Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Raehan Vs Kiara..


__ADS_3

...18...


"Itu mulut bisa di jaga ngak???!!!" Marah Miya, yang tidak terima teman baru nya di ejek dengan sebutan cewek boncel.


Meski pun Raehan diam saja, dia tidak bisa menerima hal itu.


"Jangan ikut campur... Ini bukan urusan kamu...!!" Timpal Kiara tak kalah dengan nada tinggi.


Bahkan tubuh nya sampai di busung kan ke depan.


"Ehh.. Kiara,, Jangan semena- mena.. Mentang- mentang tubuh kamu tinggi.. Kamu tidak berhak menghina Raehan dengan mengatai diri nya boncel... Sini coba bandingin tinggi badan mu dengan ku..." Marah Miya menantang Kiara yang tinggi tubuh nya di bawah nya.


Niat nya ingin mempermalukan gadis sok berkuasa yang berdiri di depannnya.


Tapi Raehan segera menghentikan perdebatan panas antara Miya dan Kiara yang bisa menimbulkan perkelahian jika di terus kan.


"Stop... Udah... Kiara kan aku udah bilang tadi sama kamu. Kalau aku ngak sengaja tumpahin bakso ke kak Aga.. Lagian kamu cuma Fans nya untuk apa kamu ikut campur urusan nya.. Toh belum tentu dia juga mengenal mu..


Dan satu lagi Kiara, apa salah nya jika tubuh ku pendek... Aku tidak menyalah kan mu dengan mengatai ku boncel. Karna aku sadar diri, jika hal itu benar ada nya.


Tapi asal kamu tahu, orang tidak di pandang mulia karna tinggi badan nya. Tapi di pandang dengan etika berprilaku nya.


Aku tidak keberatan jika tinggi tubuh ku di bawah rata rata. Aku masih mensyukuri nya karna aku tahu masih ada orang lain yang lebih pendek dari ku...


Aku juga tidak mengerti dengan mu... Hanya karna tinggi tubuh mu lebih tinggi dari ku bukan berarti kamu bisa menghina orang lain yang lebih pendek dari mu...


Bukan kah orang yang menghina sama saja seperti anjing. Yang terus menggonggong tanpa tujuan."


Ujar Raehan panjang lebar.


Wajah Kiara seketika berubah menjadi semakin merah. Jelas terlihat jika sekarang dia sangat marah.


Tapi bibir nya sama sekali tidak bergerak. Apa yang akan dia ucapkan ketika Raehan mengeluarkan jurus bicara level tinggi.


Tenggorokan Kiara seakan di sumpal hingga ke perut oleh Raehan. Sehingga ia tidak bisa membalas perkataan Raehan yang begitu bijak namun penuh dengan sindiran.


Kiara melenggang pergi di ikuti dua rekan nya. Berurusan dengan Raehan sama saja dengan menguliti harga diri nya.


Raehan kembali duduk tenang, ia sudah terbiasa dengan olokan boncel, cebol, pendek, atau entah yang lain nya.


Sejak duduk di bangku dasar. Teman- teman nya sering mengejek nya.


Awal nya ia begitu sedih dan tersakiti, bahkan sempat memutuskan untuk tidak sekolah dan mengurung diri karna malu.


Tapi setiap diri nya merasa rendah ada ke dua orang tua nya yang selalu mengatakan, untuk mensyukuri semua nya, mensyukuri apa yang sudah di takdir kan untuk nya.


Karna sejati nya setiap kekurangan pasti ada kelebihan

__ADS_1


Setelah menduduki bangku sekolah menengah, bakat berbicara nya terlihat begitu jelas.


Membuat diri nya terseret kasus dengan seorang pejabat desa yaitu kepala desa di desanya.


Hal itu juga lah yang menjadi salah satu faktor kenapa dia bisa bersekolah di sekolah ini.


"Wow... Rae.. Kiara langsung lari gribrit kayak setan ifrit yang di bacain ayat kursi... Haha..." Ujar Miya dengan tawa nya yang khas.


"Orang kek gitu, ngak bisa di lawan pakai kekerasan... Karna jika api di lawan api maka api nya akan membesar. Percuma juga kan..."


"Lagian, Orang kek dia harus di kasi pelajaran..." Miya meninju udara dengan kepalan tangan nya.


