Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Fir di usir


__ADS_3

...275πŸ’›...


"Bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu. pada papa mu...? Seharus nya kamu menghormati nya dan menyayangi nya.. Aku sungguh tidak menduga akan melihat sifat kurang ajar mu yang begitu lantang menghina papa mu sendiri..." Tuan Ledgar menekan setiap perkataan nya. Seperti sebuah kecaman untuk Agara.


Agara menatap datar Tuan Ledgar. Ia sama sekali tidak ingin terlibat dalam acara sandiwara keluarga bahagia dan harmonis ini.


Bersandiwara dan terus berpura- pura bahagia dalam sebuah tekanan membuat diri nya rasa nya ingin memukul semua orang. Terutama Mr. Vinsion yang sudah menjilat ludah nya sendiri.


"Aku merasa udara di sini semakin beracun dan membuat ku sesak.. Jika anda ingin tahu kenapa aku bisa bersikap seperti ini pada pri tua itu.. Maka tanya kan kepada nya. Karna dia tahu apa yang anda maksud..." Agara melenggang pergi dari ruangan tersebut. Tanpa menoleh sedikit pun.


Kini ia hanya ingin melihat Raehan. Tatapan kosong dan penuh luka yang ia lihat di ke dua mata coklat indah itu benar- benar menghantui nya hingga pagi.


Saat bayangan itu muncul rasa nya dada Agara di tikam ribuan belati yang sangat tajam.


Agara membenci diri nya sendiri, karna apa yang menimpa Raehan adalah karna diri nya. Dan tatapan itu membuat diri nya tersiksa.


"Aku memang tidak berdaya...." Umpat Agara masuk ke dalam lift.


Ia harus mencari Raehan, dan diri nya yakin jika Raehan pasti berada di salah satu rumah sakit terdekat dari hotel ini.


Karna ia tahu bagaimana kondisi Raehan yang begitu buruk.


Apa lagi melihat pisau tajam itu masih menancap dengan sempurna di pinggang Raehan. Pinggang yang selalu ia peluk dengan erat.


Buk...


Agara meninju dinding lift. Di mana rasa marah di hati nya semakin membesar.


...----------------...


Miya berjalan menekan bel rumah Fir. Di mana dari balik pintu muncul seorang pria yang Miya yakini pasti pelayan di rumah besar Fir.


"Selamat datang Nona..." Pelayan tersebut membungkuk hormat.


"Tolong beritahu Fir jika aku sudah ada di depan rumah..." Ujar Miya to the point. Karna ia kemari untuk menjemput sahabat nya itu.


Sebenar nya Miya sangat malas, tapi karna mereka ada janji untuk menjenguk Raehan di rumah sakit, membuat Miya harus menunda rasa malas nya.


Tak berselang lama Fir keluar dari pintu dengan wajah muram.


"Ayo pergi...!" Ujar Fir yang langsung melenggos melewati Miya.


Miya mengerucut kan bibir nya ke depan, melihat sikap Fir.


Rasa nya ia ingin sekali menonjok wajah sahabat nya itu karna bersikap seperti itu.


Miya pun segera berlari ke arah mobil nya, lalu melempar kunci mobil pada Fir.

__ADS_1


"Kenapa sih? Muka nya di tekuk pahit banget kayak pare..." Dengus Miya saat kini diri nya dan Fir berada di dalam mobil.


"Aku lagi ngak mood bercanda Mi.. Mending kamu diam aja..." Balas Fir dengan dingin, lalu menyala kan mobil Miya dan menggiring nya untuk keluar dari gerbang rumah nya, dan berbaur bersama pengendara lain nya.


"Oke aku juga ngak peduli sama wajah kamu yang jelek itu.. Tapi sumpah ya kamu ngapain suruh aku pake acara jemput kamu? Kan kata nya kamu anak sultan kok nebeng mobil..." Ucap Miya dengan nada mengejek.


"Papa ku menarik semua fasilitas yang aku guna kan..."


"Apa?"


