Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Terrliminasi


__ADS_3

...261πŸ’›...


"Dion turuti apa yang di ingin kan Raehan.. Jika kita terus berdebat di sini maka Raehan bisa kehilangan banyak darah... Apa kau tidak lihat wajah nya semakin memucat..?" Beo Kazuya yang akhir nya menyela pembicaraan Dion dan Raehan.


Ia tidak peduli dengan pembicaraan Raehan dan Dion yang membicara kan pertunagan seseorang.


Tapi sekarang yang lebih penting adalah membawa Raehan ke rumah sakit.


Dion mendengus pelan.


Apa yang di kata kan Kazuya memang benar, kondisi Raehan semakin memburuk dan diri nya malah mengajak gadis itu berdebat.


Tapi tetap saja ia masih kesal dan hati nya sakit karna Raehan yang meminta untuk di antar ke acara pertunangan itu.


Tapi menolak dan tidak menuruti keinginan Raehan bukan lah pilihan yang tepat.


Diri nya sangat tahu keras kepala nya seorang Raehan.


Jika ia tidak menyanggupi keinginan gadis mungil itu.


Pasti Raehan tidak akan mau pergi dari tempat ini.


"Akhhhh..." Pekik Raehan saat merasa kan nyeri pada luka tusuk di perut nya.


"Dion..!"


"Baik lah aku akan mengantar mu.. Dasar gadis kepala batu..." Cela Dion yang langsung membawa tubuh mungil Raehan ke dalam gendongan nya.


Sementara Raehan tidak menolak saat Dion menggendong tubuh nya.


Ia memang harus menyisa kan tenaga nya untuk membatal kan pertunangan Agara.


Ia berharap ia belum terlambat sama sekali.


Raehan mengalung kan ke dua tangan nya di leher Dion.


Sementara detak jantung Dion sedang berdetak tidak normal.


Di mana kini ia dan Raehan sangat dekat. Bahkan gadis yang di cintai nya berada dalam gendongan nya.


Dion bisa merasa kan terpaan nafas Raehan yang mengenai leher nya.


"Cih.. Aku memang sudah gila.. Bagaimana bisa jantung ku berdetak dua kali lipat, di saat situasi berbahaya seperti ini..." Batin Dion yang merutuki kinerja jantung nya.


...----------------...


Milver High School.


Acara seleksi osis akhir nya selesai di laksana kan.


Semua murid mulai bergegas keluar meninggal kan aula utama.

__ADS_1


Mereka semua mendapat kan undangan ekslusif untuk menghadiri acara pertunagan Lessia dan Agara.


Tentu saja mereka tidak akan melewat kan pesta besar dan mewah itu. Bahkan undangan nya saja terbuat dari emas.


Sebuah kebanggan untuk bisa hadir pada pesta besar itu.


Namun wajah antusias itu tidak terlihat di wajah Niel.


Niel menghempas kan bokong nya di sebuah kursi, lalu menghela nafas nya panjang.


Ia benar- benar kesal dan marah pada Dion.


Pria itu sama sekali tidak datang pada acara seleksi babak terakhir osis.


Padahal ia sudah menegas kan pada Dion untuk hadir. Karna Dion adalah ketua osis yang tentu saja akan menjadi juri penilai.


Namun sampai detik ini pria itu sama sekali tidak menampak kan batang hidung nya.


Bahkan ia sampai di tegur oleh kepala sekolah karna Dion yang sama sekali tidak hadir.


Dari arah lain terlihat Fir dan Miya yang terlihat lemas dengan wajah tertekuk dalam. Di mana di tangan mereka ada kertas dengan tulisan semangat dan suport untuk Raehan.


Tapi apa yang mereka lakukan sia- sia. Saat giliran Raehan untuk tampil. Sahabat nya itu tidak kunjung muncul sehingga Raehan di nyata kan gugur alias dieliminasi.


Ke dua nya bertanya- tanya mengapa Raehan tidak masuk, padahal dia tahu jika hari ini dia akan melaksana kan seleksi terakhir.


Bahkan Miya sempat bicara tadi malam lewat Via telpon dengan Raehan.


Mengingat kan sahabat nya itu untuk tetap semangat dan tidak gugup saat adu debat.


