Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Raehan


__ADS_3

...201πŸ’›...


Zack lagi- lagi berdecak kagum, saat indra nya mendengar jawaban Raehan yang bahkan jauh lebih pedas dan pahit dari Lessia.


Bahkan Zack bisa merasa kan kepedasan perkataan Raehan kayak bon cabe level seratus.


Jika diri nya yang sedang berada di posisi Lessia, mungkin ia lebih memilih menggulung wajah nya dan memasuk kan nya ke dalam karung.


Lessia menegak kan tubuh nya, dengan wajah pias dan merah padam.


Bahkan dari tubuh nya menguar aura panas, yang berhasil membuat Zack merasa gerah.


Karna bisa merasa kan aura panas seseorang yang sedang mendidih kepanasan.


Semenatara Lessia memilih untuk pergi dengan mulut yang berhasil di bungkam oleh Raehan, dengan ribuan rasa malu yang sedang meledak seperti ribuan kembang api yang meletup di langit.


Raehan tersenyum miring, menatap punggung Lessia yang menjauh dari nya.


Berani mengata kan jika diri nya tidak sebanding dengan siapa pun, maka perkataan orang tersebut dengan senang hati ia balik kan jauh lebih bervariasi dengan bumbu pahit dan pedas yang pasti nya akan membuat hati panas.


"Kau ternyata juga pandai bersilat lidah... Wow dalam sekejap aku melihat begitu banyak kejutan dari mu Rae..." Celetuk Zack dengan nada kagum.


"Itu hanya hal biasa Zack... Orang seperti Lessia harus di hadapi dengan cara seperti itu.. Jika tidak ia akan menganggap semua nya bisa dia miliki tanpa dia sadari dia juga merebut hak milik orang lain... Tapi maaf jika kamu harus mendengar perdebatan omong kosong di antara kami..." Wajah Raehan berubah kembali ke mode ceria, di mana sebelum nya wajah nya terlihat angkuh penuh dengan keberanian.


"Sungguh seperti nya aku harus banyak belajar dari mu Rae... Kau sangat berbeda dengan semua gadis yang pernah ku kenal..."


"Terimakasih... Pujian nya,, tapi aku rasa kau jauh lebih baik dari ku... Tapi kapan- kapan kita harus bertemu kembali untuk membahas tentang diri mu..."


Ke dua nya tersenyum, lalu memfokus kan diri lagi pada seleksi yang sedang berlangsung.


"Hoho... Akhir nya kita sampai pada nama peserta yang menjadi unggulan dalam seleksi tahap pertama, kita lihat bersama apakah penampilan nya akan semakin menarik seperti nilai sempurna yang berhasil di cetak.? Langsung saja kita panggil kan peserta selanjut nya.. Raehan Angelina....!!!" Ujar Mc dengan suara lantang yang menggelegar.


Yang langsung di iringi dengan suara tepuk tangan dan sorak sorai penuh semangat.


Khusus nya untuk Fir dan Miya, yang langsung berjingkrak dan bersorak hingga urat leher mereka keluar.


"Rae... Kamu pasti bisa...!!!"


"Rae... Semangat... Kalah kah si nenek sihir Rae..."


"You are my the best Rae..."

__ADS_1


Teriak Miya dan Fir dengan sorak sorai, menunjuk kan dukungan mereka serta memberikan semangat untuk Raehan sahabat mereka.


Jessi yang melihat tingkah alay Fir langsung berdecak sambil geleng- geleng kepala.


Entah mengapa ia yang merasa malu melihat tingkah Fir yang memberi kan suport untuk Raehan dengan gaya alay dan lebay, bahkan suara teriakan nya yang histeris sampai memantul- mantul di dinding aula.


"Cie... Liatin adek kelas,, apa kamu mau jadi brondong ya Jes.." Ledek Niel yang kebetulan duduk di samping Jessi, dan juga tidak sengaja melihat arah mata Jessi yang terus memperhati kan sahabat abnormal Raehan.


"Ngacok kamu... Ya kali aku suka sama cowok kaleng- kaleng kayak dia.. Bisa- bisa kuping aku langsung ngak berfungsi karna denger teriakan dia..." Sanggah Jessi dengan wajah datar bak tembok yang sudah menjadi ciri khas nya.


