Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Trik yang sama


__ADS_3

...332...


"Aauuuu!!" teriak Raehan kesakitan, yang membuat Agara yang ada disampingnya lansung menahan tubuh Raehan yang hampir jatuh.


"Rae!" teriak Dion yang lansung berlari ke arah Raehan.


"Kiara, kenapa kamu memukul lukaku!" pekik Raehan dengan memegang lututnya.


Kiara langsung mengerutkan keningnya dan mendongak pada Raehan. Ia tidak melakukan apapun, tetapi Raehan malah berteriak kesakitan. Kiara tidak tahu saja jika Raehan sudah mulai memainkan aksinya.


Kiara yang tidak mengerti dengan maksud Raehan terlihat salah tingkah dan bingung. Ia sama sekali tidak mengerti dengan situasi ini.


Agara segera berlutut di depan Raehan, menyingkap sedikit celana training yang dikenakan Raehan. Dapat Agara lihat luka lebam yang cukup besar sekitar lutut Raehan. Agara menggigit bibir bawahnya geram, bagaimana bisa ia tidak menyadari jika kaki Raehan juga terluka.


"Apa yang kamu katakan, Rae? Aku tidak menyentuhmu!" seru Kiara bangkit.


"Kenapa kamu berbohong Kiara? Lihat, kakiku lebam karena jatuh ke dalam jurang tapi dengan teganya kamu memukulnya. Apa kamu tidak memiliki hati nurani Kiara? Pertama kamu menyeretku ke dalam hutan dengan paksa, kemudian kamu mendorongku ke dalam jurang. Untung umurku masih panjang sehingga tuhan menyelamatkan diriku." Air mata Raehan meluncur dengan bebas, sementara nafasnya sesenggukan dengan tubuh yang gemetar dan dada yang naik turun tidak beraturan.


Semua tatapan orang tertuju pada Raehan yang terlihat begitu ketakutan dengan tangis yang terdengar pilu. Tatapan kasihan dan iba tertuju pada gadis mungil yang tengah menangis sambil bergetar.


"A--apa tapi---"


"Kamu tahu, betapa takutnya aku saat jatuh ke dalam jurang yang sangat gelap dan dalam? Aku merasa sangat takut Kiara. Yang hanya terpikir di kepalaku hanya ada kematian. Aku pikir, tubuhku akan hancur saat jatuh ke dalam jurang yang terjal. Tubuhku sangat kecil, tubuhku tersangkut pada banyak ranting tajam dan juga duri. Lihatlah, apa mungkin aku berbohong jika aku jatuh ke dalam jurang? Aku tidak segila itu untuk melukai tubuhku sendiri," sosor Raehan dengan cepat sebelum Kiara mengeluarkan perkataan dan sandiwara yang sangat menyebalkan bagi Raehan.


Kiara pikir hanya dia yang bisa melakukan sandiwara dan menciptakan sebuah drama, di mana dia menjadi tokoh lemah dan tidak berdaya. Jangan salah, ia juga bisa melakukannya. Ia juga bisa bersandiwara lebih baik dari Kiara. Gadis jahat itu berpikir jika ia tidak bisa bersandiwara. Maka, ia akan tunjukkan jika sandiwaranya bisa membawa badai dalam kehidupan Kiara.


Raehan menarik nafasnya dalam, tangisnya yang sesenggukan semakin mendramatisir. Bahkan, kini sebagian para gadis terlihat sedih dengan mata berkaca-kaca.


"Aku tahu, kamu menyukai Kak Dion. Oleh karena itu kan, kamu membenciku dan ingin melenyapkan diriku. Yah, memang benar jika remaja seperti kita sangat sulit di percaya untuk melakukan sebuah tindakan kriminal. Akan tetapi, cinta bisa membuat orang kehilangan akal dan bisa melakukan apapun untuk menyingkirkan penghalang di hadapannya. Hiks ... Kiara, aku bukan penghalang antara dirimu dan Kak Dion. Aku dan Kak Dion hanya berteman, tetapi kenapa kamu tega mendorongku ke dalam jurang?"

__ADS_1


"Cukup!" teriak Kiara dengan emosi yang mulai tersulut. Keadaan yang sudah ia ciptakan agar di sini ia yang menjadi korban, kenapa malah berbalik dan kacau seperti ini. Ia tidak menduga jika Raehan menggunakan trik yang sama untuk menyerangnya.


