
...240π...
Beberapa pria tinggi tegap dengan pakaian serba hitam langsung mendekat ke arah Raehan dan membekap mulut Raehan dari belakang. Lalu menyeret tubuh mungil Raehan.
Raehan yang kaget bukan main ketika merasa kan bibir nya di bekap dan di geret dengan paksa, memberontak untuk melepas kan diri.
"Hmmm Emmmm... Emmmm..." Cicit Raehan di balik tangan kekar yang tengah membekap nya.
"Apa aku di culik?" Batin Raehan dengan ke dua mata terbelalak kaget.
Kazuya yang juga sangat kaget dengan apa yang baru saja terjadi di hadapan nya. Di mana Raehan sedang di seret paksa masuk ke dalam mobil hitam.
Dengan panik, Kazuya berlari mengejar para pria berpakaian hitam yang menculik Raehan.
"Hei... Kalian siapa? lepas kan Raehan...!" Teriak Kazuya yang coba membebas kan Raehan dengan mencoba menarik lengan pria yang jauh lebih tinggi dari nya.
Slashh...
Bruk...
Namun dalam sekali dorongan keras, pria itu mendorong tubuh kurus Kazuya hingga terpelanting ke belakang.
Kazuya meringgis kesakitan saat merasakan punggung nya yang membentur tiang listrik di belakang nya.
Di tambah tadi punggung nya memang sudah memar karna di pukuli oleh pria yang mengira diri nya copet.
"Cia... Hua... Jadi beneran aku di culik...!" Teriak Raehan dalam hati yang baru mengerti dan bisa membaca situasi jika ternyata diri nya memang di culik.
Apa lagi saat melihat bagaimana salah satu pria yang tengah menggeret tubuh nya menghempas tubuh Kazuya seperti menyingkir kan lalat dari makanan.
Ia tidak bisa diam seperti ini, setidak nya ia harus bisa melawan. Pikir Raehan yang langsung menggigit tangan pria berbaju hitam yang memakai sarung tangan.
"Akkrrrhhhh...!" Teriak sang pria penculik yang spontan melepas bekapan nya pada mulut Raehan. Mengibas kan tangan nya yang di gigit kuat, bahkan rasa nya gigi gadis itu menembus sarung tangan yang ia pakai.
Tidak ingin menyia- nyia kan kesempatan. Dengan cepat Raehan mengangkat kaki nya dan melayang kan tendangan dengan sekuat tenaga tepat di dada pria yang masih memegang tangan nya.
Dugh....
Tubuh sang penculik yang sempat memegang tangan Raehan langsung terpental satu meter ke belakang karna dada nya yang di hantam oleh tendangan Raehan.
Dengan cepat, Raehan berlari ke arah Kazuya.
"Kazuya ayo cepat kita lari...." Titah Raehan yang langsung menyeret tubuh Kazuya untuk lari.
Tubuh Kazuya yang sebelum nya lemah, tidak bisa berlari dengan kencang karna kaki nya yang terluka.
"Sialan... Ternyata gadis itu punya nyali..." Umpat penculik yang di tendang oleh Raehan yang masih memegangi dada tepat di ulu hati nya.
Satu penculik lain nya yang bertugas menjadi supir keluar dari mobil.
"Dasar tidak becus... Kenapa kalian bisa kalah hanya dengan gadis kecil itu.. Sekarang kejar mereka sampai dapat...!" Bentak pria itu pada dua orang penculik di hadapan nya.
Pria itu menatap tajam pada dua orang pria yang menunduk tajam.
Bisa terlihat pria itu sangat marah, meski wajah nya tertutup oleh topeng dan hanya menyisa kan ke dua mata tajam nya yang siap membelah siapa pun yang ada di hadapan nya.
__ADS_1
"Baik Tuan...!" Jawab serempak dua penculik yang langsung membalik kan tubuh nya dan berlari mengejar Raehan yang entah sudah sampai di mana.
"Gadis nakal..." Lirih Pria itu menatap punggung dua penculik yang semakin menjauh di mata nya.
Raehan terus menarik tubuh Kazuya untuk terus berlari.
