Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Kecil- kecil cabe rawit


__ADS_3

...62...


"Aku tahu kak Aga tidak menyukai ku.. Aku tidak akan memaksa mu membalas perasaan ku.. Tapi izin kan aku menggenggam tangan mu, dan menjadi bagian dari hidup mu.. Jangan tempat kan ?ku menjadi sosok yang penting, cukup berikan aku posisi sebagai teman mu... Mau berteman..??"


Raehan mengulur kan tangan nya. Berharap Agara mau menyambut tangan nya dan menerima tawaran pertemanan nya.


Agara mengerjap menatap wajah mungil di hadapan nya lekat.


Menelisik apa ada kebohongan atau aura pengkhianatan di mata gadis itu.


Tapi nihil, Agara tidak menemukan hal itu. Malah ia melihat niat tulus gadis itu yang ingin menarik nya keluar dari masa lalu yang selama ini menjerat nya.


Dengan perlahan, Agara menjabat tangan Raehan.


"Kita berteman..." Lirih pria itu lemah.


Seperti mendapat sebuah lotre, Raehan langsung memeluk tubuh Agara karna begitu senang.


Tinggal beberapa rencana lagi, ia yakin bisa mendapat kan hati pria tampan ini.


Agara tidak menolak atau pun mendorong Raehan. Pelukan itu terlalu nyaman untuk diri nya singkir kan.


Bukan kah mereka teman, anggap saja ini pelukan pertemanan meski pelukan ini berhasil membuat darah nya berdesir dengan hebat.


"Sekarang kita berteman... jadi aku tidak akan sungkan meminta kak Aga melakukan sesuatu atau menyuruh mu sesuatu... Jadi karna ulah kak Aga rumah ku udah seperti istana yang runtuh... Untuk itu kak Aga harus tanggung jawab..." Oceh Raehan setelah mengurai pelukan nya.


Raehan langsung mengoceh dengan berkacak pinggang, dengan ekspresi wajah yang di buat kesal.


"Apa kau menawar kan ku menjadi teman mu untuk menjadi kan ku pembantu..." Wajah Agara berubah ketus. Tidak ada lagi raut ketakutan seperti beberapa menit yanh lalu.


"Ha.. Ha..." Raehan tertawa nyaring, perut nya rasa nya tengah di gelitik oleh ribuan kupu- kupu, saat melihat raut wajah Agara yang kesal.

__ADS_1


Tapi ini memang jadi tugas pria itu kan. Siapa suruh membuat rumah nya seperti kapal pecah.


"Lalu apa aku yang harus merapikan semua nya.. Kak Aga yang membuat rumah ku berantakan.. Ingat KTP kak Aga masih di tangan Momsy ku lo...." Ancam Raehan dengan wajah mengesal kan.


"Kau...Kemari kau..." Satu tarikan dari Agara membuat tubuh Raehan tertarik dan menubruk tubuh kekar Agara.


Deg...


Deg..


Deg..


Jantung Raehan lagi- lagi berdetak dengan tidak normal. Kini antara diri nya dan Agara hanya terhalang beberapa centi saja.


Bahkan Raehan bisa merasakan dan mencium aroma tubuh Agara yang maskulin.


Raehan mendongak karna tinggi tubuh Agara yang lumayan jauh lebih tinggi dari nya.


Menatap dekat wajah tampan dengan rahang tegas yang begitu menggoda.


"Jaga hati mu untuk berhenti menyukai diri ku.. Karna aku tidak ingin pertemanan kita ada cinta yang bertepuk sebelah tangan.. Satu lagi berhenti lah selalu menguntit diri ku, mengirim kan sarapan pagi atau pun sejenis nya.. Apa kau mengerti gadis sial...!!" Ujar Agara dengan senyum devil nya.


"Apa itu sebuah syarat pertemanan..?"


"Jika kamu menganggap nya begitu..."


"Baik lah aku setuju.. Tapi kak Aga juga harus menjaga hati kak Aga, untuk tidak jatuh dalam cinta ku.. Waspadai lah diri mu sendiri... Dan segera bereskan rumah ku bro..." Smirk Raehan, mendorong keras tubuh Agara, hingga melepas kan tangan Agara dari pinggang nya.


Raehan segera melenggos pergi. Masuk ke dalam kamar.


"Ternyata tenaga nya kuat juga.. Kecil- kecil cabe rawit.." Kekeh Agara menatap pintu kamar Raehan yang langsung tertutup.

__ADS_1


"Hei.. Bukan kah teman selalu bahu membahu saling membantu !!" Teriak Agara, karna pasti sangat melelah kan jika diri nya memberes kan semua kekacauan yang ia buat.


"Apa kak Aga tega menyuruh ku yang sedang sakit...!!" Timpal Raehan dari dalam kamar.


"Hhhhh... Aku harus menggunakan mantra uang ajaib..." Gumam Agara mengedar kan pandangan ke seluruh ruangan yang sudah mirip tempat pembuangan sampah.


Karna barang- barang dalam rumah kecil Raehan --, hampir hancur karna amukan nya.


Tapi hari ini entah mengapa, hati nya menghangat. Mungkin karna hari ini diri nya mendapat kan teman baru.


"Aku harap kau tidak akan mengkhinati atau pun meninggal kan ku gadis sial..." Ucap Agara rendah dengan menghembus kan nafas nya lega.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2