
...266π...
"Acara pertukaran cincin akan segera kita mulai.. Mari kita sambut kedatangan sang tunangan perempuan.. Lessia Ledgar..." Seru Mc dengan begitu bersemangat.
Di mana terlihat dua orang di mana Lessia yang berjalan di tengah- tengah mulai masuk ke dalam ballroom hotel.
Prok...
Prok...
Prok...
Gemuruh suara tepuk tangan langsung bergema di seluruh ballroom.
Mengiringi langkah Lessia yang berjalan dengan begitu anggun di mana taburan bunga bertebaran.
Lessia tersenyum , akhir nya tiba waktu nya di mana Agara akan terikat pada nya. Akan menjadi milik nya dan juga di mana kehancuran gadis yang sangat ia benci.
Agara terdiam seperti patung yang sedang duduk.
Ia sama sekali tidak bergeming sedikit pun. Semua nya terlihat kosong, semua nya terasa hampa.
Semua para tamu undangan mulai memuji kecantikan Lessia yang begitu mempesona.
"Tuan Ledgar putri mu sangat cantik.. Dia terlihat seperti putri kastil.." Puji Rekan kerja Tuan Ledgar yang duduk di samping pria baruh baya itu yang menatap putri nya yang cantik dengan mata berkaca - kaca.
"Terimakasih pujian nya tuan..." Timpal Tuan Ledgar tanpa mengalih kan tatapan nya dari putri nya.
"Tuan muda Agara, silah kan menyambut kedatangan Nona Lessia..." Seru Mc yang langsung membuat seluruh tamu tersipu malu.
Kamu harus melakukan nya dengan sangat baik. Jangan membuat ulah atau Raehan akan ku masuk kan lagi ke dalam toran air...
Ancaman Mr. Vinsion, begitu jelas di ingat oleh Agara.
Ia tidak bisa menyepelekan apa yang di ucap kan pria tua itu.
Karna ia sudah melihat sendiri bagaimana Mr. Vinsion menyiksa kekasih polos nya.
Mungkin raga Agara berada di sini, tapi tidak dengan pikiran nya yang terus melayang.
Agara beranjak dari duduk nya, menghampiri Lessia lalu mengulur kan tangan nya.
Wajah Lessia langsung merona dengan sikap Agara, di mana ia langsung meraih tangan Agara dan menggengam nya.
Fir yang melihat adegan itu semakin mengeram marah.
Ingin rasa nya ia menghajar Agara dan membuat wajah pria itu hancur.
Namun Miya yang berada di samping nya segera menahan lengan Fir.
"Fir jangan... Saat ini aku lebih mengkhawatir kan Raehan... Di mana sahabat kita itu... Hiks..." Miya mulai terisak, di mana air mata nya sudah berjatuhan.
Ia tidak bisa membayang kan bagaimana hancur nya Raehan melihat ini semua.
Melihat pria yang di cintai nya bertunangan dengan gadis lain.
__ADS_1
Diri nya yang hanya menjadi sahabat Raehan merasakan rasa sakit yang luar biasa menyesak kan.
Apa lagi Raehan yang pasti akan merasa sangat terluka.
Fir segera tersadar, lalu mengontrol emosi nya yang hampir mengusai diri nya.
Tapi sekarang apa yang di kata kan oleh Miya memang benar.
Ia sama sekali belum mengetahui keberadaan sahabat mungil nya itu.
Saat ini ia yakin Raehan pasti sangat hancur, atau sahabat nya itu belum tahu akan hal ini?.
Fir mengedar kan pandangan nya, menelisik setiap sudut ruangan dan mencermati setiap celah.
Namun memang benar, Raehan tidak ada di hotel ini.
Fir menertawa kan diri nya, di saat ia berpikir konyol seperti itu.
Bagaimana bisa Raehan berada di sini?
Gadis mana yang sanggup melihat acara pertunangan pria yang di cintai nya.
