
...67...
Lessia terbelalak kaget, saat tangan nya di tahan oleh seseorang.
"Berani sekali kau..." Geram Lessia. Menatap gadis kecil yang hanya setinggi bahu nya dengan marah.
Tidak ada secuil pun rasa takut yang terlihat dari ekspresi gadis pendek di depan nya.
Melainkan sebuah tatapan mengkilat, seakan siap melenyap kan Lessia detik itu juga.
Begitu pula dengan Sofia, yang membuka ke dua kelopak mata nya perlahan saat menyadari tamparan Lessia tak kunjung mendarat di pipi nya.
Sofia memandangi gadis di samping nya. Gadis yang sudah berani menggagal kan aksi sang model dengan menghalangi tangan Lessia yang ingin menampar nya.
Raehan menepis kasar tangan Lessia, hingga Lessia sampai terjungkal.
"Apa diri mu tidak malu melakukan hal menjijik kan seperti ini dengan merundung gadis yang lebih lemah dari mu...?" Cecar Raehan dengan rahang yang mengeras.
Ya, gadis yang mencekal tangan Lessia menampar Sofia adalah Raehan.
Tadi nya diri nya tidak ingin ikut campur, tapi lubuk hati kecil nya tidak membiar kan diri nya tenang melihat sebuah ketidak adilan seperti ini.
Bagaimana pun diri nya pernah ada di posisi sebagai korban perundungan.
Tidak hanya cacian yang melukai mental tapi juga kekerasan yang melukai fisik.
Hal itu akan terus terjadi jika diri nya diam saja.
"Wow... Gadis kurcaci seperti mu ingin menjadi pahlawan bagi nya..." Tunjuk Lessia ke arah Sofia, sementara diri nya menganggap Raehan lemah.
"Percuma menjadi putri salju, jika tingkah mu sama dengan penyihir hidung panjang..." Cela Raehan.
"Kau...." Seakan menabur garam pada luka, Lessia semakin marah dengan perkataan Raehan.
Diri nya tidak terima di banding kan dengan penyihir. Karna bagaimana pun diri nya lah yang paling sempurna.
Dengan gerakan cepat, Lessia menyerang Raehan dengan ke dua tangan nya.
Target nya kali ini ingin menjambak rambut rapi Raehan. Yang diri nya pastikan akan membuat kepala gadis kurang ajar itu menjadi gundul.
Namun sayang , serangan Lessia harus berhenti. Karna dengan sigap Raehan lagi- lagi menjegal ke dua tangan Lessia.
Meremas tangan cantik Lessia dengan kuat, menggenggam nya dengan sangat erat. Dan mendorong tubuh tinggi Lessia hingga terdorong ke belakang.
Meski tubuh nya memang pendek, tapi bukan berarti tenaga nya juga lemah.
Saat masih di desa diri nya pernah belajar ilmu bela diri meski tak sempurna.
Tapi itu sudah cukup untuk melindungi diri dari orang- orang yang ingin membulli diri nya.
Karna insident pembulian yang sama, orang tua nya menuntut Raehan untuk bisa menjaga diri.
"Hei kalian kenapa diam saja... Hajar Dia...!!!" Titah Lessia pada ke dua kacung nya yang masih nerdiri diam sebagai penonton.
__ADS_1
Lessia mengusap ke dua pergelangan tangan nya, yang terasa panas dan juga perih karna di remas kuat oleh tangan gadis kurang ajar di depan nya.
Dapat terlihat dengan jelas di kulit indah Lessia. Bekas tangan Raehan yang tercetak jelas.
Ke dua kacung Lessia langsung berdiri di hadapan Raehan.
Tampak terlihat di wajah mereka ada sedikit rasa takut melihat kekuatan gadis kecil di depan nya.
"Apa..? Kalian mau juga di dorong seperti dia...?? Atau kalian ingin aku membuat wajah kalian tidak lagi cantik...!" Ancam Raehan dengan berkacak pinggang.
Menunjukkan ekspresi garang nya yang terlihat begitu menyeram kan dengan ke dua mata yang melotot lebar.
Ke dua kacung Lessia menelan saliva nya paksa mendengar ancaman Raehan.
"Kenapa kalian diam saja... Dia hanya seorang kurcaci dia tidak akan bisa mengalah kan kalian berdua..." Teriak Lessia yang kesal dengan ke dua kacung nya yang tidak berguna.
