Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Penyelamat


__ADS_3

...49...


"Aaaaa......!" Teriak Raehan kesal , meluap kan kekesalan yang tengah ia rasa kan.


"Dasar pengecut, tukang ancam, gila, tidak waras... Rasa nya aku ingin membakar mu bersama mobil mewah mu itu, lalu aku buang ke laut.... Hhhhh" Umpat Raehan sambil meninju- ninju udara.


Pria tidak memiliki perasaan, meninggal kan seorang gadis di tepi jalan. Dia bukan nya laki- laki tapi lebih cocok menjadi wanita. Pekik Raehan membatin.


Langkah Raehan terayun ke depan, meniti jalan satu persatu untuk pulang.


Ia ingin naik angkutan umum, tapi sayang nya ia tidak membawa tas atau sepeser pun uang, bahkan ponsel saja ia tida bawa.


Hidup nya benar- benar sial jika bersama Dion. Jika tahu akhir nya akan seperti ini, ia tidak akan mau di ajak pergi oleh Dion, tapi sayang nya pria itu memegang kartu As nya.


Ke dua kaki pendek nya terus menendang- nendang kerikil.


Tak...


Tin.....


Suara mobil dengan klakson memekak kan telinga berhenti di samping Raehan.


Raehan langsung tersentak kaget bahkan mundur beberapa langkah.


"Ohhh sial kerikil nya mengenai mobil orang..." Lirih Raehan menutup bibir nya panik.


Sang pemilik mobil keluar dari balik kemudi, yang langsung melabrak Raehan yang menunduk.


"Kalau jalan itu, ngak usah pake nendang- nendang kerikil... Kan jadi kena mobil saya... Ini mobil mahal perbaikan nya bisa sampai keluar negri..." Suara bariton dengan suara tinggi itu langsung mengaget kan Raehan. Ia segera mengangkat kepala nya.


"Rae ??"


"Fir..??"


Ujar ke dua nya hampir bersamaan.


"Rae?? kamu? ngapain di sini?" Wajah marah Fir karna mobil nya seketika lenyap, saat mengetahui jika dalang nya adalah sahabat nya sendiri.


"Astaga seperti nya aku masih punya kebaikan dalam hidup ku.. Sampai kau mengirim kan seorang penyelamat..." Gumam Raehan dengan wajah berbinar, seperti seorang musafir yang menemukan oase di gurun pasir.


"Antar aku pulang!!" Pinta Raehan mutlak, yang langsung meraih tangan Fir masuk ke mobil.


Fir hanya menatap Raehan bingung, tidak biasa nya sahabat nya ini begitu bahagia saat bertemu dengan nya seperti malam ini. Tapi yang lebih membingung kan untuk apa dan sedang apa sahabat nya ini di pinggir jalan?.


...----------------...


Niel sedang asik bermain game online, kadang wajah nya terlihat serius, namun kemudian tersenyum senang.


Brak....


Suara pintu kamar yang di dorong keras.

__ADS_1


Hampir membuat ponsel di tangan Niel jatuh karna terkejut.


Tampak terlihat dari ambang pintu, Dion yang masuk dengan marah.


Terlihat jelas, dari deru nafas nya yang tidak stabil, sorot mata yang menyala merah, serta urat- urat leher yang terlihat menegang.


Dion melempar kan semua barang yang ia bawa ke sembarang arah. Yang membuat Niel bertanya- tanya ada apa dengan kawan karib nya itu, hingga ia pulang dengan kemarahan meluap- luap.


"Ion kamu kenapa?" Satu kalimat pertanyaan lolos dari mulut Niel.


"Ngak usah sok care..." Balas Dion ketus, menyapu benda- benda yang ada di atas meja.


Prang...


Prang..


Suara beberapa benda yang terbuat dari kaca pecah seketika.


"Ion kalau marah, ngak usah pake hancurin barang- barang segala... Kamu kenapa apa gara- gara Raehan lagi?" Ujar Niel menarik tangan Dion, menghenti kan kegilaan sahabat nya.


Benar saja apa yang di duga Niel, Dion akan langsung berhenti ketika mendengar nama Raehan.


Seperti nya dengan menyebut nama Raehan, menjadi obat yang mujarab untuk menghentikan Dion.


Dion menepis kasar tangan Niel, lalu merebah kan tubuh nya di atas ranjang.


