Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
kalian pikir aku tali tambang?


__ADS_3

...310...


"Aku tidak salah dengar? Kekasih? Ayolah Agara, kamu ini tuli atau tidak mengerti bahasa manusia, hah? Raehan sudah mengatakan jika dia tidak mau lagi bersamamu. Hubungan kalian sudah putus dan berakhir."


"Hubungan yang dijalani oleh dua orang, tidak akan bisa putus hanya karena salah satunya memutuskannya. Aku dan Raehan memulainya bersama, dan juga akan memutuskannya bersama. Jika hanya Raehan yang memutuskannya, itu semua tidak berarti apa-apa."


Raehan menepuk jidatnya pelan. Lihat, apa yang ia duga memang terjadi. Agara dan Dion lagi-lagi bertengkar dan itu semua karna dirinya.


Agara dan Dion siap mengambil ancang-ancang dengan saling mencengkram kerah seragam satu sama lainnya. Miya yang melihat hal itu melebarkan ke dua matanya. ke dua pria tampan itu bahkan rela bertengkar satu sama lain, hanya karena alasan sahabatnya Raehan. Sungguh Raehan memang sangat luar biasa, bisa menaklukkan dua pria yang tak tersentuh oleh siapapun. Jika begini, tekad dan kepercayaan dirinya semakin kuat, jika ia pasti bisa menaklukkan Kazuya.


Melihat ke dua pria yang hampir baku hantam. Raehan segera menengahi ke duanya, dengan menarik ke dua tangan pria di hadapannya itu, agar melepas kerah seragam satu sama lainnya.


Jika seperti ini, ia merasa seperti menghadapi dua anak kecilnya yang sedang bertengkar. Sangat merepotkan.


"Stop, kalian jangan bertengkar!" bentak Raehan dengan menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


Agara dan Dion memalingkan wajahnya serempak.


"Kalian dengar ya, aku tidak butuh siapapun untuk menjagaku di acara itu. Aku sudah besar dan aku bisa menjaga diri. Jadi, kalian tidak perlu bertengkar karena hal itu hanya sia-sia," jelas Raehan menatap ke arah Dion, lalu Agara.


"Tidak bisa!" seru Agara dan Dion bersamaan, membuat Raehan cukup terkejut. Namun, juga kaget. Sebenarnya ke duanya sangat kompak, akan sangat bagus jika ke duanya bersahabat, pasti akan sangat seru.


"Aku tidak akan membirkanmu sendiri Rae, aku akan selalu di sampingmu untuk menjagamu dari pria pengecut," sindir Dion dengan mengertakkan giginya.


"Dengar Rae, kamu tidak tahu jika di puncak tidak seaman yang kamu pikirkan. Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja. Tidak kekurangan sesuatu apapun," ujar Agara menatap Raehan dengan tatapan memelas.


Tidak terima, Agara segera menarik tangan kanan Raehan, sehingga tubuh Raehan bergeser lebih dekat ke arahnya.


"Aku yang lebih berhak menjaganya!" sarkas Agara, mempererat genggamannya pada pergelangan tangan Raehan.


Tidak ingin kalah, Dion menarik kembali Raehan mendekat ke sisinya. Begitupula dengan Agara yang langsung menarik Raehan kembali. Sehingga terjadilah tarik menarik antara Agara dan Dion, dimana Raehan sebagai korban mereka yang harus merasakan tubuhnya terombang-ambing dan terus menerus di tarik tanpa henti.

__ADS_1


"Hentikan!!" teriak Raehan dengan keras, membuat Agara dan Dion melepas tangan Raehan, dan menutup ke dua telinga mereka masing-masing. Begitupula dengan Fir dan Miya yang melakukan hal yang sama.


Teriakan Raehan yang melengking dengan nyaring, membuat gendang telinga mereka bergetar dan berdenging.


"Kalau kalian ingin berkelahi, berkelahi saja. Aku tidak mau jadi korban kalian. Kalian pikir aku tali tambang, yang bisa kalian tarik sesuka kalian, hah? Kalian bersikap seperti ini hanya bisa menyakitiku saja. Rasanya tubuhku mau sobek karena terus di tarik. Jadi, selesaikan saja masalah kalian. Aku tidak peduli," marah Raehan menatap Agara dan Dion dengan kesal. Lalu melenggang pergi meninggalkan ke dua pria itu begitu saja.


...----------------...


...****************...


jangan lupa like


koment


gift

__ADS_1


vote


__ADS_2