Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Rumah Dion


__ADS_3

...345...


Miya berjingkrak kegirangan saat mobilnya memasuki pekarangan rumah Dion. Fir yang sedang mengemudi hanya mencebikkan bibirnya melihat kealay-an Miya. Sementara Raehan hanya menggeleng-gelengkan kepala.


"Gimana, Rae? Aku udah cantik belum?" tanya Miya dengan merapikan rambutnya dengan gaya centil, sambil bercermin pada spion dashbord.


"Udah kayak, kuntilanak," sambar Fir dengan meledek Miya, yang lansung melempar tatapan kesal dan sinis pada pria yang sedang memarkirkan mobil. Sekali saja, Fir tidak meledek dan mengejeknya. Mungkin, lidah Fir akan merasa sangat gatal.


"Syirik karena ngak punya gebetan, bilang donk. Orang cantik membahana kayak gini di bilang kuntilanak. Dasar mata picek," balas Miya dengan ejekan yang tak kalah pedas.


"Rae, ayo donk kasi tahu apa rambutku masih berantakan atau ada yang kurang?" tambah Miya lagi mencecar Raehan dengan nada panik.


"Udah cantik kok," jawab Raehan singkat. Lalu, keluar dari mobil. Di susul oleh Miya dan Fir.


Ketiga sahabat itu tiba di depan pintu rumah Dion. Fir menekan bel rumah tersebut dan menunggu pintu di depan mereka terbuka.


Tampak dari balkon atas, Dion menatap kedatangan Raehan dan juga dua temannya. Ia menarik nafas dalam, perkataan Kazuya yang barusan masih terngiang-ngiang di telinganya. Perkataan yang memang benar adanya. Ia merasa Raehan sangat jauh untuk ia gapai, bahkan terasa tidak mungkin. Tangannya terlalu pendek untuk meraih gadis mungil itu yang sudah memporak-porandakan hatinya.


Untuk pertama kalinya saat melihat Raehan, Dion menjadi tidak bersemangat. Biasanya, mood dalam dirinya lansung bagus hanya dengan melihat Raehan. Namun kini, rasanya ia tidak ingin bertemu gadis itu.


Pintu di depan Raehan, Miya, dan Fir terbuka dengan lebar. Dari balik pintu terlihat Kazuya dengan senyum lembut dan ramah.


"Hai, Kazuya," sapa Raehan dengan melambaikan tangan.


"Hai, Rae," balas Kazuya dengan tersenyum lebar, yang berhasil membuat Miya meleleh di tempat. Miya sejak pintu di depannya terbuka menatap pria berwajah blasteran Jepang tersebut dengan tatapan terpesona dan memuja.


Hatinya serasa mencair dan meleleh, seperti es yang dibiarkan di alam terbuka. Senyum yang begitu menawan, membuat ia merasa terbang ke langit ke tujuh.


Bagaimana bisa, tuhan menciptakan wajah setampan dan semejukkan ini. Rasanya, kedua bola matanya ingin terus menatap senyum Kazuya yang menjadi candu bagi dirinya.


Raehan dan Fir yang melihat tampang terpesona Miya menunduk malu karena ekspresi wajah Miya yang melongo dengan air liur hampir jatuh. Seolah-olah Kazuya adalah santapan yang sangat lezat dimata Miya.

__ADS_1


"Silahkan, masuk!" seru Kazuya dengan menyingkirkan tubuhnya. Ia merasa risih dengan tatapan Miya kepadanya. Entah ada apa dengan gadis bertubuh berisi itu, di mana gadis itu selalu menatapnya seperti mangsa segar.


"Terimakasih, Bro," balas Fir dengan bersikap supel bahkan dia merangkul Kazuya untuk masuk ke dalam rumah. Fir mengedarkan pandanganya, melihat setiap sudut rumah Dion yang ternyata tidak buruk seperti orangnya.


Raehan segera mengekor untuk masuk ke dalam rumah. Namun, langkahnya terhenti di ambang pintu saat menyadari jika Miya masih mematung dengan ekspresi terpesona. Raehan menepuk jidatnya sendiri dengan kelakukan Miya yang terlihat bodoh. Ia segera memutar tubuhnya kembali menatap Miya.


