
...215π...
Agara melunak dengan raut wajah bersalah.
"Kau bisa meminta apa pun ? meminta ku membawa mu kemana pun, aku akan mengantar mu.. Tapi tidak dengan membawa mu menemui pria brengsek itu.." Ujar Agara dengan suara rendah.
Raehan mengangkat wajah nya, di mana dua buliran bening langsung mengalir tanpa hambatan di pipi nya.
Yang mampu membuat hati Agara meringgis sakit.
Agara mendongak kan wajah nya frustasi, menatap langit- langit kafe dengan lampu- lampu indah yang tergantung.
"Baik lah kita akan pergi ke tempat yang kau ingin kan..." Lirih Agara dengan menghembus kan nafas nya.
Pasrah menuruti keinginan Raehan, meski ia harus bertemu dengan pria yang sangat di benci dalam hidup nya.
Bibir Raehan terlipat ke dalam, sebelum ke dua benda berwarna pich itu tersenyum dengan indah saat mendengar jawaban persetujuan Agara.
Ia sangat senang mendengar jika Agara setuju untuk mengantar nya menemui papa mertua.
Ia tahu kekasih nya akan iba saat melihat air mata jatuh di pipi nya.
Dan jurus nya menjadi gadis lemah berhasil.
Agara menyetujui keinginan nya, dan ia akan bertemu dengan ayah Agara.
Diri nya berharap semoga apa yang akan ia kata kan, ayah nya Agara mau mendengar kan nya.
"Benar kah?" Tanya Raehan memastikan bahkan kini ia bangkit dari duduk nya dengan wajah sumringah. Raehan bahkan menghapus air mata nya dengan kasar, karna merasa senang.
Agara menghembus kan nafas nya dengan kasar, meski jujur hati nya sangat kesal. Namun ia juga tidak tega melihat ke dua mata coklat itu menangis.
"Hmmm..." Dehem Agara singkat , tanpa berminat untuk menjawab.
"Makasih... Kak Aga...!" Pekik Raehan dengan senang , dan menghambur memeluk Agara dengan erat.
Tanpa peduli jika kini ke dua nya menjadi pusat perhatian semua pelanggan kafe.
"Kak Aga adalah pacar yang sangat baik.." Puji Raehan, yang mampu membuat hati Agara meluluh dengan kepala nya yang membesar.
Agara membalas pelukan Raehan dengan hangat, mencium puncak rambut Raehan dengan wajah sumringah.
"Dia sangat pandai mempermain kan emosi ku... Dasar gadis sial, tapi aku sangat mencintai mu dan rasa cinta ku semakin besar untuk mu..." Batin Agara mengelus lembut surai pendek Raehan.
"Tapi dengar , jangan pernah melepas genggaman tangan ku saat kita ada di sana... Mengerti ?" Seru Agara yang langsung di angguki oleh Raehan.
Itu bukan lah hal yang sulit, malah sangat menyenang kan karna bisa terus menggenggam tangan kekasih nya.
Hati Raehan benar- benar berbunga- bunga. Ternyata Agara sangat romantis , dan manis.
__ADS_1
Raehan mengurai pelukan nya. Lalu meraih tangan Agara.
"Ayo kita pergi sekarang...!" Ujar Raehan dengan sangat antusias dan bersemangat, lalu menarik tangan Agara untuk segera keluar dari kafe.
"Eitt... Tunggu sebentar..." Sanggah Agara, lalu mengeluar kan beberapa lembar uang dan meletak kan nya di atas meja.
"Ayo....!" Seru Raehan lagi yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan papa mertua.
Ia berharap apa yang di ingin kan nya berjalan dengan lancar.
Ke dua nya berjalan keluar dari kafe, di mana tubuh Agara terus di seret oleh Raehan.
"Semoga ayah durhaka itu bisa menjaga sikap di depan Raehan... " Batin Agara yang sedikit merasa cemas, karna mereka akan menemui pria terlicik di dunia.
Agara sempat meringgis , mengapa Raehan meminta untuk di bawa ke rumah busuk itu.
Namun ia juga tidak bisa menolak di mana Raehan begitu keras kepala.
