Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Kenapa harus dia


__ADS_3

...295💛...


"Apa mereka sudah berhenti?" batin Raehan dengan menurunkan kedua tanganya. Seketika tatapan Raehan terkunci saat melihat siapa yang kini ada di hadapannya.


Tatapan Raehan dan Agara menyatu menjadi satu. Menyiratkan banyak rasa yang tidak bisa mereka katakan satu sama lain.


Raehan meremas jahitan roknya dengan kuat. Kenapa harus Agara yang menolongnya? Kenapa bukan orang lain saja. Jika seperti ini, maka benteng hati yang ia bangun untuk menahan rasa untuk Agara bisa roboh.


Melihat Raehan yang hanya mematung diam seperti patung, Agara segera menarik bahu Raehan masuk ke dalam pelukannya. Mendekap tubuh gadis mungil itu dan menggiring tubuh tersebut keluar dari kerumunan.


Agara menahan setiap lemparan yang mengenai tubuhnya. Menutupi cela agar Raehan tidak terkena ataupun terluka.


Melihat Raehan yang di bawa pergi oleh Agara, membuat Kiara terlihat marah. Selalu saja ada tameng yang melindungi Raehan. Padahal Agara sudah bertunangan dengan Lessia, tapi kenapa Agara terus berada di dekat gadis pendek itu. Kesal Kiara yang langsung mengikuti kemana Agara membawa Raehan.


Kerumunan yang terus saja bertambah, tidak menyadari jika sasaran mereka telah dibawa pergi. Semua murid masih saja mengoceh, dan mengumpat sembari terus melemparkan apapun yang ada sekitar mereka.


Fir dan Miya terlihat celingak-celinguk di tengah kerumunan. Mencari Raehan yang sama sekali tidak terlihat karna tenggelam oleh kerumunan yang hampir memenuhi halaman.


Keduanya terlihat sangat khawatir, mereka takut jika Raehan sampai kenapa-kenapa dengan serangan dari murid sebanyak ini.


"Hentikan!!!" teriak suara bass menggelegar, yang langsung menghentikan gerakan seluruh murid. Bahkan suara-suara berisik penuh hinaan seketika lenyap saat suara bass nan tegas itu terdengar.


Semua kepala menoleh ke belakang, dimana terlihat sang ketua osis serta anggota osis lainnya sedang menatap ke arah mereka dengan tajam. Apalagi tatapan dari mata elang Dion yang siap menerkam siapapun yang masih bersuara.


Suasana menjadi hening seketika, bisa di rasakan aura mencekam menyelimuti setiap murid yang terlihat menunduk dalam.


"Keributan apa ini?" sentak Dion dengan aura membunuh yang keluar dari tubuhnya. Ia melangkah satu langkah ke depan.


"Pembulian di sekolah ini sudah dihapuskan, tapi kalian malah melakukannya." Lanjut Dion dengan memicingkan alisnya.


Seluruh murid mulai berkeringat dingin, melihat kemarahan Dion yang begitu menyeramkan. Membuat seluruh bulu kuduk mereka berdiri.

__ADS_1


"Kalian, giring mereka semua ke lapangan," titah Dion menggerakkan tangannya ke arah Anggota osis, yang langsung melaksanakan perintah dari sang ketua.


Semua wajah seluruh murid berubah pucat, mereka benar-benar takut akan hukuman yang akan diberikan oleh ketua osis. Mereka pasti akan membayar dengan mahal pelanggaran yang sudah mereka lakukan kali ini.


Sementara di sudut sekolah, Agara mengurai pelukannya pada tubuh Raehan yang masih setia membisu.


Agara mengusap seragamnya yang sudah sangat kotor. Karna terkena lemparan telur busuk, tanah, bahkan kerikil kecil.


Namun, tiba-tiba tubuh Raehan langsung terjungkal ke tanah akibat mendapat tarikan dan dorongan yang cukup keras.


"Auuuuu!!" ringgis Raehan saat tubuhnya mendarat di tanah dengan kedua tangan dan lutut yang menumpu tubuhnya.


Agara terbelalak kaget bukan main, saat melihat Kiara dengan jahatnya mendorong Raehan hingga terjatuh.


"Kiara berani sekali kau!!" hardik Agara dengan kemarahan yang besar, bahkan kini rahang wajahnya mengeras dengan sempurna. Ia tidak bisa menerima jika ada seseorang yang berani menyakiti gadisnya.