Peluh keringat sudah mengalir dengan begitu deras di tubuh mereka.
Nafas ke dua nya memburu dengan tidak beraturan.
Namun Raehan tidak ingin berhenti, ia tahu jika ke dua penculik itu masih ingin mengejar diri nya.
Ia sama sekali tidak pernah berpikir, kenapa ke dua orang berbaju hitam itu ingin menculik diri nya.?
Padahal ia sama sekali tidak mengenal ke dua orang itu.
Langkah kaki Raehan terhenti tepat di depan sebuah gang sempit.
Terlihat Kazuya sudah berlutut di belakang Raehan.
Ia sudah tidak sanggup lagi untuk berlari, kaki nya terasa sakit.
Raehan memutar tubuh nya, menatap Kazuya dengan tatapan memohon agar mereka berlari lagi.
"Aku sudah tidak sanggup lagi untuk berlari Rae.. " Ujar Kazuya dengan deru nafas yang naik turun.
"Tidak... Kamu tidak boleh menyerah Kazuya.. Kita harus lari.. Aku yakin mereka masih mengejar kita..." Suara Raehan memanik, di mana nafas nya terputus- putus.
"Pergi lah Rae.. Kaki ku sangat sakit... Dia hanya menarget kan diri mu... Aku akan baik- baik saja.. sungguh aku tidak bisa berlari lagi..." Tolak Kazuya, di mana kaki nya terasa sangat sakit.
"Tidak... Tidak... Aku tidak akan meninggal kan diri mu sendiri...." Tolak Raehan yang tidak mungkin meninggal kan Kazuya.
Tidak ada yang bisa membaca niat dan tujuan para penculik itu.
Raehan melirik ke arah kaki Kazuya.
Di mana luka Kazuya yang ada di kaki pria itu kembali berdarah, terlihat jika perban yang membalut kaki nya berwarna merah.
Raehan yakin jika luka itu kembali terbuka. Raehan benar- benar sangat panik. Pikiran nya benar- benar buntu sekarang.
Ia harus kabur kemana, belum lagi kondisi Kazuya yang tidak memungkinkan kan untuk mereka berlari.
Ia mungkin bisa bela diri, tapi ilmu bela diri nya belum sempurna seutuh nya.
Ia yakin jika kali ini mereka tertangkap, maka ia tidak bisa melawan lagi.
Karna sebagian tenaga nya terkuras habis untuk berlari.
Tap...
Tap...
Tap...
Suara derap langkah kaki yang berlari terdengar oleh telinga Raehan.
__ADS_1
Raehan menatap jalanan yang terlihat cukup sepi, namun tidak terlihat pemilik suara derap kaki itu.
Tapi dari suara nya, Raehan yakin jika itu para penculik yang masih mengejar nya.
"Kazuya aku mohon ayo bangkit... Kita tidak bisa di sini.. Mereka semakin dekat..." Pinta Raehan yang langsung menarik tubuh Kazuya untuk bangkit.
Kazuya pun tidak memungkiri jika telinga nya mendengar suara derap langkah kaki yang semakin mendekat ke arah mereka.
Ia tidak boleh menyerah, ia harus berusaha.
Kazuya mengumpul kan kekuatan nya, dan perlahan manjaja kan kaki nya untuk kembali berdiri.
"Bagus Kazuya.. Ayo kamu pasti bisa...!" Ujar Raehan yang terus menyemangati Kazuya.
"Kita akan berlari sedikit lagi..." Lanjut Raehan yang terus mengangkat tubuh Kazuya untuk bangun.
Bugh..
"Aaahhhh...!" Namun tubuh Kazuya kembali ambruk di tempat. Di mana ia meringgis kesakitan.
Raehan semakin panik melihat Kazuya yang semakin kesakitan.
Ia tidak bisa memaksa Kazuya untuk berlari lagi.
Karna Kazuya tidak sanggup lagi.
Tap...
Tap...
Tap...
Suara derap langkah kaki itu semakin mendekat.
Di mana Raehan bisa melihat bayangan di ujung jalan yang semakin membesar.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???