Tapi ia tidak akan membiar kan ayah durhaka nya mendekati Raehan.
Ke dua nya menaiki motor, lalu menggiring motor sport mewah itu melaju di jalanan kembali.
Raehan menggigit bibir nya, ia sedikit merasa gugup, karna akan bertemu dengan calon mertua nya.
Ia berharap semua nya akan baik- baik saja. Dan ayah nya Agara mau mendengar kan apa yang ingin di sampai kan oleh diri nya.
"Kau ingat kan apa yang aku kata kan tadi...!" Teriak Agara agar Raehan mendengar kan ucapan nya yang terbawa angin.
Agara tersenyum dengan sikap patuh Raehan, lalu tangan kiri nya menggenggam tangan Raehan dan mengusap nya lembut.
Ia berharap tidak ada mata buruk yang berani melihat cinta nya, dan ia berharap takdir tidak lagi memisah kan diri nya dari orang- orang yang di sayangi. Terutama Raehan hal terindah yang pernah ia temukan dalam hidup nya.
Kuda besi Agara membawa Raehan menuju tempat yang di ingin kan nya, hingga berhenti di sebuah kawasan perumahan elit di mana rumah- rumah menjulang dengan tinggi seperti gedung.
Raehan menganga kagum dengan kemegahan komplek perumahan ini, yang pasti nya hanya di tinggali oleh para sultan dengan uang berlimpah.
"Jangan kagum dengan silau nya harta mereka.. Yang di dapat kan dari menjual orang..." Celetuk Agara dengan sinis, karna merasa muak saat memasuki kawasan perumahan mewah ini.
"Ihhh kak Aga ngomong nya gitu.. Ngak baik loh berburuk sangka sama orang lain apa lagi masalah rizki..." Sahut Raehan dengan menoyor pundak Agara karna tidak setuju.
Akhir nya motor Agara berhenti di sebuah gerbang berwarna hitam, di mana seorang satpam segera membukakan gerbang sembari membungkuk kan badan nya, memberi hormat pada sang anak majikan.
Agara memarkir kan motor nya, di mana Raehan langsung turun dan membuka helm.
Raehan mengedar kan pandangan nya, ternyata rumah papa mertua nya sangat besar dan megah.
Ternyata Agara sangat kaya. Pikir Raehan dengan menatap bangunan besar dengan kagum.
Agara memejam kan ke dua mata nya sejenak , meraup oksigen sebanyak mungkin untuk di tampung di paru - paru nya. Karna saat ia masuk dalam rumah busuk itu pasti dada nya akan sesak dengan semua kelicikan dari Mr. Vinsion.
__ADS_1
Agara turun dari mobil nya, dan meraih tangan Raehan lalu menggengam dengan erat.
Ini adalah pertama kali nya, ia memijak kan kaki nya tanpa undangan dari ayah durhaka nya.
Sebenar nya ia tidak sudi untuk datang ke rumah ini, namun gara- gara Raehan ia harus menahan kebencian nya.
Lagi pula ia juga penasaran dengan alasan Raehan yang ingin bertemu dengan ayah nya.
Meski diri nya sudah melarang gadis nya namun tetap saja Raehan kekeh untuk menemui ayah nya.
Agara menatap wajah Raehan yang tengah terkagum melihat kekayaan ayah nya.
Agara bisa melihat kepolosan di wajah Raehan.
"Kau mengingat pesan yang ku kata kan tadi kan?" Celetuk Agara memastikan kana jujur ia sangat khawatir.
"Ck.. Iya aku tidak akan melepas kan tangan kak Aga.." Decak Raehan dengan mengerat kan genggaman tangan nya pada Agara.
"Satu lagi.."
"Apa?"
"Jangan memasuk kan apa pun yang pria tua itu kata kan pada mu ke dalam hati ... Mengerti...!" Ucap Agara lagi dengan wajah sedikit cemas.
"Iya bawel... Kau tenang saja..." Seru Raehan dengan wajah menyakin kan.
Ke dua nya melangkah kan kaki mereka untuk masuk ke dalam rumah besar, di mana pintu megah itu langsung terbuka.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???