Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Apa benar?


__ADS_3

...281💛...


Ruang Rawat Raehan terlihat ramai, karna semua orang ada di dalam. Dion duduk di samping Raehan, barang sedetik pun ia tidak ingin jauh dari Raehan.


Sementara Kazuya asik bermain dengan Lion, saling mengerjai satu sama lain dan berakhir dengan tawa nyaring dari kedua nya. Sementara Miya dan Fir duduk santai sambil memainkan ponsel mereka masing-masing.


Sementara Raehan sejak tadi hanya melamun memikirkan kejadian tadi pagi, di mana Agara berani mencium bibirnya meskipun hanya sekilas. Namun sungguh hal itu mampu membuat Raehan terdiam seharian ini.


"Rae, apa yang di katakan Agara padamu?" tanya Dion yang memang sangat penasaran dengan perbincangan antara kedua kekasih itu. Berharap dalam hati jika Raehan dan Agara sudah putus sehingga ia dengan leluasa bisa masuk ke dalam hati Raehan dan mengobati semua luka gadis yang sangat di cintainya itu.


Raehan menghela nafasnya panjang, lalu menatap Dion intens.


"Sejak kapan kak Dion mulai peduli akan hubunganku dengan kak Aga?" timpal Raehan dengan sebuah pertanyaan. Ia sedikit aneh dengan sikap Dion yang begitu peduli padanya. Sangat berbeda dari sebelum-belumnya.


Dion menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pertanyaan Raehan membuat dirinya sedikit gugup. Di mana hatinya mulai berdegup tidak karuan.


"Sejak dia mencintai dan menyukaimu...." sosor sebuah suara dari arah pintu, yang tak lain adalah Niel yang sedang berjalan masuk ke dalam ruang inap Raehan, bersama dengan Jessi.


Semua mata kini memandang ke arah Niel, tapi hanya Raehan yang terkejut dan semakin bingung dengan apa yang baru saja di katakan Niel.


Dion menyukai dirinya? Apa ia tidak salah dengar? Pikir Raehan yang tidak percaya.


Sementara Dion yang duduk di samping Raehan terlihat sangat marah dengan apa yang baru saja di katakan Niel. Sahabat laknatnya itu membongkar semua rahasianya.


"Niel berani sekali kamu...." umpat Dion dengan kemarahannya yang sudah di ubun-ubun.


Momen seperti ini bukanlah momen yang tepat untuk Raehan mengetahui perasaannya. Akan tetapi dengan lancangnya Niel malah membocorkan semuanya.


Dirinya berharap semoga Raehan tidak marah dan menjauh darinya.

__ADS_1


"Benarkan Dion?" Niel melemparkan pertanyaan pada Dion, sembari bibirnya tersenyum kecut kala melihat tatapan tajam mematikan yang siap menghunus tubuhnya.


"Jangan dengarkan dia Rae, kau tahu Niel sering bercanda." Dion mencoba menyangkal hal tersebut.


"Ha ... Ha ... Aku pikir itu sungguhan, terasa sangat lucu jika benar kau menyukaiku. Bukankah kamu mengatakan tidak akan pernah menyukai ku?" sela Raehan dengan tawa nya.


Mendengar perkataan Raehan, hati Dion sedikit merasa di remas.


"Apanya yang lucu Rae? bukankah bagus jika Dion menyukaimu? Aku pikir apa yang dikatakan olehnya memang benar. Apa kamu tidak merasa jika Dion menyukaimu?" seru Kazuya.


Raehan terdiam sejenak, apa itu artinya yang sedang mereka bicarakan ini bukan lelucon?


Raehan mengedarkan pandangannya pada semua orang, tanpa ia sadari semua orang tengah menatapnya dengan tajam. Dimana suasana sedikit menjadi canggung.


Tatapan Raehan terhenti pada Dion yang berusaha menormalkan mimik wajahnya. Akan tetapi jauh di dalam dadanya ada hati yang sedang digores sembilu.


"Apa benar yang dikatakan kak Niel?" cicit Raehan menatap Dion intens.


Niel, Kazuya, Jessi, Fir, dan Miya mendengus pelan mendengar jawaban Dion. Masih sempat-sempatnya Dion menyangkal hal tersebut dan mengatakan kata-kata sinis pada Raehan. Sungguh bodoh, pikir mereka.


"Dasar bodoh!!!" pekik Niel dalam hati.


