
...20...
"Dompet..!!" Pinta Raehan dengan menengadahkan tangan nya pada Agara.
Agara menautkan ke dua alis nya, heran satu kata untuk situasi yang tengah mereka hadapi HERAN.
Ia sungguh heran dengan tingkah gadis kecil di depan nya.
Dengan gampang nya ia menengadahkan tangan meminta dompet nya.
Dompet adalah salah satu barang privasi bagi nya. Tidak sembarang oleh menyentuh barang- barang milik nya.
"Dompet ??" Tekan Agara dengan menatap Raehan heran.
"Iya Dompet.. Ayo lah ingin masalah ini selesai kan.. Berikan saja..." Tekan Raehan dengan menggerak kan tangan nya di depan wajah Agara.
Agara membuka pintu mobil nya. Mengambil barang berbentuk segiempat yang di inginkan gadis di depan nya.
Raehan mengambil dompet dari tangan Agara, lalu membuka nya cepat.
Mata nya sedikit berbinar saat melihat lembaran- lembaran uang pecahan seratus ribu tersusun rapi di dalam dompet.
"Banyak sekali.. Ckck... Ini cukup buat biaya hidup ku selama setahun... Hhh memang anak orang kaya..." Batin Raehan bedecak pangling.
Raehan mengambil dua puluh lembar uang dan langsung memberikan nya pada ke dua preman di depan nya.
"Ini... Jangan anggap ini sebagai sumbangan atau sedekah Om... Anggap aku meminjamkan kalian modal uang untuk usaha. Tapi jangan melakukan usaha yang tidak halal lagi Om.. Kalian bisa mengembalikan nya setelah kalian memiliki uang... Tapi tentu saja pada pria ini..." Ujar Raehan dengan memasang senyum penuh kelembutan.
Raut tegang dan seram ke dua preman tersebut melemas, menatap nanar gadis di depan nya, yang dengan tulus menyodorkan lembaran- lembaran uang kepada nya.
Dengan perlahan sang begal meraih uang dari tangan Raehan. Menatap sendu pada gadis yang berhati emas.
"Kau benar nak.. Tidak seharus nya Om melakukan pekerjaan haram ini... Om janji kami berdua akan menggunakan uang ini sebaik- baik nya.. Dan akan mengembalikan nya lagi pada pria ini..." Ujar Preman tersebut dengan mata berkaca - kaca.
"Astaga bahkan gadis sial ini menyulap ke dua begal ini sampai tunduk pada nya..." Batin Agara yang masih membatu tidak percaya di samping mobil nya.
"Aku memegang janji kalian.. Selamat ya Om untuk kehidupan baru kalian yang jauh lebih baik..." Ujar Raehan dengan sumringah. Memberikan senyum paling tulus yang diri nya punya.
Ke dua begal tersebut menaiki motor nya dan segera pergi meninggalkan Agara dan Raehan.
Raehan menatap Agara yang masih diam seribu bahasa. Bahkan mata nya tidak berkedip sama sekali.
"Maaf ya kak.. Aku lancang menggunakan uang mu... Jangan Khawatir aku akan menggantinya nanti.. Ini dompet nya..."
Raehan memberikan kembali dompet Agara yang sempat di pinta paksa.
Agara tidak mempermasalah kan uang nya yang di pakai, ia tidak peduli akan hal itu. Karna uang nya tidak akan habis sampai tujuh turunan biar pun di bagi- bagikan dengan percuma.
__ADS_1
Tapi, ini adalah penyelesaian masalah yang unik. Siapa yang akan berpikir memberikan uang nya pada begal dalam kondisi menegangkan seperti ini.
Di saat nyawa mu akan di ambil paksa oleh pembegal. Tapi gadis ini dengan santai nya. Menyelesaikan masalah ini dengan mudah, tanpa melibatkan kekerasan sedikit pun.
"Kak... Aga...!!" Panggil Raehan dengan menggoyangkan tubuh kekar di depan nya.
"Iya..." Sosor Agara sedikit terkejut.
"Kok melamun sih kak???.. Kakak kagum ya, sama aku sampai- sampai jadi patung kayak gitu..." Ledek Raehan dengan menurun naikkan alis nya.
Agara memutar bola mata nya malas, pikiran positif tentang Raehan terhapus seketika dari kepalanya. Saat melihat ke- GR an Raehan yang tinggi nya melebihi tower menara eiffel.