Mata nya memandang plapon kamar dengan tanga memijat pelipis nya.


"Hati ku sakit Niel..." Lirih Dion getir, tapi masih bisa di dengar Niel.


"Raehan ngak suka sama aku, dia mencintai Agara... Rubah betina itu terlihat sangat antusias ketika menceritakan jika dia memeluk Agara... Hati ku hancur Niel.. Aku ngak terima Raehan menyebut nama pria lain selain Aku.. Rasa nya aku bener- bener marah..." Curhat Dion dengan perasaan hancur.


"Mencintai sepihak memang sakit Ion.. Tapi Agara belum tentu suka kan sama Raehan... Kamu tahu kan selama ini pria datar itu tidak pernah dekat dengan gadis..."


Dion memicing kan mata nya, dengan sinar harapan yang terbit di wajah nya.


"Maksud nya?" Tegas Dion.


"Janur kuning belum melengkung, artinya kamu masih bisa menikung...."


Ke dua sudut bibir Dion melengkung sempurna. Seolah sebuah sinar harapan cinta nya kembali terajut indah.


"Niel benar, selama ini hanya Raehan yang menyukai Agara.. Sedang kan Agara? Ini arti nya kisah ku belum selesai... Aku masih bisa memiliki rubah betina itu.." Batin nya dengan sumringah. Semangat nya terpompa kembali untuk berjuang demi cinta nya.


Namun sedetik kemudian, wajah bahagia Dion tertarik ke dalam.


"Kenapa lagi...?" Tanya Niel bingung dengan perubahan Dion yang lebih parah dari perubahan cuaca.


"Astaga..." Dion menepuk jidat nya sebelum mengatakan sesuatu.


Niel merentang kan tangan nya, sebagai isyarat menanyakan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Aku ninggalin Raehan tadi di pinggir jalan...."


Bugh....


Satu bogem mentah seketika mendarat di pipi Dion, yang langsung membuat wajah nya berpaling.


Dion memegang pipi nya yang terasa kebas.


" Niel ngapain mukul aku..." Papar Dion bingung, melihat Niel yang menatap nya dengan nyalang seperti siap melahap tubuh nya detik itu juga.


"Kamu pria atau banci sih.. Cuma pria pengecut dan ngak bertanggung jawab yang ninggalin gadis di tepi jalan... Kamu ngak mikir apa kalau terjadi sesuatu pada Raehan..." Sarkas Niel yang sudah naik pitam, mendengar ucapan Dion. Yang sudah meninggal kan seorang gadis di tepi jalan.


"Kamu bener Niel, aku emang pengecut..." Ujar Dion menyetujui ucapan Niel lalu menunduk memangku kepala nya di atas paha.


"Astaga... Ck..." Niel kembali berdecak kesal, melihat Dion hanya diam saja.


"Ngapain masih di sini, jemput Raehan sekarang.. Atau kamu mau preman- preman jalanan menganggu nya...!!!" Bentak Niel dengan kekesalan yang sudah sampai ke ubun- ubun nya.


Astaga ,, teman apa yang ia miliki... Sebodoh- bodoh nya diri nya terkait masalah gadis. Ternyata sahabat nya ini jauh lebih bodoh dari diri nya. Pikir Niel sambil menggeleng- geleng kan kepala nya.


Dion mengangguk cepat, menyetujui setiap perkataan Niel. Ia langsung bergegas keluar dari kamar menuju mobil.


"Bodoh... Bodoh... Kenapa bisa aku meninggal kan nya di tepi jalan.. Aku memang laki- laki terbodoh di dunia ... Aku harap dia baik- baik saja. Tunggu aku Rae aku akan menjemput mu.. Maaf kan aku..." Sesal Dion membatin.


Dion menyala kan mobil mewah nya cepat, lalu melesat membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.


Saat ini ia sangat khawatir dengan keadaan Raehan.


Benar- benar aneh bukan, ia yang meninggal kan gadis itu, dan sekarang diri nya begitu sangat khawatir tentang gadis yang sudah berhasil berkali- kali mematah kan hati nya.


...----------------...


...****************...


Seguini dulu oke... Habis lebaran thor bakalan up banyak kok..πŸ˜‚


maklumin ya puasa nih...πŸ˜™


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??


__ADS_2