"Iya.. Karna aku sudah menggunakan jet pribadi perusahaan untuk menjemput keluarga Raehan.."


Wajah Miya terlihat bersalah, saat mendengar penjelasan dari Fir.


Ternyata Fir mendapat kan hukuman karna mengguna kan jet pribadi perusahaan papa nya.


Apa ini tidak terlalu kejam?


"Kamu yang sabar Fir.. Ntar papa mu pasti bakal balikin lagi kok fasilitas kamu.. Ya udah karna aku baik hati kamu bisa pake mobil aku kemana pun kamu mau..." Ucap Miya dengan percaya diri.


"Aku tidak butuh mobil. Aku butuh tempat tinggal..." Desah Fir dengan menghela nafas nya berat.


"Tempat tinggal ?" Miya kembali menatap Fir yang masih fokus menatap jalanan di depan mereka.


"Papa mengusir ku dari rumah, bahkan dengan kejam nya dia mengambil semua card di dompet ku... Rasa nya ingin berteriak dan mengata kan semua ini tidak adil..."


Ia tidak percaya Fir bahkan sampai di usir dari rumah karna masalah jet itu.


Tapi ia juga sedih mendengar kabar buruk ini.


"Hmmm Bagaimana ya Fir... Tapi tidak mungkin aku mengajak mu untuk tinggal di rumah ku.. Bisa- bisa mama ku menggantung ku di pohon cabe..."


"Pria tua itu benar- benar kejam kepada ku... Dia pikir aku tidak akan bisa bertahan hidup tanpa fasilitas dari nya. Lihat saja Mi aku akan bukti kan jika aku bisa hidup tanpa harus mengguna kan sepeser uang dari nya..." Beo Fir dengan tekad yang kuat di setiap perkataan nya.


"Tapi bagaimana mungkin ? emang kamu punya uang berapa untuk sewa kontrakan atau kos...?"


Cittt...


Fir mengerem mendadak, di mana wajah nya terlihat frustasi.


"Aku tidak punya uang sepeser pun... Astaga jadi orang miskin ngak enak banget..." Keluh Fir yang hampir menangis dengan menjatuh kan kepala nya di atas stir.


Malam ini ia harus tidur di mana?


Ia tidak punya teman laki- laki. Ia hanya punya teman perempuan dan itu hanya Miya dan Raehan.


Awal nya ia berniat untuk minta tumpangan pada Miya malam ini untuk menginap di rumah gadis itu.

__ADS_1


Tapi belum sempat ia mengutara kan niat nya, Miya sudah memberi kan kode jika ia tidak bisa tinggal di rumah gadis itu.


Lalu Raehan, apa yang bisa ia harap kan dari sahabat nya yang masih di rawat di rumah sakit.


Tapi yang tidak memungkin kan lagi, jika diri nya tidur di kolong jembatan.


Kenapa hidup nya sesengsara ini. Padahal niat nya sangat baik tapi harus di hukum seberat ini.


Miya menepuk bahu Fir, ia ingin sekali membantu tapi tidak mungkin ia membawa Fir pulang.


Bisa- bisa diri nya juga ikut jadi gelandangan seperti Fir, karna di usir oleh papa nya.


"Udah.. Kamu jangan khawatir, malam ini kamu sewa hotel aja.. Biar aku yang bayar, tapi malam ini aja soal nya tabungan ku hanya cukup buat chek in satu malam aja..." Hibur Miya dengan memberi kan oase pada kehausan Fir yang hampir membuat sahabat nya itu mati berpikir.


Wajah Fir langsung sumringah, mendengar perkataan Miya.


Tidak apa lah hanya satu malam, setidak nya ia bisa tidur dengan nyaman di hotel. Dari pada tidur di kolong jembatan.


Untuk hari- hari berikut nya bisa ia pikir kan nanti.


Yang terpenting nanti malam , ia tidak akan tidur di kolong jembatan.


...----------------...


...****************...


Maaf Typo bertebaran... 😁


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.

__ADS_1


__ADS_2