Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Keluar !


__ADS_3

...48...


"Katakan Atau...---"


"Aku bertemu dengan kak Aga..."


Jeduar....


Bagai di sambar petir, tubuh Dion semakin membatu di tempat. Dengan mata memerah dan berkaca- kaca.


Lagi- lagi Raehan menyebut nama Agara, yang langsung membuat hati nya tertampar dengan kenyataan jika diri nya bukan lah apa- apa bagi Raehan.


Jatung nya terasa sakit, seakan ribuan duri menusuk inti kehidupan nya.


Perasaan nya terasa hancur , seperti kaca yang pecah berkeping- keping dan tidak bisa di satu kan lagi.


"Apa sesakit ini mencintai orang yang tidak mencintai mu...?" Batin Dion dengan tangan menggengam erat tali paper bag.


Raehan memerhatikan tingkah Dion yang seperti gunung merapi yang akan meledak. Tatapan mata nya yang memerah jelas terlihat jika saat ini dia sedang marah.


"Kok diam... Kau tahu bahkan aku memeluk pangeran ku itu..." Lanjut Raehan dengan mata yang begitu berbinar, menyirat kan betapa bahagia diri nya.


Darr.....


Kini Dion semakin terasa terhempas oleh sebuah ledakan. Saat mendengar penuturan Raehan.


Penuturan seorang gadis polos yang begitu bahagia memeluk pria yang ia cintai. Sedang kan diri nya, ia hanya bisa sadar jika gadis yang di sukai nya mencintai pria lain.


Mungkin ini lah yang di sebut makan hati. Ketika kau tidak bisa meluap kan emosi mu dan hanya bisa memendam nya dalam.


"Kita pulang..." Ujar Dion getir, yang langsung melangkah mendahului Raehan.


Raehan yang melihat tingkah Dion yang semakin aneh, hanya mengendik kan bahu bingung.


"Tadi dia begitu antusias mengajak ku berbelanja. Dan sekarang tidak ada hujan atau badai dia langsung ingin pulang..." Lirih Raehan mencebikkan bibir nya tidak peduli, lalu berlari mengejar Dion.


...----------------...


Deg...


Deg..


Deg...


Agara masuk ke dalam apartemen nya dengan wajah yang masih memerah.


Belum lagi, jantung nya yang tak henti untuk berdetak keras, seperti sebuah genderang perang yang di pukul keras.


Agara merebahkan bokong nya di atas ranjang, tangan kanan nya terulur memeriksa dada kiri nya.

__ADS_1


"Ada dengan jantung ku?.. Kenapa berdetak dengan tidak normal ? " Gumam Agara pada diri nya sendiri.


Memori ingatan Agara, melayang memgingat kejadian beberama menit yang lalu. Saat tubuh nya berada dalam pelukan Raehan.


Pelukan yang membuat darah nya berdesir hebat, dan menjadi alasan jantung nya berdebar dengan kencang.


Netra merah Agara menatap seragam yang tergantung, dengan cepat ia meraih seragam tersebut, dan beranjak cepat menuju ruang cuci.


Ia segera membuka penutup mesin cuci lalu melempar masuk seragam yang pernah ia pinjam kan pada Raehan.


"Apa pun yang ku rasa kan... Ini tidak boleh di biar kan... Aku harus menjauh dari gadis itu..." Tekad Agara memejam kan mata nya sejenak lalu melangkah keluar dari ruang cuci.


...----------------...


Di dalam Mobil Dion.


Raehan berpegang erat pada handle pintu mobil, tubuh nya terasa tertekan ke belakang, dengan perut yang merasa melorot jatuh ke bawah karna kecepatan Dion mengendrai mobil di atas 130 km/ jam.


Sedang kan Dion terus menginjak pedal gas dalam, dengan wajah tegang, serta rahang yang semakin mengeras.


Marah, kecewa, dan kesal bercampur menjadi satu. Membuat tubuh nya memanas dengan emosi yang tertahan.


Perasaan nya mencoba menerima kenyataan jika gadis di samping nya tidak mencintai diri nya.


