
...107โฃ...
"Apa kau tidak memiliki sopan santun, dan masuk ke dalam ruangan seseorang tanpa izin..?? Apa hak mu untuk masuk dalam ruangan ku..!!!" Bentak Agara dengan teriakan yang menggema di ruangan, sementara ke dua mata nya terpejam karna kesal pada Dion dan marah pada Raehan.
Deg...
Glek..
Raehan menelan saliva nya paksa, bentakan Agara begitu memekak kan telinga hingga membuat ke dua mata nya terpejam.
"Keluar....!" Teriak Agara lagi yang semakin membuat nyali Raehan menciut.
"Ohhh... Astaga apa aku masuk di waktu yang salah?.. Ayo lah Rae kamu tidak perlu takut... Semangat demi cinta mu..." Batin Raehan dengan mengepal kan tangan nya, menyemangati diri nya sendiri dan membuang jauh- jauh perasaan takut nya.
Jika ingin mendapat kan hati sang pujaan, ia harus bersikap inisiatif , agresif , dan cepat.
Agara menggeram dengan gigi- gigi nya yang bergelamatuk, saling mengasah dengan rahang yang sudah mengeras dengan sempurna.
Hari ini, amarah nya benar- benar tidak terkendali. Dan sekarang siapa yang berani mengganggu bahkan masuk dalam ruangan nya.
"Siapa yang berani masuk tanpa izin ke ruangan ku..." Gumam Agara yang tidak mendapat respon apa pun dari orang yang ia teriaki.
Agara memutar kepala nya ke belakang. Pandangan nya langsung menajam saat melihat gadis yang berdiri di hadapan nya dengan cengiran dan senyum yang sangat menyebal kan.
"Setelah puas dengan para pemuja laki- laki nya dia malah mencari ku..." Batin Agara yang langsung memutar kepala nya kembali ke arah depan.
Entah ada apa dengan diri nya, saat melihat wajah Raehan ingin rasa nya ia tertawa karna ekspresi yang terlihat begitu lucu.
Tapi ayo lah dia sedang marah dan kesal, ia tidak mau merusak hal itu.
Raehan menghela nafas panjang, menyingkir kan ketegangan yang sempat terjadi pada diri nya.
Seperti nya Agara sedang kesal dan marah. Tapi apa diri nya sudah melakukan kesalahan?. Sampai- sampai pria tampan yang sedang duduk membelakangi nya membuang pandangan nya saat melihat diri nya.
Seperti nya ada kesialan yang terselip di antara keberuntungan yang sedang ia dapat kan.
Tapi bukan kah ia selalu berada dalam posisi yang sama saat berurusan dengan Agara.?
Bukan kah diri nya lah yang selalu mengejar Agara, meski pria itu sering mengusir nya pergi.
Tapi jangan salah kan diri nya, salah kan saja perasaan nya yang selalu ingin bersama dengan Agara dan jatuh hati pada ketampanan pria tersebut yang hampir sempurna.
Raehan mendekat dengan cepat ke arah Agara, merebah kan bokong nya dengan keras pada sofa tepat di samping Agara.
Raehan memandangi dengan lekat wajah tegas dan rupawan di samping nya, meski ia sudah sering melihat nya tapi sedikit pun ia tidak pernah bosan atau pun jenuh. Malahan ia ingin sekali menciumi setiap inci wajah tampan itu setiap hari.
Raehan menggeleng dengan cepat, saat pikiran nya mulai berkelana menembus area terlarang.
__ADS_1
Tawa ceria yang selalu melekat pada diri nya seketika meledak, sembari tangan nya menoel dagu lancip Agara.
"Hai tampan, kenapa wajah mu cemberut seperti itu.?"
Agara segera menepis tangan Raehan, ia semakin kesal melihat tingkah Raehan yang hampir mirip dengan seorang penggoda.
Tiba- tiba saja pikiran Agara membayang kan jika Raehan melakukan hal yang sama dengan pria- pria itu.