"Tapi bukan cara seperti itu.. Lebih baik mengikis harga diri nya agar dia sadar di mana posisi nya..."


"Wah... Aku tidak salah memilih teman... Muaachhh..." Miya langsung memeluk tubuh mungil Raehan dan mencium pipi Raehan gemas.


Raehan melebarkan senyum nya, yang menambah kecabian pipi nya yang putih.


"Rae.... Raehan....!!!" Panggil Fir dengan berlari- lari terenggah- enggah.


Terlihat dia masuk ke dalam kelas dengan wajah cemas, sementara dada nya terlihat turun naik mengatur nafas.


Miya melepaskan pelukan nya pada Raehan, menatap pria di depan nya yang datang dengan terburu -buru.


"Dia siapa Rae...?" Sosor Miya, sebelum pria di depan nya mendahului nya untuk berbicara.


"Kenalin Mi, Firman temen kelas kita juga.. Dia duduk sama aku di belakang..." Balas Raehan, yang membuat Miya melebarkan bibir nya membentuk huruf O.


"Kenapa sih Fir??... Jadi penasaran deh..." Mimik wajah Raehan berubah penasaran.


"Semua cewek di sekolah ini benci banget sama kamu... Gara- gara kamu numpahin bakso ke Agara..." Jelas Fir.


"Ohhh yang itu, biarin aja lah Fir.. Mereka mau benci mau gimana juga terserah... Diri ku cuma satu Fir, ngak bisa bujuk ribuan cewek satu sekolah ini satu- satu buat ngak benci sama aku... Hitung- hitung ngurangin dosa lah..."


Raehan malah terkekeh dengan deretan gigi nya yang rapi.


"Hebat kamu Rae... Makin salut aku sama kamu... Kalau cewek yang lain ada di posisi kamu pasti udah kena mental tuh..." Puji Fir dengan bertepuk tangan ringan.


"Eh... Ternyata dunia udah kebalik ya.. Ternyata ada cowok penggosip kek kamu..." Celetuk Miya pada Fir.


"Hello beda orang beda lah... Terserah donk mau ngegosip apa ngak.. Ini kan berhubungan ama temen sendiri..." Bela Fir dengan memanyunkan bibir nya ke depan.


"Udah... Kalian temenan aja.. Biar makin nambah tali silaturrahmi..." Pangkas Raehan menyela pembicaraan dua teman baru nya.


Setidak nya di sekolah sebesar ini, ia memiliki teman yang seperti nya akan menjadi orang terdekat setelah keluarga nya.


...----------------...

__ADS_1


Agara masuk ke dalam kelas dengan wajah datar yang selalu menjadi ciri khas nya.


Sofia langsung mendekati Agara. Setelah mendengar desas desus insident Agara yang terkena tumpahan kuah panas bakso. Membuat diri nya khawatir dengan laki- laki yang baru saja duduk di meja nya.


"Aga.. Kamu ngak papa kan??.. Kata nya tadi kamu terkena tumpahan bakso panas... Kamu pasti terluka kan??..." Cecar Sofia dengan ke khawatiran level tinggi.


"Dari pada kamu memperdulikan ku... Lebih baik kamu pergi dari hadapan ku... Melihat mu membuat ku semakin muak..." Timpal Agara ketus dan dingin.


"Aku ini sedang khawatirin kamu... Bukan nya jawab malah mengusir ku..."


"Apa aku pernah minta kamu mengkhawatirkan ku??? Tidak kan..."


"Tapi--"


"Kamu pergi atau aku yang pergi??"


Agara langsung memotong perkataan Sofia, yang terdengar begitu menusuk gendang telinga nya. Membuat mood nya hancur seketika.


Jika begini, lebih baik dia berhadapan dengan gadis sial tadi.


Tunggu..


Apa yang sedang ia pikir kan, kenapa membandingkan Sofia dengan gadis sial tadi.


Pikir Agara dengan merapikan tas ransel nya yang sempat terjatuh ke lantai.


Sofia menekuk wajah nya dalam, lagi- lagi ia di tolak dan di usir seperti biasa.


Persis seperti lalat yang selalu di benci kehadiran nya. Karna membawa penyakit bagi manusia.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭?


__ADS_2