"Aaaaarrrr... Raaaarrrr...." Raehan mengoar seperti singa betina yang anak nya sedang di ganggu.
Sementara tangan nya sudah siap dengan memasang cakaran ala gaya singa betina.
Nyali Ke dua gadis yang menjadi kacung Lessia menciut seketika. Hanya dengan membayang kan tangan Raehan yang akan menghancur kan wajah cantik mereka.
Seorang Lessia saja bisa terhempas hanya dengan sekali hempasan dari Raehan.
Apa lagi mereka. Selama mengenal gadis seperti Raehan yang juga teman sekelas nya.
Tentu mereka tahu, Raehan tidak pernah bermain- main dengan ucapan nya.
"Ingin ku bukti kan..." Pekik Raehan menyeram kan, yang langsung membuat ke dua kacung Lessia lari terbirit- birit. Seperti baru saja bertemu dengan iblis.
"Apa masih ingin merundung lagi...?" Ketus Raehan menatap lekat Lessia yang terlihat begitu marah.
"Lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan mu.." Ancam Lessia sebelum pergi.
"Aku tunggu perhitungan nya...!!" Teriak Raehan menjawab tantangan Lessia yang sudah berjalan menjauh meninggal kan diri nya dan juga gadis yang menjadi korban pembulian.
"Seharus nya kamu tidak membela ku tadi.." Cicit Sofia yang masih memegangi perut nya.
Raehan mengerut kan dahi nya dalam.
Bukan nya malah berterimakasih, gadis di depan nya malah mengatakan hal cukup pahit pada nya.
Apa ia sudah salah membela gadis ini? hingga mendapat respon di luar espektasi nya.
Raehan segera menyingkir kan pikiran buruk itu dari otak nya.
Bagaimana pun reaksi yang akan dia terima dari gadis di depan nya.
Setidak nya diri nya sudah melakukan hal yang benar dengan membela dan menghentikan pembulian yang menimpa gadis di depan nya.
"Kau tidak tahu siapa diri nya.. Kamu memang sangat berani, tapi Lessia bukan lah orang yang bisa kamu singgung... Seharus nya kamu membiarkan dia memukul ku..." Ujar Sofia lagi, yang tidak ingin orang lain terseret dalam masalah nya.
"Maaf aku tidak mengerti maksud mu.. Tapi aku tidak bisa membiar kan hal kotor seperti itu terjadi di sekolah ini.. Siapa pun dia bukan berarti kita harus takut ke pada nya.. Apa kamu tidak pernah mendengar pepatah. Sebuah kebaikan tidak akan pernah kalah dengan kejahatan.." Balas Raehan.
__ADS_1
"Aku hanya tidak ingin kamu menjadi bulan- bulanan nya.. Lessia pasti akan membuat hari- hari mu tidak akan tenang di sekolah ini.." Sofia menyentuh bahu Raehan lembut.
"Ahhh sudah lah jangan pikir kan itu.. Itu masalah nanti.. Tapi jika boleh bisakah kita berkenalan..?" Pinta Raehan dengan senyum ceria seperti biasa, sangat berbeda saat ia menghadapi kawanan Lessia dengan wajah seram dan garang.
"Hehe..." Sofia terkekeh melihat sifat Childish Raehan.
"Aku Raehan panggil aja Rae aku kelas XA.. " Raehan mengulur kan tangan nya dengan senyum lebar menghiasi wajah nya.
Setidak nya ia bisa mendapat kan tambahan satu teman baru.
Karna bagi nya, semakin banyak teman maka akan semakin baik.
Sofia menyambut uluran tangan Raehan hangat.
"Nama ku Sofia, aku kelas XII A.."
"Itu arti nya kamu lebih besar dari ku.. Astaga maaf aku sudah lancang memanggil mu tanpa sebutan kakak..." Cicit Raehan merasa bersalah.
"Tidak apa.. Tapi terimakasih sudah membantu ku..."
" Oh ya apa aku boleh bertanya satu hal?"
"Katakan?"
"Aku merasa tidak asing dengan nama gadis tadi yang merundung kakak.."
"Maksud mu Lessia?"
Raehan mengangguk cepat.
"Tentu saja kamu tidak asing, dia seorang model yang sedang naik daun dan sangat terkenal..."
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???