"Baik lah kita berlanjut ke acara inti hari ini. Yaitu pertukaran cincin, di mana Tuan Agara akan memasang kan cincin di jari manis Nona Lessia, dan begitu pula sebalik nya. Nona Lessia akan memasang cincin pada jari Tuan Agara. Cincin yang akan mengikat mereka dalam hubungan yang lebih serius sebelum pernikahan... Cincin yang menyatu kan dua hati dan akan menambah kekuatan cinta mereka..." Ucap Mc tersebut dengan alunan nada bicara yang begitu dramatis.
.
Di luar hotel, terlihat mobil Dion berhenti di parkiran hotel.
Raehan menghembus kan nafas nya lega, akhir nya ia sampai di juga di hotel di mana tempat berlansung nya pertunangan kekasih nya sendiri.
Deg..
Deg..
Jantung Raehan semakin bertalu dengan cepat, di mana seluruh hati nya terasa di sayat ribuan pedang.
Tanpa terasa buliran bening jatuh merembes begitu saja di pipi pucat Raehan.
Rasa nya ke dua lutut nya terasa melebur sehingga ia tidak sanggup untuk berdiri.
Raehan membuka pintu mobil, hendak turun namun tangan nya segera di tahan oleh Dion.
Raehan menatap Dion dengan tatapan memelas, memohon untuk di lepas kan karna ia sudah tidak memiliki waktu lagi.
Ia berharap jika ia datang di saat yang tidak terlambat.
Ia sangat berharap jika Agara berubah pikiran dengan tidak melakukan pertunangan itu.
Dion menutup mata nya sekilas, melihat wajah Raehan yang begitu menyedih kan.
"Di luar hujan.. Kamu tidak bisa pergi... " Ucap Dion dengan suara nya yang tercekat.
Setidak nya kali ia sangat berharap Raehan patuh kepada nya.
Karna di luar hujan begitu deras. Mana tega ia melihat gadis di depan nya yang sudah terluka dan sekarang akan keluar dan menerobos hujan.
__ADS_1
"Hujan ini tidak ada apa- apa nya di banding kan dengan sakit di hati ku... "Lirih Raehan dengan suara nya yang tersendat.
"Kenapa kamu selalu membangkang Rae..? Pikir kan diri mu.. Agara tidak pantas untuk kau perjuang kan.. Dia hanya seorang pecundang yang.. Akkhhhh..." Teriak Dion kesal sembari tangan nya memukul stir mobil dengan keras.
"Setidak nya biar kan aku membukti kan apa dia pantas untuk aku perjuang kan atau tidak... Menahan ku tidak akan membuat ku patuh pada mu... Jangan mencoba mengulur waktu ku kak Dion..." Sentak Raehan lalu menghempas kan tangan Dion yang mencengkram pergelangan tangan nya.
Blar...
Cettar...
Suara gemuruh dan kilatan petir kembali bersahutan memekak kan telinga semua orang.
Raehan segera turun dari mobil, di mana tubuh nya langsung di guyur hujan.
Brak..
Raehan menutup pintu mobil Dion dengan keras, sementara Dion menggigit bibir bawah nya dengan keras sembari tatapan nya menatap punggung Raehan.
"Dasar keras kepala..." Umpat Dion lalu turun sembari mengambil kartu undangan di kursi belakang. Di mana terlihat Kazuya yang hanya diam dan tidak ikut campur dengan urusan dua orang di depan nya.
Dion pun tidak ingin mengganggu Kazuya di mana ia langsung turun dari mobil nya.
Sementara Raehan sudah berjalan lebih dulu menuju hotel dengan memaksa kan langkah nya.
Raehan semakin menekan luka tusuk di pinggang nya.
Rasa nyeri dan perih begitu terasa pada luka di pinggang nya.
Dengan perlahan dan tertatih- tatih Raehan menyeret tubuh nya ke arah pintu hotel yang di jaga oleh beberapa pria bertubuh kekar.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
.
__ADS_1