
...64...
"Kenapa kamu ke sini sambil menangis Sofi apa terjadi sesuatu dengan Agara?. Dia baik- baik saja kan nak?" Cecar Ny. Sabrina dengan sedikit cemas, karna sejak datang keponakan nya itu tetap menangis.
Sofia menghirup nafas panjang, memasok oksigen ke dalan paru- paru nya dalam. Karna patah hati rasa nya paru- paru juga ikut sesak.
Sofia mengusap air mata nya, berusaha mengontrol tangis nya untuk mereda.
"Tante, kenapa tante berbohong pada ku.. Kenapa tante tidak mengatakan jika Agara sudah bertunangan.?.. Hiks... Hiks..." Tangis Sofia yang sempat mereda kini kembali pecah.
Mulut nya terasa kelu untuk menceritakan kabar yang merobek- robek hati nya.
Ia sangat menyukai sepupu nya sejak kelas sepuluh. Diri nya sudah menyukai pria itu selama dua tahun.
Berusaha dengan keras meluluhkan hati Agara. Bahkan sampai ia rela mengurus Ny. Sabrina untuk mendapat restu sang mertua. Belum lagi diri nya di minta untuk membuat hubungan ibu dan anak itu kembali baik, ia melakukan semua itu meski ia harus mendapatkan amarah menyeramkan dari Agara.
Tapi hal itu tidak memudarkan perasaan nya. Tapi kini apa yang ia dapat kan, berita yang sangat menyakit kan.
Diri nya bukan lah tipe wanita yang suka merebut atau merampas milik orang lain.
Karna ia menyakini pepatah, apa pun yang kau tuai itu lah yang kau petik.
Diri nya tidak ingin mendapat kan karma dari merebut milik orang lain. Tapi diri nya juga bukan gadis yang pantang menyerah. Bukti nya ia terus berjuang meski Agara terus menolak dan memukul nya mundur.
Tapi kini harapan dan impian nya untuk bersanding sebagai kekasih Agara hancur berkeping- keping.
Karna kini sepupu nya itu telah memiliki tunangan yang hampir sempurna yaitu Lessia seorang model yang tengah naik daun.
Keberanian apa yang kini diri nya miliki untuk bersaing dengan seorang model bak dewi seperti Lessia.
"Jika tante mengatakan kalau Agara sudah bertunangan aku tidak akan mengejar nya tante... Tapi aku tetap akan membantu tante untuk memperbaiki hubungan dengan nya... Tapi perasaan ku yang sudah tumbuh semakin besar kini harus di patah kan dengan kenyataan pahit ini Hiks... Hiks... Hiks...." Ujar Sofia lagi dengan alunan tangisan yang terdengar memilukan.
"Tunangan ? Agara bertunangan dengan Lessia..? Kenapa aku sampai tidak tahu..?" Batin Ny. Sabrina dengan ribuan pertanyaan yang kini muncul di benak nya.
"Apa yang kamu katakan sayang.. Tante tidak mungkin ingin menjodoh kan mu dengan Agara jika ia sudah bertunangan..." Sanggah Ny. Sabrina dengan dahi berkerut.
"Tadi di sekolah Lessia mengumumkan hal itu dan Agara tidak membantah nya tante..."
"Lessia dari keluarga mana gadis itu?"
"Dia dari keluarga Ledgar. Dia adalah seorang model yang sedang naik daun..."
"Ini pasti ulah Vinsion untuk menambah rekan kerja nya...Hhh..." Batin Ny. Sabrina mengerti, sambil mendengus pelan.
Ny. Sabrina menarik tubuh rapuh Sofia ke dalam pelukan nya. Menepuk- nepuk pundak gadis itu supaya berhenti.
"Apa kau sudah menanyakan nya pada Agara sayang?" Tanya Ny. Sabrina lagi.
Sofia menggeleng pelan.
__ADS_1
"Bagaimana jika kabar itu tidak benar? bagaimana jika gadis itu hanya mengarang saja..?"
"Aku rasa tidak tante.. Seperti nya sudah saat nya aku menyingkir kan rasa ini... Agara tidak akan pernah melihat ku karna ia sudah menemukan kekasih hati yang begitu sempurna seperti Lessia." Sofia menjeda kalimat nya.
Ia melepas pelukan Ny. Sabrina, dan meraih tangan pucat Ny. Sabrina lalu mengelus nya lembut.
