Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
selesai


__ADS_3

...156โฃ...


Semua peserta satu persatu keluar dari ruangan yang membuat kepala mereka pengap.


Bahkan di antara mereka ada beberapa yang keluar dengan tubuh lemas bak zombie. Lalu sebagian lagi memijat pelipis mereka, bahkan memukul kepala sendiri.


Raehan sedikit heran melihat hal tersebut. Tes yang di tawar kan tidak terlalu sulit, bukan kah apa yang mereka semua lakukan terlihat begitu lebay.


Padahal mereka hanya perlu menjawab dengan santai dan jujur itu saja.


Raehan melirik ke arah Lessia yang baru saja keluar dengan senyum sumringah.


"Aku pikir jika dia keluar, dia akan memecah kan kepala nya.. Seperti nya dia sangat menikmati tes ini sama seperti ku.." Lirih Raehan lalu membuang pandangan nya tidak perduli.


Tugas nya hari ini sudah selesai , ia rasa nya benar- benar terbebas dari jerat yang melilit tubuh nya.


Setidak nya untuk hari ini ia bisa bernafas dengan lega.


Bugh...


Tubuh Raehan tiba- tiba terdorong ke depan karna seseorang dengan sengaja mendorong tubuh nya.


"Setidak nya tambah berat badan mu, supaya jika terkena dorongan ku tubuh kecil mu itu tidak terhempas..."Sulut Lessia dengan seringgai miring puas.


Raehan menatap tajam pada Lessia , kata- kata yang sempat ia kata kan pada Lessia. Seperti nya di kembali kan oleh gadis munafik itu.


Dasar plagiat, batin Raehan yang menghembus kan nafas nya. Ia tidak ingin berkelahi dan menghancur kan mood nya.


Lebih baik ia segera bergegas untuk menemui sang pujaan hati. Mumpung Lessia masih sibuk berada di sini, untuk bersandiwara menjadi peserta yang ramah dan baik.


Raehan melangkah kan ke dua kaki nya dengan cukup cepat, sebelum akhir nya terhenti karna sebuah panggilan.


"Rae....!!!" Panggil Niel dengan berlari ke arah nya.


"Iya kak..." Sahut Raehan saat Niel sudah berdiri di hadapan nya.


"Bagaimana? soal - soal nya tidak terlalu membuat mu kesusahan kan?" Cecar Niel yang sedikit penasaran.


"Ahhh.. Tenang saja, seperti nya janji kakak untuk membiar kan aku menyentuh lesung pipi mu yang menggemas kan itu akan terjadi deh..."


Niel mengangkat ke dua alis nya ke atas, mendengar jawaban Raehan itu arti nya gadis mungil ini sama sekali tidak kewalahan menjawab setiap soal pada tes ini.


Padahal yang diri nya perhatikan hampir semua peserta keluar dari ruangan dengan wajah zombie.


"Itu arti nya kamu menjawab semua nya?" Niel semakin antusias untuk mencecar Raehan dengan pertanyaan nya. Entah mengapa ia sedikit nyaman berbicara dengan gadis di depan nya. Seakan dunia di sekitar gadis mungil ini memancar kan aura positif.


"Tentu saja, aku menuntas kan nya dalam waktu dua puluh menit..."Bangga Raehan dengan smirk khas nya.

__ADS_1


Niel terkekeh melihat wajah sombong Raehan, gadis di depan nya memang sangat unik dan aneh.


Bahkan kepercayaan diri nya di atas rata- rata. Semakin ia mengenal Raehan ia semakin yakin jika sosok Raehan adalah sosok yang tepat untuk menggantikan Dion.


Niel dan Raehan terus melempar obrolan satu sama lain, tanpa mereka sadari Dion berjalan ke arah mereka. Dengan tatapan membunuh yang di layang kan pada Niel.


"Ekhmmm..." Deheman Dion memecah kehangatan antara Niel dan Raehan.


Niel langsung terkesiap mendengar gemuruh suara Dion dengan senyum membunuh yang di tujukan kepada nya.


Nyali nya langsung menciut, seperti kerupuk sapi yang terkena air.