"Miya!" panggil Raehan dengan sedikit kencang, membuat Miya lansung tersentak kaget. Ia mengedarkan pandangannya karena tidak melihat Kazuya si pria impian.


"Kazuya mana, Rae? Tadi berdiri di sini?" tanya Miya dengan tampang bodoh.


"Udah masuk sama Fir. Udah ah, mingkem dulu mulutnya, kamu udah kayak ngeliatin mangsa yang enak," tegur Raehan. Lalu, menarik pergelangan tangan Miya untuk masuk ke dalam rumah.


Di ruang tamu, Fir sudah duduk di sofa dengan kaki di silangkan pada kaki yang lainnya. Raehan mendekat dan duduk si samping pria itu. Begitu pula dengan Miya yang memilih untuk duduk pada sofa yang lain.


"Kazuya mana?" tanya Miya dengan menggebu-gebu.


"Udah gue tendang ke luar angkasa," balas Fir dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Lebay banget deh kamu, Mi." sela Raehan dengan mencebikkan bibirnya meledek Miya.


"Ih, Rae. Kamu duduk deket-deket sama Fir malah ikut-ikutan ngeledek aku. Kamu tuh, harus dukung aku buat bisa jadian sama Kazuya. Kamu emang tega, lihat sahabatmu ini menggalau." Miya memasang wajah memelas dan cemberut.


Raehan dan Fir tertawa puas melihat wajah Miya yang tertekuk seperti pantat ayam yang baru bertelur. Dari arah dapur, terlihat Kazuya dengan nampan berisi empat gelas Orange Jus berjalan mendekat.


Kedua mata Fir langsung berbinar melihat minuman segar yang tengah dibawa oleh Kazuya. Kerongkongannya sudah terasa mengering seperti di tengah gurun pasir.


Berbeda dengan Miya yang lansung memasang wajah terpesona persis seperti tadi, saat di ambang pintu. Setiap melihat wajah Kazuya pasti wajah Miya menyendu dengan tatapan yang begitu memuja.


Kazuya meletakkan minuman tersebut di atas meja. Lalu, menyodorkan satu gelas Orange Jus pada gadis yang sudah sangat berjasa dalam hidupnya.


"Rae, minum dulu," ujar Kazuya dengan ramah dan duduk di samping Raehan.

__ADS_1


"Wah, kasihan yang ngak diperhatiin," sindir Fir dengan tawa meledeknya, yang membuat Miya memutar kedua bola matanya kesal. Berharap Kazuya juga akan menawarkan minuman padanya, tetapi tidak sama sekali. Pria itu hanya menawarkan minuman pada Raehan.


Ingin protes tapi ia masih punya harga diri dan gengsi yang tinggi. Miya meraih segelas Orange Jus dan meneguknya. Setidaknya, rasa kesalnya sedikit mereda setelah meminum Orange Jus buatan Kazuya.


"Wah, Orange Jusnya enak banget ya. Kamu pandai banget buatnya," puji Miya melancarkan aksinya untuk mendapatkan hati Kazuya.


"Makasih, tapi sayangnya itu bukan Jus buatanku. Itu Jus kotak yang sudah jadi," balas Kazuya, yang lansung membuat Miya malu setengah mati. Sementara Fir sudah tertawa terbahak-bahak.


"Ha ... Ha ..., rasain tuh," ledek Fir dengan menyumpahi Miya, yang direspon dengan pelototan dari gadis itu. Kali ini, Miya harus menjaga image di depan Kazuya. Tidak mungkin ia menunjukkan sisi bar-barnya seperti biasa. Bisa-bisa Kazuya lansung ngacir sebelum ia bisa mengikat pria tampan itu.


"Mi, kok kamu duduk di sana sendiri. Sini duduk di samping Kazuya!" seru Raehan membuat peluang pada Miya untuk dekat dengan Kazuya. Tentu saja, ia akan membantu sahabatnya itu untuk mendapatkan pria yang diinginkan.


"Oke." Dengan senang hati, Miya segera berhambur dan duduk di samping Kazuya yang membuat jantungnya lansung berdetak dua kali lebih cepat.


"Kak Dion mana Kazuya?" tanya Raehan yang sejak tadi belum melihat kehadiran pria itu.


...----------------...


...****************...


Jangan lupa


like


koment


gift


vote


tips

__ADS_1


__ADS_2