Agara segera membantu Raehan bangun, lalu berjalan mendekati Kiara yang menatapnya dengan nyalang. Ternyata gadis seperti Kiara memiliki nyali untuk menatapnya.


"Agara menyingkirlah, biarkan aku memberi pelajaran pada gadis boncel ini," pekik Kiara yang langsung menerjang ke arah Raehan.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Raehan. Sebelum kesabaranku habis, pergilah dari sini!!" bentak Agara dengan keras tepat di depan wajah Kiara.


Nyali Kiara sedikit menciut, tapi rasa ingin melukai Raehan jauh lebih besar. Gara-gara Raehan, tambang uangnya Lessia harus pergi dari sekolah ini. Dan dirinya tidak menerima hal itu.


"Agara kamu ini tunangannya Lessia, kenapa kamu malah membela gadis boncel ini. Seharusnya kamu membantuku untuk memberikan dia pelajaran. Karna gara-gara dia Lessia pergi dari sekolah ini." Kiara menunjuk ke arah Raehan. Ingin sekali rasanya saat ini ia mencekik dan mencabik-cabik tubuh Raehan.


"Apa? Lessia pergi dari sekolah ini? Pantas saja dia tidak terlihat bersama kacungnya," batin Raehan yang hanya mencebikkan bibirnya santai. Ia tidak peduli dengan Lessia yang pergi. Toh, malahan itu kabar bagus untuknya. Setidaknya beban hidupnya bisa berkurang.


"Lessia pergi karna perbuatannya sendiri. Dan aku, bukan lagi tunangan Lessia. Camkan itu Kiara!" tegas Agara yang membuat ke dua gadis itu sedikit terkejut.


Bukankah Agara dan Lessia baru lima hari yang lalu bertunangan? lalu tiba-tiba Lessia pergi dan Agara menyatakan dirinya bukan lagi tunangan Lessia. Apa itu artinya karna hal ini Lessia pergi? pikir Raehan dengan pertanyaan-pertanyaan yang mulai muncul di kepalanya.

__ADS_1


Tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Agara, Kiara mendorong tubuh Agara dan melayangkan satu tamparan keras di wajah Raehan.


Plak!


Suara nyaring bersamaan dengan rasa panas dan kebas yang dirasakan oleh Raehan.


"Dasar gadis murahan, pelakor kamu. Kamu itu tidak pantas bersanding dengan Agara. Seharusnya kamu sadar diri boncel. Lihat saja aku akan melakukan hal yang lebih dari ini, untuk memberikanmu pelajaran," hina Kiara dengan menggebu-gebu.


Raehan yang sudah naik pitam, ingin membalas hinaan Kiara. Namun, belum sempat bibirnya bergerak tubuh Kiara sudah di seret dan dihempaskan oleh Agara.


"Jika kamu berani melukai atau mengganggu Raehan. Maka aku tidak akan segan-segan untuk memberimu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan," ancam Agara dengan tatapan siap melahap tubuh Kiara.


Kiara mengepalkan tangannya, lagi-lagi ia kalah dari Raehan. Pasti sekarang kepala Raehan akan semakin membesar karna terus dibela oleh Agara.


"Sekarang pergilah, aku muak melihat wajahmu." Lanjut Agara dengan menghardik Kiara.


Tak ingin mendapatkan masalah, Kiara memilih mundur dan pergi meninggalkan Agara yang masih di selubungi kabut amarah.


"Kamu tidak perlu repot-repot untuk melindungiku. Aku bisa melindungi diriku sendiri!" seru Raehan dengan sinis.


Bukannya menerima ucapan terimakasih, tapi Agara malah menerima ucapan sinis yang ternyata berhasil menyayat dalam hatinya.


Agara berbalik ke arah Raehan, menatap Raehan dengan sendu dan penuh kerinduan.


"Melindungi dari gadis jahat seperti Kiara, bukanlah sesuatu yang merepotkan bagiku. Selagi masih ada aku, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dirimu Rae," balas Agara dengan mantap.


"Ha.. Ha.. terasa lucu bukan? Kamu ingin melindungiku dari orang lain yang ingin menyakitiku. Tapi kamu sendiri yang sudah menyakitiku, bahkan lebih menyakitkan dari apa yang dilakukan oleh Kiara. Aku masih bisa menahan perundungan ini. Tapi aku tidak bisa menerima pengkhianatan," sarkas Raehan yang langsung melenggang melewati Agara.


Hap!


...----------------...

__ADS_1


...****************...


jangan lupa like koment gift anda vote ya


__ADS_2