
...89...
Bugh...
"Auuuuu....!" Pekik seorang gadis yang langsung tersungkur di depan Agara.
Tubuh Agara sedikit terdorong ke depan, saat sesuatu yang besar menabrak tubuh nya.
Tap.. Tap..
Tap..
Tap..
Suara beberapa derap kaki semakin keras mendekat. Bersamaan dengan wajah gadis tersebut yang ketakutan.
Agara menggeretak kan gigi nya kesal. Rahang nya mengeras sempurna dengan tatapan kemarahan.
Apa tubuh nya begitu kecil, hingga dengan semau nya gadis di depan nya menabrak nya?.
Cih.. Menyebal kan.
"Apa kau tidak punya mat--".
Tubuh Agara membeku seketika di tempat, saat gadis itu malah menarik tubuh nya membelakangi jalan, dan membenam kan wajah nya di dada bidang Agara.
Beberapa pria dengan keringat melewati mereka. Dan terus berlari ke depan.
Gadis yang tengah menggunakan tubuh tinggi Agara sebagai persembunyian menghela nafas lega.
Melihat beberapa pria yang sempat mengejar nya tanpa lelah, hingga ia menabrak pria di depan nya.
Agara langsung tersentak sadar, saat hembusan nafas gadis itu menghembus di dada nya.
Sungguh sangat menggelikan.
Agara dengan cepat mendorong tubuh gadis yang masih lemas tersebut, hingga kembali tersungkur di tanah.
"Menjijik kan..." Umpat Agara sembari mengusap jijik dada nya.
Seakan- akan ada benda kotor yang tanpa sengaja menyentuh tubuh nya.
Gadis tersebut memutar bola mata nya malas, melihat sikap Agara yang memandang nya jijik.
Orang kaya sama saja, tidak ada yang berbeda. Mereka hanya menganggap orang miskin seperti diri nya adalah kotoran yang akan mengotori jalan mereka.
Itu lah tanggapan gadis tersebut terhadap sikap Agara.
"Maaf kan aku.. Tapi terimakasih..." Ujar gadis itu dengan sinis, sebelum kembali berlari dengan dompet mewah berada di tangan nya.
"Kenapa gadis sekotor itu bisa masuk ke kawasan elit seperti ini..? Cih membuat mood ku hancur saja. Aku harus segera bertemu Gadis sial untuk mengisi ulang mood ku..." Gumam Agara kesal.
"Bro... Lihat cewek lewat sini gak ?" Tanya seorang pria menepuk bahu Agara tiba- tiba.
"Sssshhhh" Agara mendesis kesal, sekarang apa lagi.?
__ADS_1
Agara berbalik menghadap pria yang ada di belakang nya.
Seorang pria yang terlihat lebih muda dari nya, tengah menunduk dengan nafas tersenggal- senggal.
Seakan ia berlari begitu jauh, hingga nafas nya tidak teratur.
"Haduhh.. Cepat katakan kenapa kau diam seperti patung?" Tanya pemuda itu kesal.
"Maksud mu gadis setinggi ini, dengan wajah kumal serta tubuh lusuh..?" Balas Agara dengan pernyataan. Menyebut kan ciri- ciri gadis yang baru saja menabrak nya.
Pemuda itu mengangguk cepat. sambil mengatur nafas nya.
"Gadis sialan itu, sudah berani masuk ke rumah ku dan mencuri dompet ibu ku.." Papar pemuda itu dengan aura kemarahan yang siap meledak.
"Ternyata seorang pencuri..." Lirih Agara pelan.
Pantas saja ia di kejar oleh beberapa pria, ternyata dia ketahuan mencuri.
Cih, benar- benar menjijik kan pikir Agara.
"Dia berlari ke arah sana" Ucap Agara lagi, sambil menunjuk ke arah gadis tadi berlari.
" Makasih bro.." Balas pemuda tersebut cepat, lalu berlari ke arah yang di tunjuk kan Agara.
Agara kembali berjalan dengan cepat, mood nya hari ini benar- benar hancur.
Bagaimana bisa tuhan menulis kan takdir diri nya yang harus bertemu dengan gadis pencuri tersebut. Bahkan membantu nya tanpa sengaja.
"Aku harus cepat menemui gadis sial untuk meredakan semua ini..." Lirih Agara, dengan kepala yang sudah di penuhi oleh wajah imut Raehan.
Ia tahu wajah Raehan tidak terlalu cantik, tapi ada hal yang memikat di sana. Dengan ribuan magnet yang menarik diri nya untuk tidak bosan memandang wajah gadis sial itu.
