Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Cobalah..


__ADS_3

...24...


Agara menghempaskan bokong nya di bawah pohon yang menjulang tinggi dan rindang.


Ini lah tempat satu- satu nya yang bisa membuat nya merasa tenang.


Menjauh dari hiruk pikuk keributan sekolah, dan menjauh dari kejaran- kejaran gadis - gadis yang menggilai diri nya.


Air danau yang begitu tenang, suara gemerisik dedaunan maupun semak- semak yang saling bergesekan memanjakan telinga Agara.


Agara menghirup udara pelan. Merasakan sensasi udara yang belum terjamah oleh kotoran lingkungan.


Berada di tempat ini selalu bisa mengembalikan mood nya yang hancur.


Meredam emosi nya yang sempat meluap- luap karna sebuah kotak makan.


Kotak makan.!!


Agara langsung menatap kotak makan yang sejak tadi berada dalam genggaman nya.


Saat pikiran nya mengingat alasan kenapa ia berada di tempat ini untuk menenangkan diri.


"Hanya karna kotak makan sederhana ini aku sampai bertindak kasar pada Sofia... Ada apa dengan ku?? Rasa apa yang sedang ku rasakan.. Tapi karna kotak makan ini, hati ku merasa hangat... Seakan ada yang menyayangi ku dengan tulus..." Batin Agara dengan tatapan fokus pada kotak makan di depan nya.


Begitu banyak pikiran- pikiran yang bermunculan di dalam kepala nya. Belum lagi ada rasa yang bergelayut manja di ujung hati nya.


Seolah- olah ia merasakan ada ketulusan dan kasih sayang dalam kotak makan ini.


Agara masuk dalam dunia lamunan tanpa batas. Dengan pikiran- pikiran yang terus menganggu diri nya.


Sampai sebuah sentuhan pada bahu nya mengagetkan diri nya.


Agara terlonjak kaget saat menerima sentuhan seseorang di bahu nya.


"Hai....." Ujar gadis berbandana dengan senyum lembut berdiri di samping nya.


Menggoyang - goyangkan tangan nya ke arah Agara.


Agara menghela nafas nya, rasa nya jantung nya hampir terlepas dari gantungan nya.


Seperti sebuah tarikan malaikat maut yang datang dengan tiba- tiba.


"Kau...." Balas Agara dengan menatap Raehan datar.


Raehan langsung tertawa kecil, merebahkan tubuh kecil nya di samping Agara.


Ia tidak sengaja tadi, melihat Agara yang berjalan dengan terburu- buru melewati kelas nya.


Ia memilih meninggalkan satu pelajaran yang sedang berlansung untuk datang ke tempat ini, hanya untuk menemui Agara.


"Kok Kak Aga di sini??? Kak Aga melewatkan satu pelajaran lo...??" Cecar Raehan dengan satu kali tarikan nafas.


"Lalu kamu apa yang kamu lakukan di sini??? Kamu tidak perlu tahu kenapa aku di sini.." Ketus Agara dengan menimpali pertanyaan Raehan dengan sebuah pertanyaan.

__ADS_1


"Aku ke sini karna melihat kak Aga..." Balas Raehan cepat, seolah- olah sedang merayu.


Senyum lebar Raehan langsung menyembul sempurna, saat melihat kotak makan nya sedang di genggam Agara.


Agara melirik ke mana tatapan Raehan tertuju.


Ego dan harga diri nya langsung terhempas ketika mengerti apa arti dari tatapan Raehan dengan senyum lebar seperti bulan sabit.


"Aa..... Aku... Menemukan nya di meja ku..." Celetuk Agara dengan terbata- bata.


Mengantisipasi pemikiran Raehan yang akan membuat nya merasa seperti seorang pencuri yang ketahuan mencuri.


"Apa...??? Aku tidak bertanya tentang kotak makan itu.. Lalu kenapa kak Aga gugup seperti itu??" Selidik Raehan dengan senyum jahil nya.


Buliran keringat menghiasi kening putih Agara. Ia sangat gugup, apa yang akan ia katakan pada gadis di samping nya ini.


