Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Istirahat


__ADS_3

...342...


Raehan merebahkan tubuhnya di atas sofa. Rasa empuk dan begitu nyaman seketika memanjakan tubuhnya. Rasanya, seluruh tulang dalam tubuhnya copot dan pegal. Raehan memejamkan matanya menikmati sensasi nyaman dari empuknya sofa.


Miya dan Fir yang melihat kelakukan Raehan, hanya mengendikkan bahu dengan gelengan kepala. Fir meletakkan tas besar Raehan di atas meja. Lalu, bergegas mengambil minuman untuk dua gadis itu.


"Rae!" panggil Miya sambil menatap lekat pada Raehan yang masih memejamkan mata.


"Hmmm," jawab Raehan dengan deheman.


"Fir kayaknya masih marah deh. Liat aja mukanya ngak enak banget di lihat, pengen muntah tahu ngak," curhat Miya menyuarakan perasaanya.


"Ya udah, kalau mau muntah liat muka aku. Kamu tinggal angkat kaki dari rumah ini!" sarkas Fir keluar dari pintu dapur dengan nampan berisi tiga cangkir teh di tangannya.


Miya menggigit lidahnya, ia tidak melihat jika Fir akan kembali secepat itu. Ia melipat bibirnya dalam, sepertinya karena berteman dengan Raehan dan Fir membuat bibirnya menjadi kebiasaan asal bicara tanpa disaring dulu. Sementara Raehan tersenyum lucu dengan mata yang masih terpejam. Ia yakin, dua sahabatnya itu pasti akan bertengkar dan berdebat.


"Ihhh, ngusir. Ini kan kontrakan punya Raehan, kamu cuma numpang ya," balas Miya tidak terima di usir oleh Fir.


"Tapi, aku yang jadi penjaga di sini. Jadi, aku juga punya hak buat ngusir kamu. Untung cewek, cobak kalau cowok dah ku tendang bokongmu keluar dari sini."


"Kasar banget sih jadi cowok. Pantes ngak laku-laku," ejek Miya dengan menjulurkan lidahnya, yang semakin membuat Fir semakin kesal.


"Dih, emang kamu udah punya pacar? Ngak kan, sok bilang aku ngak laku, aku mah gampang kalau mau tinggal nembak cewek. Lah kamu ...."


"Udah, ngapain pada berantem sih, mending minum teh anget, biar pikiran kalian jadi anget dan bisa waras," sela Raehan dengan meraih secangkir teh di atas meja. Lalu, menyeruput cairan tersebut. Rasa hangat seketika mengalir di kerongkongannya yang dingin. Ternyata, teh buatan Fir cukup enak di lidahnya. Sepertinya, setelah tinggal sendiri Fir mulai belajar memasak dan melakukan apapun sendiri.

__ADS_1


"Kita masih waras, Rae. Kamu kayaknya yang ngak waras," timpal Fir dengan menyeruput tehnya. Raehan mengerutkan keninganya bingung.


"Lah, kok aku?"


"Iya, udah tahu Kiara ikut acara itu. Masih aja kamu ikut tanpa pengawasan aku sama Miya. Kalau, ada aku sama Miya di sana pasti ngak akan terjadi hal kayak gini. Tuh juga, dua cowok gunung es pada kemana? Ngak jagain kamu? Sok berani, bilang mereka yang bakal jagain kamu. Mana buktinya, dasar pengecut," omel Fir tanpa jeda, persis seperti emak-emak yang sedang memarahi anaknya yang tidak mau mandi.


"Kali ini aku setuju sama Fir, Rae," tambah Miya dengan menunjukkan jempolnya.


"Heh, aku bukan cenayang yang bisa meramal masa depan. Mana aku tahu, Kiara bisa sejahat itu," balas Raehan membela diri.


"Terus sekarang, Kiara gimana?" tanya Fir, lihat saja ia akan membuat perhitungan pada Kiara. Gadis jahat seperti itu harus diberi pelajaran.


"Lihat aja besok pas masuk sekolah. Oh ya, Fir kamu jangan kasi tahu Popsy sama Momsy ya aku udah pulang dan ada disini. Apalagi soal aku jatuh ke jurang," pesan Raehan sebelum nanti masalah ini melebar dan sampai ke telinga orang tuanya. Ia hanya tidak ingin kedua orang tuanya khawatir dan semakin mengekang dirinya.


"Oke, Ya udah mending kalian tidur gih." Fir menyetujui keinginan Raehan. Lagi pula, ia juga tidak berhak untuk memberitahu masalah ini pada orang tua Raehan. Ia bisa saja sebenarnya memberitahu hal ini. Namun, sepertinya Raehan memiliki alasan yang kuat untuk tidak memberitahu kedua orangnya.


...----------------...


Agara membuka pintu apartemennya dengan kasar, di mana wajahnya terlihat sangat kesal. Ia melempar ransel yang ada di tangannya dengan asal. Tidak peduli, jika beberapa furnitur menjadi berantakan.


Ia masih tidak terima dengan hubungannya dengan Raehan yang harus disembunyikan. Ia juga tidak terima, Raehan terus dekat dengan Dion. Ia sangat cemburu dan sakit hati.


"Akhhh Rae, kamu menghukumku berkali-kali lipat." Agara merebahkan bokongnya di tepi ranjang sembari nafasnya menderu persis seperti banteng yang kesurupan.


Agara menangkup wajahnya dengan memejamkan kedua mata, mengontrol amarah dan kekesalan yang tengah membuncah dan terus meningkat di dalam dirinya. Ia membuka kelopak matanya, dan merogoh ponsel dari dalam saku celana. Menyalakan benda pipih itu hingga terlihat wajah Raehan yang tengah tertidur dengan pulas dan damai.

__ADS_1


Kedua sudut bibit Agara terangkat. Ada rasa damai yang tiba-tiba menjalar di seluruh tubuhnya. Saat melihat foto Raehan yang ia ambil saat di Bis. Agara mengusap layar ponsel dengan ibu jarinya. Amarah yang terasa ingin meledak seketika lenyap. Hanya dengan melihat foto gadisnya saja amarahnya lansung reda. Apalagi melihat wajah manis dan imut itu secara lansung.


Agara menekan kontak Raehan. Lalu, menempelkan benda pipih tersebut di telinganya.


Tut!


Tut!


Tut!


Hanya suara nada sambung yang terdengar dari ujung telpon. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda jika panggilannya akan dijawab oleh Raehan. Agara mendengus kesal, kemudian melempar ponselnya asal. Raehan selalu berhasil membuat emosinya naik turun seperti rollercoaster.


"Setidaknya, hubungan kami sudah membaik. Aku harus bersabar dan menuruti keinginan Raehan. Aku tidak mau sampai gadisku kembali pergi dariku. Cukup satu kali, tidak untuk ke sekian kalinya," gumam Agara bermonolog pada dirinya sendiri. Membangun janji dan tekad untuk selalu berada di sisi Raehan dan menjadi pelindung gadis itu. Hari ini, hal yang buruk menimpa Raehan dan lagi-lagi ia tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apapun. Ia tidak ingin lagi kecolongan, ia harus lebih mengawasi orang-orang yang ada di sekitar Raehan.


Agara memejamkan kedua matanya, rasa kantuk dan letih mulai mendera dirinya. Entah sejak kapan, tetapi kini kedua mata indah itu sudah terpejam dengan rapat, menikmati buain mimpi yang begitu indah.


...----------------...


...****************...


Jangan lupa


like


koment

__ADS_1


vote


tips


__ADS_2