Sementara Raehan hanya mengendikkan bahunya. Bagus jika Dion tidak menyukainya, karna ia tidak akan pernah bisa membalas perasaan Dion. Lagi pula sampai detik ini hatinya masih di miliki oleh Agara sepenuhnya. Walaupun saat ini hubungannya dengan Agara sama sekali tidak baik-baik saja.


"Rae, ini aku bawakan buah untukmu." Jessi mendekat ke arah Raehan lalu meletakkan buah yang di bawanya di atas meja nakas. Wajahnya masih tetap sama, datar dan dingin. Tidak ada senyum sedikitpun di wajah Jessi meski saat ini ia sedang menjenguk orang sakit, dan hal itu tertangkap oleh kedua mata Fir yang sangat kesal dengan ekspresi wajah Jessi.


"Dasar gadis kulkas!!!" umpat Fir dengan mencebikkan bibirnya.


"Terimakasih kak Jessi, kakak jadi repot-repot ke sini." Raehan menyunggingkan senyum ramahnya.

__ADS_1


"Oh ya, kamu kapan pulang dari rumah sakit?" tanya Jessi mencairkan suasana canggung di dalam ruangan akibat ulah Niel yang asal ceplas-ceplos seperti radio rusak.


"Kayaknya malam ini deh kak. Lagi pula aku juga sudah merasa baikan. Gimana seleksi osis tadi pagi? Pasti seru."


"Sayangnya tidak seperti itu, yang menonton hanya sedikit karna kamu tidak hadir dan membuat satu sekolah gempar, seperti sebelum-belumnya. Aku pun juga merasa seleksinya biasa-biasa saja. Bahkan aku dan Niel harus terkena omelan Kepala Sekolah karna Ketua Osis tidak hadir."


Raehan tersenyum kecil mendengar ucapan Jessi yang terlalu jujur, ia memang selalu membuat rusuh dan membuat masalah. Kali ini juga begitu, bahkan ia membuat Dion tidak bisa datang ke acara terakhir dalam agenda jabatannya.


Raehan menoleh ke arah Dion yang masih menatapnya dalam. Entah apa arti tatapan Dion, ia sama sekali tidak tahu itu.


Raehan meraih tangan Dion dan memainkannya dengan jemari mungilnya. Ia sangat merasa bersalah pada Dion.


Pertama ia sudah berjanji untuk mengikuti seleksi dengan baik, tapi ia malah gagal dan harus di diskualifikasi di detik-detik terakhir.


Lalu yang kedua, Dion tidak bisa hadir karna ikut di culik bersama dirinya. Bahkan sampai terluka dan itu semua karna masalahnya.


Sementara Dion menggigit bibir bawahnya, berusaha menyembunyikan perasaan senangnya karna Raehan menggengam tangannya.


Sentuhan yang begitu lembut dan hangat, bahkan mengalir hingga ke hatinya, meski ada rasa sesak juga bersarang di ulu hatinya. Karna menyadari jika Raehan tidak akan pernah bisa menyukai dirinya.


"Kamu senang sekali menggengam tanganku. Apa senyaman itu?" ucap Dion dengan memiringkan bibirnya.


"Kak Dion terlalu PD. Aku hanya ingin minta maaf karna aku kak Dion harus terkena banyak masalah dan tidak bisa hadir di acara terakhir agenda jabatan kakak, dan juga karna aku tidak bisa memenuhi keinginanmu dan membuatmu kecewa," ujar Raehan dengan bersungguh-sungguh.


"Lagi-lagi aku harus kecewa karna Raehan memegang tanganku hanya untuk minta maaf. Seharusnya aku sadar jika Raehan hanya mencintai Agara, tapi aku tidak bisa membunuh perasaan ini. Apalagi setelah semua yang terjadi pada Raehan. Tidak, tidak ini adalah giliranku. Pelan-pelan aku akan membuat Raehan merasakan cintaku dan pasti dia akan mencintaiku," batin Dion dengan mengulas senyum kecil di bibirnya.


"Sayangnya, aku tidak mau memaafkan mu. Karna kesalahanmu sangat besar. Jika kamu ingin ku maafkan maka kamu harus melakukan sesuatu untuk ku...." timpal Dion dengan Smirk liciknya.


...----------------...

__ADS_1


...****************...


Yok jangan malas buat like koment gift dan vote ya❤️


__ADS_2