Aaahhhhh... Dia tidak terima...!!!
"Untuk apa kamu kemari, Apa kamu sudah puas bermain dengan pria- pria mu..?" Sarkas Agara dengan sinis, lalu beranjak dari duduk nya menjauhi Raehan.
Raehan mengerjit kan dahi nya bingung. Ia sungguh tidak mengerti dengan apa yang di katakan Agara.
Pria.?
Puas.?
"Maksud kak--"
"Jangan sok tidak tahu gadis sial... Aku pikir kamu adalah gadis polos, tapi tidak lebih dari gadis yang mengumpul kan para pria..." Agara meraih kaleng minuman dari dalam lemari pendingin lalu meneguk nya.
Raehan semakin bingung kemana arah pembicaraan Agara yang seperti jaksa hakim yang sedang menghakimi diri nya.
Raehan memiring kan bibir nya, menggigit bibir bawah nya, berusaha berpikir dengan keras menemukan jawaban yang tepat dari pernyataan Agara.
Deg...
Jantung nya langsung berhenti berdetak, dengan nafas nya yang terasa menghilang dari indra penciuman nya.
Pasal nya sekarang pemandangan yang di sajikan gadis sial nya benar- benar membuat nya mimisan saat ini juga.
Bagaimana bisa ia tidak memperhatikan gaya baru dari gadis sial nya sejak tadi.
Benar- benar sangat manis dan imut, seperti permen lolipop yang sedang menari dengan riang.
Astaga jika diri nya terus menatap ke arah Raehan, bisa- bisa diri nya pingsan karna terpesona oleh keimutan gadis kecil ini.
Bahkan hati nya bergetar dengan hebat, membisik- bisik kan sesuatu untuk menyentuh dan segera memeluk Raehan.
Ini benar- benar gila, pekik Agara frustasi.
Raehan tersenyum tipis, saat kepala nya yang cerdas seperti nya menemukan jawaban yang tepat untuk sikap marah Agara.
"Apa kak Aga marah karna hal itu, ohhh astaga manusia es ini juga bisa cemburu... Ha.. Ha..." Batin Raehan yang langsung tertawa saat mengingat tadi pagi, bagaimana diri nya di kerumuni oleh para penggemar nya.
Diri nya yakin pasti saat itu, Agara tidak sengaja melihat diri nya sedang di kerumuni oleh para pria.
__ADS_1
Agara semakin menganga melihat tawa yang menyembul dari bibir pich Raehan yang terlihat begitu kontras dengan dua buah gembungan pipi putih bersih milik nya.
"Astaga kenapa gadis sial ini hari ini sangat berbeda... Dia benar- benar manis dan cantik.. " Batin Agara yang masih menatap Raehan tanpa berkedip sedikit pun.
Raehan semakin tersenyum percaya diri, saat melihat ke arah Agara yang menatap nya dengan lekat dan terpesona.
Bahkan bibir Agara sedikit menganga dengan setetes minuman yang keluar dari sudut bibir nya.
Apa sekarang diri nya bisa berteriak dengan senang?. Melihat ekspresi Agara yang memandang nya dengan tatapan memuja seperti itu.
Apa Agara sudah terkena sihir model rambut nya yang aduhai bak para aktris korea.
Raehan berjalan mendekat ke arah Agara, bahkan Agara tidak menyadari akan hal itu.
Pandangan nya terkunci oleh pesona keimutan yang di tebar kan Raehan.
"Ehmmm... Kak Aga...!" Dehem Raehan sambil memanggil Agara.
Agara terhenyak dan langsung tersadar dari kekosongan pikiran nya yang memuja Raehan.
Ia merutuki kecerobohan nya sendiri. Pasti gadis sial ini akan berpikir jika diri nya terpesona dengan keimutan nya , dan hal itu akan membuat kepala gadis sial itu membesar.
"Kenapa harus semarah itu?" Selosor Raehan dengan nada merenggek.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???
__ADS_1