"Tapi tante jangan khawatir aku akan tetap berusaha membujuk Agara untuk bertemu dan memaafkan tante.. Tante sudah seperti ibu ku... Aku juga ingin tante terus bersemangat untuk menyembuhkan kanker tante..." Lanjut Sofia dengan mengulum senyum getir.
"Tante tidak tahu sampai kapan umur tante akan bertahan... Tapi sebelum tante pergi hanya satu keinginan tante. Tante ingin Agara memaafkan tante dan berharap dia memegang tangan tante saat tante di panggil tuhan nanti..." Jawab Ny. Sabrina dengan memasang wajah menyesal.
Satu buliran bening meluncur bebas di wajah nya. Mengingat semua hal yang telah ia perbuat pada putra nya.
...----------------...
"Rae....!" Teriak Fir dengan antusias sembari melambaikan tangan.
Kini mereka sedang berada di depan sebuah rumah mewah dan megah, dengan cat putih mengkilat.
Rumah siapa lagi jika bukan rumah sahabat mereka, Miya.
Raehan langsung berlari mendekat ke arah Fir, meninggal kan Agara yang mengekor di belakang Raehan. Tanpa gadis itu tahu.
"Hai Fir...." Sapa Raehan.
Kini ke dua sahabat yang sudah beberapa hari berpisah itu , bertos ria dengan gaya khas persahabatan mereka.
"Kamu udah sehat Rae? aku seneng bisa liat kamu lagi... Aku ngak sabar pengen gosip sama kamu.. Kamu harus tahu berita- berita hot di sekolah...." Oceh Fir dengan semangat menggebu- gebu.
"Awwww" Ringgis Fir lagi, saat tangan bebas Raegan mendarat di kepala nya.
"Kenapa di toyor sih?" Dumel Fir mengerucutkan bibir nya ke depan.
"Kamu sih, baru ketemu dah langsung ngajakin ngegosip.. Emang tuh mulut dah berubah jadi mulut emak- emak deh lemes banget..." Sosor Raehan.
"Tapi seru kan?"
"Seruuuuuu!!!" Pekik Raehan dengan berjingkrak senang.
Memang bersama ke dua teman nya, pasti ada saja cerita lucu, cerita sedih sampai cerita hot.
Apalagi Fir yang sudah mirip dengan penyiar gosip yang tayang setiap pagi di acara tv.
Tapi Raehan akui kehadiran Fir benar- benar membuat persahabatan mereka menjadi hangat dan di penuhi dengan canda.
"Hmmmm" Dehem Agara yang merasa terabaikan sejak tadi oleh kedua sahabat yang sedang bertemu.
Fir dan Raehan tersentak kaget, dan langsung mengarahkan pandangan nya pada Agara yang menatap mereka datar.
"Kok si gunung es ada di mari ya ?" Pekik Fir bingung, melihat idola satu sekolah berada di antara mereka.
__ADS_1
Raehan menepuk jidat nya, bagaimana bisa ia lupa jika ia datang dengan Agara.
Semua nya gara- gara Fir. Pekik Raehan yang langsung menyungging kan senyum kaku.
"Kak Aga di sini karna mengantar ku.." Ujar Raehan gagu, sembari menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Hah!!!" Mulut Fir langsung menganga lebar, bibir bawah nya terasa ingin jatuh saat ini.
Apa yang ia dengar benar bukan?. Agara Vanderzee mengantar Raehan.?
Apa sahabat kecil nya berhasil meraih hati idola ini?
Tanya Fir tak habis pikir.
Sehari jantung nya sudah berhenti dua kali karna Agara. Pertama saat menanyakan di mana Raehan, dan kini Agara juga mengantar sahabat nya itu.
"Apa kita akan terus berdiri di depan gerbang sampai lumutan?" Cicit Agara lagi, melihat ekspresi wajah Fir yang masih melongo kaget.
"Hah...!" Kini bukan hanya Fir yang kaget. Raehan ikut ketularan saat mendengar penuturan Agara.
Mulut Raehan terbuka lebar, satu buah timun bisa lolos memasuki bibir nya saat ini.
Mendengar penuturan Agara barusan, itu arti nya pria tampan itu juga datang bertamu. Bukan sekedar untuk mengantar nya belaka.
Astaga, Jantung Raehan rasa nya ingin meledak saat ini. Menerima perlakuan Agara yang berubah seperti ini.
"Kenapa ?" Tanya polos Agara.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???