"Hati- hati kamu... Biasa nya cinta tumbuh karna rasa tidak suka.. Sama kayak si Felix yang benci nya setengah mati sama Raehan.. Ehh sekarang bucin nya minta ampun... Pake acara pakai kostum hello kitty lagi pas seleksi kemarin kocak tahu.. Jangan- jangan ntar kamu besok pake kostum hay tayyo lagi... Ha... Ha..." Ledek Niel sambil tertawa memegangi perut nya, yang terasa tergelitik karna mendengar goyunan nya sendiri.


"Ni orang ngak jelas banget , dia yang ngeledek malah ketawa sendiri.. Dasar jin tomang..."Celoteh kesal Jessi dengan tatapan mengkilat menghujam ke arah Niel yang masih asik dengan tawa nya.


Raehan beranjak dari duduk nya, melebar kan bibir nya untuk tersenyum.


Setelah berdebar- debar cukup lama, akhir nya nama nya di sebut oleh Mc. Di mana itu arti nya ini adalah giliran nya.


Raehan meremas jahitan rok nya, ke dua telapak tangan nya berkeringat karna rasa gugup yang sedang membaluti diri nya.


Raehan meraup oksigen sebanyak mungkin, untuk di salur kan pada paru- paru nya.


Sementara otak nya mensugesti kerja jantung nya yang kini berdetak cukup keras.


"Semoga aku bisa menampil kan yang terbaik... Ayo Rae kamu pasti bisa anggap semua nya seperti biasa, seperti kamu sedang presentasi di kelas... Selama ini kamu selalu berhasil melewati segala nya.. Dan kali ini pasti kamu bisa.. Jangan mengecewakan kak Dion yang sudah menumpukan harapan nya pada mu Rae.. Ayo kamu pasti bisa..." Batin Raehan mensuport diri nya sendiri.


Memantap kan mental nya, dan menyakin kan diri nya sendiri.


Raehan melirik sekilas ke arah Dion yang sedang duduk dengan begitu tenang di kursi kebesaran nya.


Karna Dion, diri nya mengikuti seleksi ini.


Ia tidak mungkin mempermalukan Dion. Meski Dion sangat menyebal kan namun Dion selalu membantu nya di saat ia kesusahan.


"Aku harus bisa..." Gumam Raehan mulai melangkah kan kaki nya.


"Rae...!" Panggil Zack tiba- tiba sebelum Raehan semakin menjauh.


Raehan langsung menghenti kan langkah nya dan memutar tubuh nya menghadap Zack.


"Aku yakin kamu bisa... Anggap saja semua nya adalah patung...." Ujar Zack menyemangati teman baru nya, di mana Zack tersenyum lebar kepada Raehan.

__ADS_1


Raehan mengangguk pelan, sebagai respon untuk semangat Zack.


Setidak nya Raehan sedikit merasa lega dengan suport sistem yang di berikan Zack.


Raehan berjalan menuju podium, lalu naik dengan kaki yang sedikit gemetar ke atas podium.


Memandangi semua wajah yang kini berfokus ke arah nya.


Seolah ia adalah titik fokus semua orang.


Rasa gugup Raehan semakin membesar saat melihat tatapan dewan guru yang seperti elang, tajam dan begitu mengintimidasi.


Namun tatapan Raehan terkunci pada Agara, di mana ke dua tatapan mereka saling menubruk dan seolah- olah saling memberi kekuatan.


Agara tersenyum manis ke arah kekasih nya yang sedang berdiri di depan podium , sembari kepala nya mengangguk pelan. Seolah mengata kan jika kamu bisa.


Dion langsung mengalih kan pandangan nya, saat melihat intraksi tatap- tatapan antara Raehan dan Agara yang mengoyak hati nya.


Begitu pula dengan Felix yang lebih memilih menunduk kan wajah nya dari pada melihat adegan yang menghancur kan hati nya.


...----------------...


...****************...


Ada yang mau nyalon jadi gebetan Dion atau NielπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2