Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Minta Maaf !!


__ADS_3

...138 โฃ...


"Kau.." Suara Fir tercekat saat melihat kehadiran Agara dengan tampang bingung nya.


Kemarahan nya semakin tersulut, melihat pria dingin ini ada di hadapan nya.


Berani sekali pria ini meninggal kan sahabat nya berdua dengan gadis berbisa itu.


Jika saja diri nya dan Miya tidak melihat Raehan yang sedang di pojok kan, bahkan ingin di pukuli oleh ibu- ibu sosialita ini. Maka entah apa yang akan terjadi.


Sebelum nya, Miya dan Fir ingin ke area bioskop untuk menonton film tapi apa yang di lihat saat mereka melewati toko perhiasan ini.


Pemandangan yang langsung membuat mereka bergerak dengan cepat , untuk menghentikan pukulan keras yang pasti akan sangat sakit jika mendarat di pipi sahabat mereka Raehan.


"Dari mana saja kau?. Apa kamu pria dengan tipe pria yang selalu meninggal kan gadis..." Ketus Fir dengan amarah yang sudah membumbung di atas kepala nya.


Kali ini diri nya akan memberi kan pelajaran pada Agara, pria tidak berhati ini. Pikir Fir yang sudah menggepal kan tangan nya erat.


Agara mengerjit mendengar penuturan Fir yang terdengar di ujung tanduk kemarahan.


Apa ini, kenapa diri nya yang di salah kan.?


Diri nya baru saja kembali dari toilet dan tidak tahu apa- apa.


Tapi diri nya malah langsung di salah kan oleh Fir dengan mulut berkekuatan ala emak- emak.


Dengan susah payah, ia mengontrol perasaan nya yang bergejolak karna tingkah nya yang di luar ekpektasi terhadap Raehan.


Jika tindakan nya pada Raehan membuat gadis tersebut terbawa perasaan, maka diri nya pun merasakan hal itu. Bahkan rasa nya tubuh nya langsung di terjang demam karna suhu tubuh yang langsung meningkat.


"Apa maksud mu mengatakan hal itu,? Aku hanya pergi ke toilet dan tidak tahu apa- apa..." Sahut Agara dengan nada bingung.


Kebingungan Agara benar- benar membuat darah Fir mendidih.


Raehan yang sejak tadi hanya diam , menangkap pergerakan aneh Fir yang seperti nya sudah mencapai kemarahan tertinggi.


Diri nya dapat melihat hal itu dari ke dua tangan Fir yang mengepal erat, bahkan gemetar.


Seperti tahu apa yang akan di lakukan Fir, Raehan tidak bisa membiar kan Fir memukul Agara. Karna hal itu akan membuat semua nya semakin rumit.


Raehan sangat mengenal sifat Fir jika kemarahan nya sudah sampai level tertinggi , Fir akan menggunakan otot nya untuk melampias kan kemarahan nya.


Dan benar saja apa yang di pikir kan Raehan.

__ADS_1


Fir langsung meraih kerah baju Agara dan siap melayang kan satu tinjuan keras pada wajah Agara.


Namun dengan cepat, Raehan menarik tangan Fir.


Membuat pergerakan Fir terhenti. Fir menatap Raehan yang sudah berdiri di samping nya dengan memeluk tangan nya yang akan di gunakan untuk memukul Agara.


"Jangan...!" Lirih Raehan dengan nada memohon, sembari ke dua mata nya menatap lekat tepat pada ke dua mata Fir di mana terlihat api kemarahan sedang berkobar.


"Ck... " Fir menggerak kan tangan nya, untuk menyingkir kan Raehan yang sedang menahan tangan nya yang sudah gatal ingin memberi pelajaran pada pria es di hadapan nya.


"Aku mohon Fir, jangan... Demi aku..." Cicit Raehan berbisik.


Fir menatap tajam pada Raehan, ke dua mata Raehan sudah berlinang dan siap menumpah kan lahar bening.


Fir mendengus kesal, ia melepas kan kerah baju Agara.


Lagi- lagi ia kalah dengan permohonan Raehan.


Apa yang di pikir kan sahabat kecil nya ini?.


