Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Kotak makan


__ADS_3

...22...


Raehan tampak lihai, memainkan jemari nya di atas beberapa potongan roti yang di racik menjadi salad. Lalu di masukkan ke dalam kotak makan.


Di wajah nya, terus mengembang seulas senyuman tulus penuh harmoni cinta.


Jatuh cinta, membuat nya menjadi gila. Menginginkan sesuatu yang bisa saja tidak menjadi milik nya.


Tapi menyerah untuk mendapatkan cinta nya, juga bukan hal yang benar.


Menyerah sebelum perang sama saja dengan pecundang.


Apa pun akhir nya nanti, setidak nya ia pernah berjuang dengan seluruh kekuatan nya.


Keputusan ada pada sang pujaan hati Agara Vanderzee.


Drt...


Drrrt..


Raehan menghentikan aktivitas nya, saat ponsel di saku seragam nya bergetar.


Cepat- cepat ia membersihkan tangan dan mengangkat telpon.


"Raehan....!!! Putri momsy yang paling cantik...." Teriak suara wanita yang tak lain adalah ibu nya.


Raehan menjauhkan ponsel dari telinga nya. Sebelum gendang telinga nya pecah karna teriakan kerinduan dari seberang telpon.


"Yes Mom aku di sini... Pelankan suara Momsy, Suara momsy udah kayak tower masjid lagi siaran kematian..."


"Wajar saja... Momsy lagi rindu banget sama kamu sayang,, apa lagi semalam kamu tidak menjawab telpon.. Momsy jadi khawatir..." Curhat sang Momsy dengan nada manja. Membuat Raehan terkekeh ringan.


"Uhhh maaf kan Rae Mom... Tadi malam Rae ketiduran.. Jadi ngak bisa angkat telpon..." Jujur Raehan kini menyenderkan bokong nya di meja dapur.


"Apa kamu baik- baik saja Rae?? Tidak ada yang menganggu mu kan sayang??" Nada bicara sang ibu berubah cemas, Raehan bisa mendengar hal itu dengan jelas.


"Tidak Mom... Aku baik- baik saja... Jangan cemas seperti itu, apa kau lupa jika anak mu wanita yang tak terkalah kan putri dari momsy yang paling hebat... Hehe..."


"Apa kamu sudah sarapan sayang?? kamu belum berangkat sekolah??"


"Sudah Mom, aku akan jalan sebentar lagi..." Raehan melirik kotak makan yang tadi ia siapkan dengan tersenyum tipis.


"Ingat jaga kesehatan, dan juga jaga pergaulan..."


"Iya Mom sesuai perintah mu..."


Tut...


Raehan menutup telpon lalu memasukkan benda pipih tersebut ke dalam saku nya.


Tangan nya meraih kotak makan dengan cepat lalu melesat menuju vespa orange nya, menarik pedal gas menuju sekolah seperti biasa.


...----------------...


Hari masih begitu pagi, sinar panas sang surya belum terlalu menyengat.


Raehan memarkirkan motor vespa nya. Area parkiran masih sangat begitu sepi, karna jam masih menunjukkan pukul 6 pagi.


Raehan melangkah masuk ke dalam sekolah dengan ceria. Murid- murid yang lain nya belum datang. Menjadikan suasana sekolah menjadi sunyi.

__ADS_1


Tap...


Tap..


Tap..


Suara langkah Raehan yang beraturan, lalu berhenti di depan pintu kelas dengan papan pelang XII A.


Senyum Raehan mengembang sempurna, kelas tersebut masih sangat sepi, hanya ada diri nya yang mematung di ambang pintu.


Raehan masuk dengan cepat, mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut kelas.


Satu kata untuk pemandangan di depannya yaitu RAPI.


Raehan berjalan dengan memperhatikan setiap bangku yang di lewati nya dan berhenti pada bangku sudut dengan nama AGARA VANDERZEE.


"Agara Vanderzee nama yang begitu indah.. Aku tahu di balik sikap jahat mu.."


Raehan menutup mulut nya cepat , menghentikan suara nya, lalu tersenyum kembali.


"Maksud ku di balik wajah dingin mu aku tahu ada segudang kebaikan di sana... Entah apa yang membuat mu sedingin ini,, tapi jangan khawatir Raehan sudah datang... Dengan senang hati aku akan menghangatkan hati mu..."


Gumam Raehan dengan tawa kecil yang mengimbangi gumaman halus nya.