"Hentikan fitnahmu itu sekarang?" teriak Kiara lagi dengan wajah yang menegang akibat marah.


"Jika aku memfitnahmu, dan kamu tidak pernah mendorongku ke dalam jurang. Sekarang katakan di mana kamu 40 menit yang lalu?"


Tenggorakan Kiara lansung tercekat seketika. Kedua tangannya meremas jahitan celana yang ia pakai. Pertanyaan Raehan cukup membuat ia gugup. Tentu saja, selama 40 menit yang lalu ia ada di tepi jurang.


"Kenapa?" ulang Raehan terus memojokkan Kiara yang tengah memeras isi kepalanya untuk menemukan alasan yang tepat.


"A--ku, aku sedang berfoto di kebun teh," jawab Kiara dengan terbata-bata, menyembunyikan kegugupannya.


"Lalu, bagaimana dengan luka lebam di bahu bagian belakangmu?"


Kedua mata Kiara lansung terbelalak mendengar pertanyaan Raehan. Ia tidak menduga jika Raehan akan tahu dengan lebam yang ada di bahunya itu. Tidak ada yang tahu selain dirinya.


Srak!


Kiara terlonjak kaget saat lengan bajunya yang disobek dengan tiba-tiba oleh Dion. Semua orang lansung melongo dengan mulut terbuka dan mata melebar melihat luka lebam yang ada di bahu Kiara. Ternyata apa yang dikatakan oleh Raehan memang benar.


"Luka lebamnya memang ada."


"Ck, ck Kiara. Ternyata dia memang ingin melenyapkan Raehan."


"Cih, muka cantik ternyata kriminal."


Cemooh para peserta yang mulai menatap Kiara dengan tatapan marah dan bermusuhan. Semua peserta mulai berbisik dan bergosip.


"Dengar, ini tidak seperti yang kalian pikirkan!" seru Kiara yang mulai panik dengan cemooh dan umpatan semua orang. Dalam sekejap, semua orang menatapnya dengan tatapan bermusuhan dan jijik. Hancur sudah image yang ia bangun dengan susah payah. Dalam hitungan detik, Raehan berhasil membuat popularitasnya hancur berkeping-keping tanpa sisa.

__ADS_1


"Lalu seperti apa? Bukankah sudah jelas jika kamu yang mendorong Raehan. Mau mengelak apa lagi kamu? Lebam di bahumu sudah membuktikan semuanya," cecar Dion yang tidak memberikan kesempatan pada Kiara untuk membela diri atau menyangkal.


"Kiara, Kiara, ternyata kamu adalah gadis yang sangat jahat," imbuh Niel mencebikkan bibirnya dengan tatapan tidak percaya.


"Seharusnya gadis yang bisa melakukan hal jahat ini tidak pantas berada di antara kami," ujar Zack. Kiara menggelengkan kepalanya cepat. Ia hendak menyangkal semua perkataan tersebut. Namun Dewan Guru yang tadi membelanya lansung bersuara.


"Kiara, aku akan melaporkan hal ini pada kepala sekolah dan seluruh direktur sekolah. Perbuatanmu ini sudah sangat keterlaluan dan memang sebuah kejahatan yang harus kamu pertanggung jawabkan. Ingin melenyapkan seseorang adalah tindakan kriminal. Hal ini akan saya laporkan ke pihak yang berwajib."


Tubuh Kiara langsung membeku di tempat, kedua lututnya terasa melebur seketika sehingga tubuh Kiara ambruk ke tanah. Ia tidak ingin mendekam di penjara, umurnya masih sangat muda. Kiara beringsut dengan cepat meraih kaki Dewan Guru dengan cucuran air mata yang mengalir dengan deras.


"Saya mohon, Pak. Jangan laporkan aku ke polisi. Aku akan minta maaf pada Raehan. Jujur, aku tidak sengaja melakukan hal itu. Aku mohon jangan laporkan aku, Pak. Aku tidak ingin masuk penjara!" seru Kiara dengan nada memelas.


"Kita akan segera kembali ke kota. Kalian semua segera bersiap, dan kalian jaga Raehan hingga sampai di kota!" titah Dewan Guru pada Dion dan Agara tanpa mengubris permohonan Kiara yang tengah menarik-narik kakinya, seperti adegan dalam drama istri yang diusir dari rumah oleh suami sendiri.


...----------------...


...****************...


Jangan lupa


like


koment


gift


vote


tips

__ADS_1


__ADS_2