Kenapa Raehan bisa begitu sangat melindungi Agara. Bahkan Raehan rela menahan diri nya untuk tidak memukul wajah Agara.


Fir menyugar rambut nya kasar, ia tidak habis pikir dengan Raehan yang masih melindungi pria seperti Agara, yang sudah meninggal nya bersama gadis berbisa seperti Lessia.


Lessia yang sedari tadi hanya menunduk dengan tangis sesegukan, kini mengangkat wajah nya saat mengetahui keberadaan Agara.


Ia menatap ke arah Agara, wajah pria di samping nya saat ini terlihat kesal dan marah karna menerima perlakuan kurang ajar seperti itu dari Fir yang notabene nya adalah adik tingkat nya.


"Kak Aga maaf kan tingkah Fir, dia tidak bermaksud seperti itu.. Dan untuk kekacauan ini aku akan menjelas kan---"


"Aga sayang hiks... Hiks... Hiks..." Lessia langsung berhambur memeluk tubuh Agara yang langsung membuat perkataan Raehan terpotong karna melihat Lessia memeluk pria pujaan nya.


"Aga kamu kemana saja, aku benar- benar takut... Tadi aku tidak sengaja menabrak bahu Raehan , tapi Raehan marah dan mengatai ku sedang berpura- pura dan sengaja menabrak bahu nya.. Padahal aku benar- benak tidak sengaja Aga. Bahkan aku juga sudah meminta maaf pada nya.." Lagi - Lagi Lessia melancar kan sandiwara nya yang bagitu apik. Sembari ke dua tangan nya memeluk tubuh Agara dengan begitu erat.


Sakit.


Patah.


Begitu lah kondisi hati Raehan saat ini, rasa nya hati nya begitu sakit melihat Lessia menyentuh tubuh Agara. Bahkan diri nya tidak seberani itu untuk memeluk tubuh pria idaman nya.


Tapi lagi- lagi bukan sandiwara Lessia yang mempengaruhi Raehan, namun sikap Agara yang begitu welcome dengan sentuhan Lessia.


Ia tidak terima. Teriak Raehan dengan wajah sedih dan masam.

__ADS_1


Ia tidak boleh kalah dengan Lessia, kata- kata beracun Lessia tidak boleh meracuni otak Agara.


Raehan mendorong tubuh Lessia, hingga membuat pelukan nya terlepas.


"Tidak... Tidak seperti itu kak Aga.. Kakak jangan percaya pada nya.. Kakak tidak tahu jika dia hanya bersandiwara. Aku tahu dia sengaja menabrak ku.. Tubuh ku tidak terlalu kecil hingga mata nya yang lebar itu sampai tidak bisa melihat ku.. Dia hanya ingin membuat ku terlihat seperti gadis jahat dan dia sebagai korban di depan semua orang..." Jelas Raehan dengan cepat.


"Minta maaf...!" Bentak Agara dengan kecang, bahkan suara nya sampai memantul- mantul di dalam toko tersebut.


Semua orang tersentak dengan nada menyeram kan Agara.


Termasuk Lessia yang langsung pucat pasi mendengar bentakan Agara.


Mati sudah diri nya, seperti nya Agara mempercayai ucapan Raehan. Bahkan Agara sampai membentak diri nya untuk meminta maaf, itu sangat terlihat dari tatapan menguliti Agara yang mengarah pada nya.


Sudut bibir Raehan terangkat. Ia yakin Agara akan mendengar kan apa yang ia kata kan karna apa yang ia kata kan memang benar.


"Syukur lah kak Aga mendengar kan ku.. Aku tahu kamu pasti akan membela ku... Ini adalah balasan yang setimpal untuk gadis tukang sandiwara seperti mu.." Batin Raehan dengan perasaan lega dan senang, apa lagi melihat tatapan Agara yang begitu tajam pada Lessia.


"Kak Aga terimakasih.."


"Apa kamu tuli, ? Minta Maaf pada Lessia...!!!" Bentak Agara dengan nada suara yang semakin tinggi tepat di depan wajah Raehan.


"Apa.?"


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2