Ia sangat mengenal Dion, jika Dion sudah menatap nya seperti itu, arti nya ia harus segera menjauh. Sebelum ia akan di usir selama satu bulan dari rumah Dion yang selalu menjadi tempat ternyaman, dan hanya lah di rumah Dion ia tidak merasa kesepian karna selalu ada Dion.


"Baik lah.. Rae.. aku masih banyak kerjaan aku tinggal ya..." Celetuk Niel dengan cepat, dengan tangan menggaruk kepala nya yang tidak gatal, lalu segera melesat dengan kecepatan kilat.


"Ha.. Kak Niel.. Kau.."


"Apa yang kamu bicara kan dengan tikus got itu...?" Tanya Dion sinis, di mana rasa cemburu sudah membungbung di atas kepala nya.


Meski ia berusaha menepis semua rasa laknat itu, tapi hati ini benar- benar tidak bisa di kontrol.


Ia sedikit merasa iri dan cemburu saat melihat Raehan berbicara dengan Niel begitu manis, bahkan mereka berdua terlihat begitu akrab dan dekat.


Tapi ketika diri nya yang berhadapan dengan Raehan, hanya semburan dan kata- kata kasar yang keluar dari mulut ke dua nya.


Bahkan selama dua jam ia masih berdiri di tempat karna kaget, senang, gemetar, dan bahagia.


"Kak Dion kenapa selalu menjadi pengganggu sih..." Raehan memasang wajah cemberut.


"Maksud mu apa? Penganggu ?"


"Iya penggangu, aku sedang berbicara dengan kak Niel dan gara- gara kakak Kak Niel jadi pergi.."


Dion mengerjit tidak percaya, gadis kecil di depan nya ini, menyalah kan diri nya.


Berani sekali, apa gadis ini tidak tahu jika ia tidak suka melihat kedekatan Niel dengan gadis ini.


Tapi memang Raehan tidak tahu apa- apa tentang perasaan nya.


Seandai nya ia mengutarakan perasaan nya, apa Raehan masih mau berbicara dan bersikap seperti ini.


Atau gadis itu akan pergi tanpa menoleh kembali.?


"Bagaimana tes mu?" Tanya Dion mengalih kan pembicaraan. Saat ini diri nya tidak ingin menghancur kan mood nya dengan bertengkar adu mulut dengan Raehan.


Hari ini cukup waktu indah pagi tadi yang membekas di dalam otak nya, ia tidak ingin ada pertengkaran atau percekcokan.

__ADS_1


"Aku pikir, soal nya akan sangat sulit.. Tapi ternyata soal nya biasa- biasa saja..." Raehan mencebik kan bibir nya.


"Dasar sombong..." Dion menoyor kepala Raehan pelan.


"Ya itu memang benar, soal nya tidak terlalu sulit..." Bela Raehan sambil menepis tangan Dion yang dengan kurang ajar nya menoyor kepala nya.


"Awas saja jika kamu tidak lulus..." Ancam Dion dengan wajah yang sengaja di buat menyeram kan.


"Aku pasti lulus, tapi jika otak yang memeriksa nya tidak bodoh... Ha.. Ha.. dan ya Kak Dion sudah janji mau memberikan ku sesuatu sebagai imbalan...."


Dion menggeleng kan kepala nya lalu menatap wajah Raehan.


"Tuntas kan semua seleksi nya.. Dan kamu akan mendapat kan hadiah besar..." Dion mengacak- ngacak rambut Raehan lalu berlalu pergi. Ia sudah tidak bisa lebih lama lagi berhadapan dengan gadis mungil itu, atau ia akan mati karna serangan jantung.


"Benar kah?. Hadiah apa kak Dion...?" Tanya Raehan dengan sangat antusias, sembari kaki nya mengejar Dion.


"Jangan mengejar ku...! kamu akan tahu nanti..."


Langkah Raehan langsung berhenti mendengar perkataan tak terbantah kan dari Dion.


Wajah nya terlihat masam, namun sedetik kemudian bibir nya kembali tersenyum.


"Dari pada mengejar kak Dion.. Mending aku mengejar kak Aga.." Seloroh nya lalu membalik kan badan dan berlari dengan santai.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2