Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Hadapi lah...


__ADS_3

...46...


Dion dan Raehan berhenti di sebuah toko souvenir. Dion begitu antusias memilah dan memilih beberapa barang yang terlihat begitu menarik perhatian nya.


Diri nya tidak menyangka akan menemukan barang- barang yang tidak pernah ia lihat terjaja di mall besar kota Milver.


Sementara Raehan, duduk lesu di sebuah bangku di depan ruko.


Menunggu Dion, yang masih asik berbelanja.


"Dia perempuan apa laki - laki sih... Aku tidak menyangka ada pria seperti diri nya, yang sangat hobi dalam berbelanja... Momsy saja jika berbelanja tidak sebanyak diri nya..." Gumam Raehan merutuk, Dengan sorot mata nya menatap Dion kesal.


Raehan mengayun kan kaki nya bergantian, dengan pandangan menjelajah ke setiap hal yang berhasil di tangkap oleh indra penglihatan nya.


Ke dua manik hitam Raehan, tiba- tiba berhenti pada pria yang sedang duduk di taman pasar malam, dengan tubuh di balut Hodie putih.


Ia beranjak dari duduk nya, menyeret langkah kaki nya mendekat ke arah pria yang menarik perhatian nya.


Raehan meninggal kan Dion yang masih asik dengan aktivitas belanja nya. Bersama dengan belanjaan yang di biarkan tergeletak begitu saja di depan ruko.


Raehan berhenti, saat diri nya telah berdiri tepat di belakang pria tersebut.


Raehan memandangi bahu kekar yang sedang membelakangi nya.


Ia tahu siapa yang memiliki bahu itu, tanpa sadar ke dua sudut bibir nya tertarik ke atas. Menciptakan senyuman penuh dengan rasa senang.


Ke dua tanga Raehan terangkat dengan cepat, menutup ke dua mata merah darah yang di miliki pria tersebut.


Dapat Raehan rasakan jika pria tersebut tersentak kaget dengan aksi nya. Membuat Raehan semakin terkekeh senang.


Tangan nya di tepis dengan kuat, bersamaan dengan berbalik nya pria berhodie putih itu menghadap diri nya.


"Hai kak Aga...." Sapa Raehan dengan menurun naikkan alis nya.


"Kau... lancang sekali...!" Ketus Agara tidak suka.


Agara tidak habis pikir, mengapa gadia sial ini selalu berada di mana- mana.


Tidak di sekolah, pinggir jalan, bahkan di taman sekali pun.

__ADS_1


Apa gadis sial ini menguntit diri nya? Tanya Agara dalam hati.


"Iya.. Ini aku.. " Raehan mengedarkan pandangan nya ke sekeliling Agara sebelum melanjut kan ucapan nya.


"Kak Aga ngapain malam- malam di sini?" Tanya Raehan tak lepas dari senyum cengiran kuda. Yang membuat Agara semakin jengah dan kesal.


"Kamu tidak perlu tahu aku sedang apa di sini... Aku tidak habis pikir kenapa di mana pun aku berada kau selalu ada... Kau sengaja menguntit kemana pun aku pergi kan?" Timpal Agara mendekat kan tubuh nya, semakin mengikis jarak antara diri nya dan Raehan.


Raehan semakin mendongak, menatap wajah tampan dengan jutaan kekesalan tapi tidak sama sekali mengurangi ketampanan nya.


Kening nya tampak berkerut, sebelum sebuah senyuman serta tawa kembali terbentuk di bibir nya.


"Hmmm hehe... he... Menguntit ?? Tidak... Tidak.. aku bukan penguntit kak.. Aku juga heran kenapa kita selalu bertemu.. Apa jangan- jangan kita jodoh...." Ujar Raehan polos, dengan kedua jari telunjuk yang di satukan.


Agara merotasi mata nya jenggah.


Astaga ia sudah menekan gadis sial ini, dengan wajah jutek dan seram nya. Tapi lihat lah gadis sial ini malah menjadi semakin percaya diri.


Entah apa yang salah saat penciptaan gadis pendek di depan nya. Umpat Agara menahan amarah yang siap meledak.


"Jangan mimpi kamu..." Ketus Agara membalik kan tubuh nya, membelakangi Raehan.


"Tapi kenapa wajah kak Aga memerah? itu bukan karna kak Aga tersipu malu kan karna ucapan ku?"


Agara langsung menyentuh wajah nya.


"Apa wajah ku saat ini memerah? Astaga....!!!" Batin Agara memaling kan wajah nya cepat.


Raehan semakin terkekeh riang, ia hanya bercanda mengatakan jika wajah Agara memerah. Suasana malam seperti ini, mana mungkin ia bisa melihat wajah Agara yang memerah dengan pencahayaan yang remang- remang.


"Ha... He... he..."


"Berhenti tertawa...!!" Bentak Agara kini menatap Raehan dengan melotot.


Raehan langsung melipat bibir nya dalam.


"Pergi lah dari hadapan ku...!! Jangan pernah menemui atau mendekati ku.. Kau sama saja dengan orang- orang itu... Tidak bisa membiarkan ku hidup dengan tenang... Sekarang enyah lah dari hadapan ku...!!" Teriak Agara di depan wajah Raehan.


Raehan tersenyum tipis, bukan nya marah ia merasa iba dengan pria di depan nya.

__ADS_1


Ia sangat mengerti akan tatapan penuh duka di ke dua bola mata Agara.


Kesepian dan kesendirian yang tengah membalut jiwa pria yang sangat ia sukai semenjak pertama kali memandang nya.


Agara semakin geram, melihat Raehan yang tidak bergeming atau pun beranjak dari hadapan nya.


Ia menghela nafas nya panjang, lalu menyeret langkah nya pergi, sebelum tubuh nya merasa di tarik lalu menubruk tubuh lain nya.


Raehan memeluk tubuh tinggi Agara, menyalurkan rasa nyaman untuk meringan kan beban yang di derita pria dalam pelukan nya.


Untuk pertama kali nya, ia memeluk tubuh pria selain ayah nya.


Agara begitu terkejut dengan tindakan Raehan. Bahkan tubuh nya tidak bisa bergerak sedikit pun. Seakan pelukan Raehan mengunci setiap pergerakan nya.


"Kak Aga... Apa pun masalah mu, pergi dari masalah tersebut bukan lah pilihan yang tepat. Setiap kau ingin pergi dan menjauh dari masalah itu, masalah tersebut akan terus mengejar mu... Jangan lari lagi, hadapi lah masalah mu itu dengan kepala terangkat... Usir pergi setiap masalah dari hidup mu, dan bukan diri mu yang harus menyingkir..." Ujar Raehan dengan lembut, sementara tangan nya menepuk- nepuk punggung Agara ringan.


Raehan melepas pelukan nya, menatap ke dua mata Agara yang masih terbuka tanpa berkedip.


"Semua orang tidak lah sama... Mereka di ciptakan dengan berbeda- beda entah sifat atau pun fisik.. Itu semua tergantung dari sudut pandang mu... Selama kau melihat semua orang itu sama, maka semua nya akan sama..." Lanjut Raehan, sebelum membalikkan tubuh nya dan menjauh meninggal kan Agara yang masih mematung di tempat.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??


__ADS_2