"Cih.. Siapa yang kagum sama kamu.. " Bantah Agara dengan memasang wajah sok jijik.
Raehan langsung terkekeh geli melihat wajah Agara yang terlihat semakin manis bagi nya.
Aduh,, jika terus begini bisa- bisa diri nya cinta mati dengan pria sesempurna Agara.
"Baiklah... Sekarang masalah kak Aga sudah selesai kan.. Apa Kakak tidak ingin mengucapkan terimakasih??... Aku sudah membantu membereskan nya lo.." Raehan menyatukan ke dua jari jempol dan telunjuk nya. Menciptakan sebuah bulatan antara ke dua jari nya.
"Tidak... Aku tidak berniat sama sekali... Ini juga pasti gara- gara diri mu.. Karna bertemu dengan mu hidup ku jadi sial sejak tadi pagi... Pergi dan menjauh lah dari ku..." Tutur Agara dengan ketus, menekan kan setiap kalimat yang ia lontarkan sebagai sebuah peringatan pada Raehan.
"Aaahhh Sudah lah... Sekarang mending kak aga masuk mobil...!! Terus pulang, istirahat di rumah lalu tidur dan mimpiin aku..." Goda Raehan dengan mendorong keras tubuh Agara ke dalam mobil mewah nya.
"Siapa gadis ini??.. Sejak tadi pagi dia selalu menyuruh- nyuruh ku sesuka hati nya..." Kesal Agara dalam hati nya.
Ia tidak habis pikir, bahkan diri nya tidak bisa menolak perintah dari gadis ini. Ada apa dengan diri nya?.
Mungkin ini yang di sebut dengan takdir.
Dengan wajah di penuhi oleh senyum bahagia, seperti tidak ada beban hidup.
Raehan melajukan vespa orange kesayangan nya.
Sudah cukup ia menggoda Agara hari ini. Lagi pula ia sudah cukup letih hari ini. Dan ingin segera merebahkan tubuh nya di atas kasur yang empuk dan nyaman.
Untuk besok, ia sudah menyiapkan rencana untuk Agara.
...----------------...
Tak berselang lama, Vespa Raehan memasuki halaman kontrakan sederhana yang di sewa nya.
Raehan memarkirkan vespa nya dan langsung masuk ke dalam.
Di sudut jalan, tampak mobil Agara berhenti.
"Ohhh jadi gadis sial itu tinggal di sini..." Lirih Agara sambil mengangguk- ngangguk kan kepalanya, menatap kontrakan sederhana dan minimalis berwarna putih di depannya.
__ADS_1
Namun sedetik kemudian, akal sehat nya kembali sadar.
"Sebentar... Kenapa aku mengikuti gadis itu sampai tempat tinggal nya..?? Sejak kapan mobil ini membuntuti gadis itu... Ck..." Heran Agara pada diri nya.
Saat Raehan memacu vespa nya. Tanpa sadar diri nya mengikuti kemana Raehan pergi.
Ia sudah seperti penguntit sekarang. Menguntit seorang gadis sampai rumah nya. Benar- benar bukan kebiasaan nya.
"Ada apa dengan mu Aga....!!" Teriak Agara sambil tangan nya memukul stir mobil keras.
Ia sangat geram dan kesal pada diri nya. Alam bawah sadar nya membawa nya mengikuti gadis yang sudah membuat hari nya menjadi sial.
Mulai dari ketumpahan kuah bakso yang panas , lalu pulang sekolah di cegat begal.
Agara memejamkan mata nya, menyenderkan kepalan nya di bantalan kursi.
Menyingkirkan bayang- bayang Raehan dari kepala nya. Ia tidak boleh memikirkan gadis itu.
Secepat nya ia harus menghapus bayangan Raehan dari pikiran nya.
Memutus kan untuk menjauh dari penglihatan Raehan.
Mengendalikan alam bawah sadar nya, untuk menjauhi hal- hal tidak terduga seperti ini.
Membenci akan kehadiran makhluk astral yang bernama perempuan.
Menikmati kesendirian yang selalu menjadi rekan hidup nya.
Agara memutar arah mobil nya , dan melesat di jalanan bersama pengendara lain nya.
...----------------...
...****************...
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜?