Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Ini yang di sembunyi kan..


__ADS_3

...69...


Dengan gontai Raehan meletak kan ransel nya dengan pelan, lalu meroboh kan bokong nya di kursi.


Rasa nya hari ini diri nya benar- benar merasa lemas, belum lagi rasa di dada nya yang sejak tadi di remas keras oleh sesuatu.


Entah apa itu, yang pasti hal itu terjadi karna diri nya sudah mengetahui sebuah kenyataan pahit, yang meluluh lantakan hati serta perasaan nya.


Raehan merogoh ponsel nya, menyalakan layar pipih itu dan bermain di atas layar transparan nya.


Satu kali sentuhan di layar benda ajaib itu, menampil kan beberapa kabar berita di sekolah Milver.


Dan benar apa yang di katakan Sofia, jika berita pertunangan Agara menjadi tranding topik di antara berita yang lain nya.


Dengan wajah murung terkesan cemberut, Raehan terus menscrroll beranda berita, membaca tiap bait tulisan di sana yang semakin membuat hati nya terasa teriris sembilu.


Kling...


Kling..


Kling...


Beberapa pesan masuk ke dalam ponsel butut Raehan, tapi sayang Raehan seakan tidak peduli dengan pesan yang masuk.


Jangan kan untuk bicara, membaca pesan saja ia sedang malas, mungkin karna efek patah hati yang diri nya rasa kan.


"Dorrrr.... Raehannnn!!!" Teriak Fir dengan menepuk bahu Raehan tiba- tiba, sementara suara teriak kan nya masih memantul- mantul di dalam kelas.


"Ehhh kok ngak kaget ya..." Kesal Fir, saat niat nya gagal seketika.


Sejak tadi diri nya sudah berjalan mengendap- ngendap masuk ke dalam kelas, agar Raehan tidak menyadari kehadiran nya. Dan ia bisa menjahili teman nya dengan mengejut kan nya.


Tapi apa, rencana nya gagal. Bukan kaget malah Raehan bersikap biasa saja.


Memang jantung teman nya yang satu ini memang di atas rata- rata, pikir Fir asal.


"Rae kamu kenapa?" Sosor Miya yang tiba- tiba muncul di depan Raehan.


"Ehhh jell... jelek.. jelek..." Gugup Fir yang lansung kaget, karna kemunculan Miya yang entah dari mana asal nya.


Seperti nya karma memang ada, Sekarang malah diri nya yang kaget yang tadi nya berniat mengaget kan orang lain. Pikir Fir.


"Ihhh Fir mulut nya ngak ada rem.. Ngatain aku jelek, gini- gini pernah di bilang pelakor tahu..." Dumel Miya memasang wajah cemburut, lalu duduk di samping Raehan yang sejak tadi diam membisu dengan wajah murung, persis seperti pantat bebek yang baru bertelur.


"Kamu sih, nongol ngak bilang- bilang.. Dah kayak jaelangkung aja.. " Timpal Fir.


"Maka nya tuh mata di pake, jangan merem mulu. Salahin aku lagi.. Gini- gini jaelangkung kalah saing ya sama aku..."


"Iya kalah saing, orang kamu mirip sama kuntilanak." Kekeh Fir yang langsung mendapat kan pukulan spontan di bahu dari Miya.


"Udah ah.. Ngak asik sama kamu, bisa nya cuma ngebuli aku terus..." Ujar Miya mengalah.


Sedang kan Fir memasang smirk bangga yang semakin membuat nya terlihat angkuh.


"Rae.. Kok diam aja sih? Kamu kenapa?" Tanya Miya kini dengan menggoyang kan bahu Raehan keras, karna sejak tadi sahabat nya itu mengacuh kan diri nya.


Prak...

__ADS_1


Karna keras nya guncangan Miya pada bahu Raehan, membuat ponsel yang di genggam Raehan terjatuh di atas meja.


Glek...


Miya dan Fir langsung menelan saliva nya kasar, bersamaan dengan mata mereka yang melebar melihat berita tentang Agara yang sedang di buka Raehan.


Fir dan Miya saling pandang. Kini mereka mengerti kenapa sejak tadi Raehan murung.


Sejak kemarin Miya dan Fir menyembunyi kan kabar tersebut. Tujuan nya hanya tidak ingin melihat Raehan patah hati atau sedih.


Tapi seberapa pun mereka menyembunyi kan nya pasti Raehan akan tahu karna berita pertunangan Lessia dan Agara begitu booming di sekolah.


"Ini yang kalian sembunyiin dari aku..?" Sela Raehan yang membuat Fir dan Miya langsung merasa bersalah.


Pantas saja ke dua sahabat nya itu bersikap aneh saat berada di rumah Miya.


FLASHBACK ON...


"Miya...!!!" Pekik Raehan yang langsung menghambur memeluk tubuh Miya, saat mereka sudah berada di dalam rumah mewah Miya.


"Rae...!!" Pekik Miya juga tak kalah antusias, memeluk tubuh mungil Raehan yang terasa pas untuk di peluk.


"Aku sangat senang, melihat mu tidak takut lagi.. Maaf kan aku , aku tidak bisa datang menjenguk mu sejak kemarin..." Celoteh Raehan cerewet dengan raut wajah sedih.


"Tidak apa- apa, aku juga minta maaf karna ku kamu jadi di skor sama pak lutof.. Lihat aja aku bakal balasin dendam kamu Rae.." Tekad Miya dengan tangan terkepal ke atas.


"Siapa yang bilang aku dendam sama pak Lutof.." Ke dua sudut bibir Raehan tertarik, mendengar tekad sahabat nya yang otak nya cuma setengah itu.


"Kok kamu ketawa sih Rae.. Aku serius lohh..." Tegas Miya.


"Ngak perlu, yang penting kamu udah sembuh ngak ada lagi yang lebih penting dari pada itu..." Rayu Raehan yang langsung membuat pipi Miya bersemu.


"Ck.. Fir ngak bisa apa liat kita seneng..." Timpal Raehan kesal, karna mulut pedas Fir yang selalu bicara tanpa menggunakan Filter.


"Kalian duduk dulu ya.. Tante akan mengambil minuman untuk kalian.." Ujar Mama Miya mempersilakan.


"Iya tante, ngak usah repot- repot..." Balas Raehan sopan.


"Ngak papa tante, aku pesen orange jus ya. Si Raehan ngak usah di kasi terlalu jaga image dia..." Sosor Fir lagi tanpa dosa.


"Fir...!!" Panggil Raehan yang kurang suka dengan cara Fir berbicara pada mama Miya.


Diri nya mengerti Fir hanya tinggal sendiri di rumah nya, sementara orang tua nya selalu sibuk dengan bisnis. Mungkin hal itu yang membuat Fir tidak tahu sopan santun, karna kurang nya didikan dari orang tua.


Fir langsung tersenyum gagu, melihat tatapan tajam Raehan.


Tatapan peringatan untuk tidak bersikap tidak sopan.


Sejak berteman dengan Raehan, perlahan Fir tahu bagaiamana cara bertingkah laku dengan orang yang lebih tua dan bagaiamana cara mengasihi yang lebih muda.


"Maaf..." Pinta Fir menyesal.


"Udah donk Rae kamu duduk aja, maklumin aja si Fir.. Kayak nya masih kurang ajaran dia..." Ledek Miya mencair kan suasana yang langsung mendapat respon cebikan dari Fir.


"Astaga, aku lagi ngak mimpi kan??!!" Pekik Miya histeris ketika netra nya menatap pria tampan idola satu sekolah itu kini berdiri di hadapan nya.


Raehan tersenyum gagu, melihat ekspresi kaget Miya saat melihat Agara.

__ADS_1


Ia sudah tahu bagaiamana respon sahabat nya ini, tapi mau bagaiamana lagi Agara yang memaksa untuk ikut masuk.


Sementara Fir memasang wajah kesal.


"Bukan ini bukan mimpi, butuh tampolan keras ngak?" Tawar Fir yang sudah siap dengan ancang- ancang nya.


"Ngak perlu aku cuma akting kaget aja tadi..." Jawab Miya cepat.


Yang langsung membuat tawa mereka meledak.


"Kak Aga silah kan duduk..." Ucap Miya selaku tuan rumah.


Agara langsung menghempas kan tubuh nya di antara Raehan dan Fir yang sedang duduk bersebelahan.


Hal tersebut membuat tubuh Fir terdorong.


"Woiii tempat duduk masih banyak, ngapain pake acara duduk di celah sih..." Omel Fir yang sudah naik pitam.


"Serah Aku donk mau duduk di mana aja..." Timpal Agara datar, yang berhasil membuat amarah Fir naik ke ubun- ubun.


"Songong banget sih kamu, sama kayak tuna---"


Bibir Fir langsung di bekap Miya, Sehingga ucapan Fir terhenti seketika.


Miya melotot ke arah Fir seolah- olah memberikan isyarat untuk tidak melanjut kan ucapan nya.


"Sama kayak apa?" Tanya Raehan penasaran.


"Sama kayak tuna kecebur got..." Jawab Miya asal.


Fir menepis tangan Miya, lalu mendengus kasar.


"Gak jelas.. " Imbuh Fir lagi, yang langsung mendapat kan pelototan mematikan dari Miya.


FLASHBACK Off


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2