


Rasa nya tubuh nya langsung di ledak kan dengan bom waktu.


Suara gemuruh tepuk tangan langsung bergema setelah ke dua pasangan itu kini telah resmi menjadi sepasang tunangan.


Mr. Vinsion dan Tuan Ledgar di persilah kan untuk mendekat dan mendampingi pasangan itu.


Raehan diam membeku di tempat, melihat semua yang terjadi di hadapan nya.


"Aku hancur... Rasa nya begitu sakit... Kamu memberi kan janji mu pada ku.. Namun kamu menghianati nya di waktu yang bersamaan.. Semua yang kamu kata kan bagi ku hanya kebohongan.. Aku menerima saat kamu mengusir ku pergi.. Namun aku tetap kembali, dan percaya jika perjuangan ku tidak akan sia- sia.. Kamu pun membuat ku terbang di atas awan.. Namun tanpa aku sadari kamu juga yang mematah kan sayap ku..." Batin Raehan yang hanya bisa mengata kan semua nya dalam hati.


Bibir nya terasa kelu dan ia sama sekali tidak sanggup untuk mengata kan apa pun.


Kenangan indah bersama diri nya dan Agara berputar otomatis dalam kepala Raehan.


Namun bayangan kenangan itu langsung retak dan hancur.


"Kali ini mungkin aku salah memilih mu... Terimakasih untuk rasa sakit ini..." Batin Raehan menahan air mata nya yang sudah ingin terjun dengan bebas.


Menahan rasa sesak yang terasa begitu menyakit kan yang kini mengisi rongga dada nya.


Hati nya terasa di remas dengan kuat, di mana jantung nya terasa berdetak dengan sangat lambat.


Belum lagi luka di tubuh nya yang semakin terasa perih. Namun tidak seperih luka di hati nya.

__ADS_1


Darah terus mengalir dan bercampur dengan air hujan yang menetes dari seragam sekolah nya.


Di mana kini kehadiran diri nya menjadi pusat perhatian semua orang.


Namun Raehan tidak menyadari hal itu, karna tatapan nya fokus dengan apa yang ada di hadapan nya.


"Raehan....!" Celetuk Miya di mana hal itu membuat Agara memaling kan wajah nya.


Deg..


Tatapan Agara dan Raehan bertemu. Namun ke dua nya bungkam.


Agara melihat dengan jelas, rasa kecewa, sedih dan benci yang menjadi satu dalam bola mata coklat Raehan.


Namun yang semakin membuat nya terkejut adalah penampilan Raehan yang benar- benar sangat mengenas kan.


Tubuh yang basah kuyup, lalu wajah yang babak belur dan pisau yang masih menancap di perut nya.


Rasa khawatir dan cemas seketika menelusup pada Agara.


Spontan Agara bergerak untuk melangkah mendekati Raehan.


Namun lengan nya langsung di tahan oleh Mr. Vinsion yang berada di samping nya.


"Tetap lah di sini.. Jangan mempermalukan diri ku dengan mendekat pada gadis itu.. Jika tidak aku pasti kan anak buah ku akan kembali menang kap nya..." Bisik Mr. Vinsion mengancam Agara.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.

__ADS_1


__ADS_2