Belum lagi, saat wajah gadis Sial itu bersemu merah karna ulah nya. benar- benar sangat manis.
Lalu, wajah cemberut dan kesal gadis sial itu, yang membuat diri nya ingin menerkam gadis itu.
Belum terlebih lagi, gombalan serta rayuan Raehan yang selalu berhasil membuat jantung nya hampir meledak.
Jujur saja jika di dekat gadis sial itu, kesehatan jantung nya terganggu. Tapi jika jauh rasa nya terlalu hampa tanpa cicitan Raehan yang membuat telinga nya panas.
Apa lagi kemarin, gadia itu tiba- tiba menghilang. Yang langsung membuat nya hampir frustasi mencari gadis itu.
Tapi untung saja setelah membuat diri nya hampir mati dengan ke putus asaan, ia berhasil menelpon gadis itu dan kondisi nya baik- baik saja.
Namun lagi- lagi gadis sial itu mencecar nya dengan pertanyaan yang langsung membuat kerongkongan nya kering. Karna gadis itu menuntut jawaban perasaan nya.
Dan lagi - lagi ia menjadi laki- laki pengecut, yang tidak bisa mengutarakan perasaan nya. Hanya karna alasan rasa takut dan kecewa bila nanti Raehan meninggal kan nya. Di saat ia telah menyerah kan seluruh hati nya untuk gadis itu.
Ia hanya tidak ingin mengalami luka yang sama. Hanya itu.
Agara membuka pintu apartemen nya lalu langsung melesat menuju kamar mandi.
Ia ingin segera mengguyur tubuh nya yang sudah berkeringat, dan juga ingin menenang kan pikiran nya yang kesal dengan air dingin yang pasti nya akan menyegar kan.
...----------------...
__ADS_1
Kediaman Mr. Vinson Vanderzee.
Lessia tampak berlari ke arah sebuah ruangan yang cukup besar , memasang wajah sesedih mungkin.
Air mata Lessia langsung berguguran saat melihat sosok yang di cari nya sedang sibuk bergelut dengan dokumen di tangan nya.
"Om Vinson..." Panggil Lessia dengan bergetar lalu berhambur memeluk Mr. Vinson.
Wajah Mr. Vinson langsung berkerut kaget, saat melihat calon menantu nya tiba- tiba datang ke kediaman nya.
Ini tidak bisa ia biar kan, gadis yang sedang memeluk nya adalah kunci penting untuk mewujud kan ambisi nya menjadi pembisnis nomer satu di seluruh seantero negri ini.
"Lessia sayang kenapa kemari tanpa kabar?" Tanya Mr. Vinsion mengelus lembut puncak kepala Lessia.
"Paman apa aku kurang cantik, hingga Agara tidak mau menerima ku menjadi tunangan nya Hiks.. Hiks..." Tangis Lessia semakin pecah hingga hampir sesegukan.
"Bocah sialan itu.. Terus saja menggagal kan rencana ku.." Rutuk Mr. Vinsion kesal mendengar pengaduan Lessia.
"Tenang lah paman akan mengurus Agara. Dia akan menerima pertunangan ini dan mengumumkan nya di publik.. Lessia mohon bersabar ya sayang.. Agara memang seperti itu sejak kecil. Tapi percaya dia akan menyukai mu." Bujuk Mr. Vinsion dengan janji manis nya.
Tentu saja ini bukan sekedar janji, diri nya akan membuat putra kurang ajar itu bersedia bertunangan dengan Lessia. Gadis konglomerat dan berpengaruh di negri ini.
Mata Lessia langsung berbinar, dengan seulas senyum smirk di bibir nya.
"Yes akting ku ngak sia- sia. Pria tua ini yang akan bertindak. Aku tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk membuat pria sombong seperti Agara untuk berlutut di kaki ku..." Batin Lessia senang. Hari ini mood nya benar- benar bagus karna tiga rencana nya berhasil dengan sempurna.
Pertama membuat Raehan cemburu, ke dua membuat penampilan gadis itu kacau dengan menempel kan banyak permen karet di rambut menjijik kan itu.
Dan yang ketiga, berakting menjadi gadis lemah yang berhasil membuat Mr. Vinsion mengabul kan keinginan nya.
Tidak salah diri nya di nobat kan menjadi model terbaik dengan segala skill yang mumpuni.
Dan salah satu skill nya adalah berakting dengan natural.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???