Raehan mengambil kotak makan dari dalam ransel nya.


Meletak kan kotak makan tersebut di atas meja Agara, lalu segera berlalu keluar.


...----------------...


Seluruh murid telah usai melaksanakan doa pagi. Mereka berhamburan menuju kelas masing- masing.


Mungkin mereka tidak sempat sarapan di istana megah mereka masing- masing.


Dion menelisik ke setiap barisan siswa kelas X. Namun yang di cari nya tak kunjung terlihat.


Gadis pendek dengan wajah manis, dan juga bandana kelinci yang selalu terpasang imut di atas kepala nya.


Ia sengaja mengambil giliran doa pagi ini, hanya untuk melihat pemandangan yang begitu ia nantikan. Yang selama beberapa hari ini terus saja mengusik ketenangan nya.


"Pak ketua..!!!" Panggil Anet dengan menepuk bahu Dion.


"Lagi nyariin siapa??" Sosor Anet dan ikut mengedarkan pandangan mata nya.


"Bukan urusan mu..." Ketus Dion menatap tajam Anet dengan ujung mata nya.


"Hhh bisa tidak bersikap manis pada ku.. Siapa tahu aku bisa membantu.." Anet tidak menyerah membujuk Dion.


Dion memicingkan mata nya, menatap Anet dengan pikiran- pikiran yang sedang berputar di kepala nya.


"Apa aku tanya pada nya?? Bukan kah dia cukup dekat dengan si rubah betina itu...??" Batin Dion, melipat tangan nya di depan dada.


"Apa kamu melihat Raehan..??"


Wajah Anet berubah menjadi datar, saat mendengar Dion menanyakan Raehan.


Ujung hati nya terasa tertusuk duri, saat mendengar pria di depan nya menyebut nama gadis lain, tidak ralat mencari gadis lain.


"Raehan ada di kelas nya, tadi kata nya dia piket hari ini... Jujur apa kamu suka pada nya??"

__ADS_1


"Ha... Ha... Tidak.. Dia bukan tipe ku.. Aku hanya memiliki urusan dengan nya itu saja.." Sargah Dion cepat, namun wajah nya berubah merona dengan pertanyaan Anet.


Ke dua sudut bibir Anet melengkung kembali. Ada rasa syukur yang menitik di hati nya saat mendengar jawaban Dion.


"Baiklah aku duluan Net.. Jangan lupa rapat sepulang sekolah..." Pesan Dion menepuk bahu Anet pelan, sebelun menyeret kaki nya pergi.


"Siap pak ketos..." Jawab Anet bersemangat, bahkan sampai meletakkan tangan nya di pelipis nya. Memberikan penghormatan seperti seorang anak buah tentara pada atasan nya.


"Setidak nya aku tahu , ada harapan untuk ku..." Lirih Anet menatap punggung Dion yang semakin menjauh dari pandangan nya.


...----------------...


Agara berjalan dengan santai menuju kelas nya, seperti hari- hari sebelum nya.


Memasukkan tangan kanan nya ke dalam saku celana, sementara tangan kirinya memegang ransel yang tergantung sebagian di bahu kekar nya.


Para gadis sudah berdiri, berjejer di setiap lorong. Termasuk para fans setia Agara, hal itu terlihat jelas dari pin persatuan yang mereka kenakan pada seragam mereka.


Setiap pagi para gadis - gadis tersebut menyempatkan diri untuk sekedar melihat wajah tampan bak pahatan patung Yunani yang begitu tampan.


Seakan itu adalah salah satu menu sarapan bagi mereka.


Tapi hal itu tidak di gubris Agara. Bagi nya mereka semua hanya sampah yang bertebaran di sepanjang jalan nya.


Tidak ada sesuatu yang spesial dari mereka, yang menatap diri nya dengan tatapan kagum yang membuat Agara bergidik jijik.


Agara menatap bingung saat ia hendak duduk di bangku nya. Menyendiri dengan mendengar musik seperti biasa.


Tapi hari ini ada yang berbeda, yang membuat netra nya kebingungan dengan kehadiran kotak makan berwarna orange di atas meja nya.


Agara meraih kotak makan tersebut, persis di bawah kotak makan tersebut ada sebuah note kecil yang di selipkan.


Sarapan adalah salah satu hal yang penting, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mu...


^^^...Raehan^^^


Isi note tersebut.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭?

__ADS_1


__ADS_2