Otak nya terasa berhenti bekerja dengan kebodohan yang menempel kuat.


Raehan mengangguk senang, rasa nya ada ribuan kupu- kupu saat ini menghinggapi setiap ruang hati nya. Melihat laki- laki pujaan hati nya menerima sarapan yang ia buat dengan penuh kasih sayang dan cinta.


Perlahan Raehan meraih kotak makan tersebut dari tangan Agara, lalu membuka nya.


Isi nya masih tetap sama, dari saat ia membawa kotak makan itu keluar dari kontrakan nya.


"Kenapa roti nya belum di makan?" Tanya Raehan dengan senyum lembut.


Glek...


Selama ini belum ada yang pernah menatap nya dengan cara Raehan menatap diri nya.


Gadis ini menatap nya dengan penuh cinta di selimuti dengan kasih sayang yang tulus.


Sangat berbeda dengan gadis - gadis lain nya.


Hati Agara menghangat dengan kepolosan dan kejujuran yang ia lihat dari gadis yang tersenyum kepada nya.


Raehan mengerjit kan dahi nya, melihat Agara yang menatap nya tanpa berkedip.


Apa Agara terpesona oleh ku?. Pikir Raehan.


Klep...


Raehan menjentikkan jari nya, hingga menimbulkan suara yang berhasil membuat kesadaran Agara kembali.


"Apa ada yang salah dengan wajah ku??" Lagi- lagi Raehan bertanya, kini dengan menyentuh pipi nya yang chuby.


Memastikan jika riasan nya tidak rusak, atau ada sesuatu yang menempel di wajah nya. Yang membuat Agara terdiam menatap nya.


"Kenapa kamu meletak kan kotak makan itu di meja ku... Seharus nya kamu tahu aku tidak menyukai hal itu... Kamu sama saja dengan gadis- gadis yang lain nya memberikan ku barang untuk memikat hati ku... Tapi jangan harap kamu akan berhasil..." Tekan Agara dengan tatapan menusuk pada Raehan.


Raehan tersenyum tipis, mendengar penuturan Agara yang mencoba meruntuhkan harapan nya.


Tapi tidak semudah itu.

__ADS_1


"Aku tidak peduli kak Aga berpikir apa tentang ku... Selama niat ku baik pada mu... Apa salah nya.. Aku meletakkan sarapan ini di meja mu, karna aku tahu kamu akan kesal saat melihat ku kan... Hehe... Setidak nya makan lah sarapan ini,, untuk menghargai ku..." Timpal Raehan tanpa gentar dengan tatapan menusuk Agara.


"Aku tidak level memakan makanan seperti itu..." Olok Agara.


"Ha... Ha... Kalau belum di coba belum bisa menilai donk..." Kekeh Raehan yang merasa lucu melihat wajah jutek Agara yang lebih mirip dengan pantat ayam.


"Aku sudah bisa pastikan rasa nya tidak enak..."


"Wo hoho... Mari coba dulu.. Jika kak Aga ngak mau ya ngak papa aku makan aja, dari pada mubazir..." Ujar Raehan dengan tangan hendak memasukkan sepotong roti ke dalam mulut nya.


Namun tangan nya mengambang di udara saat mendengar hembusan nafas Agara, yang terdengar kesal.


Dengan tersenyum, Raehan mengulurkan tangan nya di depan bibir Agara.


Menyodorkan sepotong roti yang di buat nya untuk pujaan hati nya.


"Coba lah..." Celetuk Raehan dengan mata berbinar.


Agara menatap lekat Raehan , mencari kebohongan di ke dua mata jernih itu.


Tapi, ia tidak menemukan apa pun selain kejujuran dan ketulusan.


Agara membuka bibir nya, menggigit salad roti yang di ulurkan Raehan.


Mengunyah dengan perlahan, menikmati rasa yang mengaduk dan menggoyang lidah nya.


Enak..!!


Pekik Agara dalam hati nya, saat potongan roti itu menyatu dengan indra pengecap lidah nya.


Raehan tersenyum lebar, melihat Agara yang begitu lahap memakan sarapan yang ia buat.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭?

__ADS_1


__ADS_2