"Tapi kenapa Raehan tidak datang.. Padahal dia kan ikut seleksi.. Kamu sudah menelpon nya lagi kan Mi.. Entah mengapa aku sangat khawatir pada Raehan.. Kau tahu kan masalah pertunangan itu... Apa jangan- jangan Raehan melakukan hal yang tidak- tidak lagi Mi karna patah hati..." Timpal Fir mengeluar kan apa yang di pikir kan di kepala nya.


Ia semakin khawatir dengan keadaan Raehan. Saat ia menerima surat undangan pertunangan Agara dan Lessia.


Ia yakin jika Raehan pasti sangat sedih melihat hal ini.


"Aku sudah menelpon nya tapi dia tidak mengangkat panggilan ku.. Aku juga khawatir.. Tapi aku yakin Agara tidak akan melukai Raehan dengan bertunangan dengan Lessia..." Bela Miya yakin jika surat undangan ini adalah rencana Lessia.


Rasa nya sangat tidak mungkin Agara mau bertunangan dengan Lessia.


Karna Miya tahu jika Agara sangat mencintai Raehan. Bahkan ia sampai iri akan hal itu.


"Kita akan tahu nanti jika kita datang ke acara itu.. Jika sampai aku melihat Agara di sana.. Maka jangan henti kan aku untuk menghajar wajah nya yang sok tampan itu..."


"Tapi kan Agara memang tampan.. Bahkan lebih tampan dari mu..."


"Hei kau bilang dia tampan? Wajah nya saja mirip tokoh adudu kotak- kotak... "


"Tunggu..." Miya merentang kan tangan nya di depan dada Fir. Di mana Fir langsung mengerem mendadak.


"Ada apa? Apa kamu mengakui jika aku tampan..? Tapi itu kan memang kenyataan nya.." Fir menyeringgai sombong.

__ADS_1


"Ck.. Jangan bermimpi kamu.. Lihat siapa yang duduk di sana?" Miya melirik ke arah Niel yang tengah memijat pelipis nya.


Terlihat wajah Niel yang sedang kesal.


"Niel?" Seru Fir mengerut kan dahi nya heran.


"Kak Dion kan juga tidak hadir di acara seleksi itu.. Apa jangan- jangan Raehan bersama dengan kak Dion?.. Untuk itu kita harus bertanya pada Niel pasti dia tahu di mana kak Dion, bukan kah mereka sudah seperti sepasang kekasih yang tidak bisa terlepas satu sama lain..." Jelas Miya dengan sedikit jengkel lalu berlalu berjalan ke arah Niel meninggal kan Fir yang hanya bisa mengerucut kan bibir nya ke depan.


Tapi apa yang di pikir kan Miya juga tidak salah.


Jadi tidak ada salah nya mereka bertanya pada Niel.


"Kak Niel...!" Panggil Miya dengan ramah. Di mana Niel menatap nya dengan malas.


"Ada apa..? Aku sedang tidak ingin di ganggu.. Jadi lebih baik kamu pergi saja..." Sarkas Niel.


Miya mencebik kan bibir nya. Rasa nya ia ingin mencakar wajah Niel yang sama sekali tidak ada tampan- tampan nya itu.


"Aku tidak akan mengganggu mu... Aku hanya ingin bertanya. Di mana kak Dion?" Tanya Miya to the point.


Niel menghembus kan nafas nya kasar. Lagi- lagi pertanyaan yang sama yang harus ia dengar. Sudah lebih sepuluh orang yang bertanya pada nya di mana Dion.


Mereka pikir diri nya adalah pembantu Dion yang bisa tahu di mana Dion berada.


"Aku tidak tahu dan aku tidak mau tahu.." Sentak Niel kesal.


"Bagaimana bisa kak Niel tidak tahu...? Bukan kah kak Niel sangat dekat dengan Kak Dion bahkan kalian seperti sepasang kekasih yang tidak terpisah kan ... Rasa nya mustahil jika diri mu tidak tahu..."


"Aku bilang aku tidak tahu...!"Pekik Niel dengan suara tinggi. Lalu ia segera berlalu karna tidak ingin meladeni Miya yang semakin membuat kepala nya pusing.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.


__ADS_2