Tapi akal nya tidak membiarkan diri nya menerima kenyataan itu. Akal nya memberontak bahwa diri nya lah satu- satu nya pria yang pantas memiliki Raehan.


Namun, lagi- lagi kenyataan mengatakan di mana posisi nya bagi gadis di samping nya. Dan hal itu sangat melukai hati nya.


Raehan semakin mengerat kan pegangan nya, ia merasa ini lebih menyeramkan dari pada naik wahana realycoster.


Wajah nya semakin pucat saat mobil semakin kencang melaju.


"Kak Dion pelan kan mobil nya...!!" Teriak Raehan panik.


Tapi Dion tidak merespon teriakan Raehan. Yang ada di pikiran nya hanyalah melampias kan amarah nya. Dan beginilah cara nya.


"Ada dengan nya, apa dia marah karna aku meninggal kan barang- barang nya... Astaga tuhan lindungi aku.. aku belum ingin mati..." Pekik Raehan membatin, dengan butiran- butiran keringat kini mulai membasahi dahi dan wajah nya.


"Kak Dion pelan kan mobil nya... Apa kau ingin membunuh ku...!" Teriak Raehan lagi kini dengan rasa takut yang mulai menyelimuti nya.


"Diam...!!" Bentak Dion yang langsung membuat Raehan terkesiap.


"Stop... Hentikan... Hentikan mobil nya...!!!" Teriak Raehan lagi kini dengan amarah.


Dion memukul klakson kencang, lalu menepikan kendaraan nya.


Raehan mengatur nafas nya, kepala nya terasa pening karna ulah Dion.


Setelah mobil berhenti, Raehan dengan cepat melepas selftbeet dan segera membuka pintu mobil.

__ADS_1


Dion yang bisa membaca pergerakan Raehan, langsung menangkap tangan Raehan.


"Lepas kan... Lepas kan aku!!" Jerit Raehan menatap Dion nyalang, dengan segurat air mata yang membuat tatapan nya berkaca- kaca.


"Kau mau kemana? rumah mu belum sampai.. Aku akan mengantar mu.." Tekan Dion menekan pergelangan tangan Raehan erat.


Raehan mencoba melepas kan tangan nya dari cekalan Dion, tapi semakin ia berusaha cekalan Dion semakin erat.


"Ahhh... auuu.. Lepas kan aku..! Aku tidak ingin di antar oleh mu..." Ringgis Raehan yang mulai kesakitan.


"Ohhh,, aku tahu kau pasti ingin menemui Agara kan.. Merayu nya bahkan menggoda nya bahkan membawa nya ke atas ranjang... Itu sebab nya kau tidak ingin di antar oleh ku..." Ujar Dion dengan seringgai merendah kan.


Raehan berhenti meronta, ucapan pahit Dion lagi- lagi menusuk hati. Ia tidak habis pikir kenapa pria ini begitu cepat berubah.


Bukan kah tadi ia baik- baik saja, dan sekarang kenapa ia semarah ini pada nya bahkan menghina diri nya. Apa hanya karna ia meninggal kan barang- barang Dion tadi? Tapi apakah pria ini harus semarah ini? Tanya Raehan dalam hati.


"Cih menjijikkan..." Decih Raehan, menepis tangan Dion keras, hingga cekalan Dion yang melemah terlepas dari tangan Raehan.


Dion mengusap wajah nya kasar.


"Keluar...!!!" Bentak nya, yang langsung membuat Raehan memejam kan mata nya.


Raehan membuka pintu mobil dan keluar. Meninggal pria tidak waras seperti Dion. Sebaik nya ia berjalan kaki dari pada menantang malaikat maut karna kecepatan laju mobil yang sangat tinggi.


Dion menyala kan mobil nya, melanjukan kendaraan mewah nya menjauh dari Raehan yang masih berdiri di pinggir jalan.


"Pria pengecut...!" Kesal Raehan menendang kerikil ke arah mobil Dion pergi.


...----------------...


...****************...


Seguini dulu oke... Habis lebaran thor bakalan up banyak kok..πŸ˜‚


maklumin ya puasa nih...πŸ˜™


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??


__ADS_2